Menu

Mode Gelap
AI dan Diagnostik Presisi Pacu Industri Teknologi Kesehatan Volume Angkutan Retail KAI Meningkat, Tembus 146.617 Ton pada Januari-Juli 2026 Presiden Gerakan Pemuda Aceh Bersatu Kecam Amran, Desak Minta Maaf Kepada Mualeem: Jangan Lukai Martabat Aceh GEMBIRA dan KUAT Jadi Bukti Komitmen IPCC, Raih Penghargaan TJSL 2026 Komitmen Perkuat Tata Kelola dan Kepatuhan Hukum, IPCM Teken Kerja Sama dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara KKP Perkuat Pengawasan dan Ketertelusuran Perikanan Tuna, 87 Kapal Pelanggar Ditindak

PERON

Penjualan Tiket Kereta Lebaran 2026 Tembus 3,36 Juta, KAI: Permintaan Mulai Meningkat

badge-check


 Penjualan Tiket Kereta Lebaran 2026 Tembus 3,36 Juta, KAI: Permintaan Mulai Meningkat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus meningkat seiring bertambahnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Hingga 17 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, tiket yang terjual mencapai 3.367.910 atau 74,9 persen dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan untuk perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan Kereta Api Lokal pada periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026.

Dengan capaian tersebut, masih tersedia sekitar 1.130.786 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan selama periode Lebaran.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan tren perjalanan masyarakat mulai terlihat sejak awal masa Angkutan Lebaran dan terus meningkat pada pertengahan Maret.

“Permintaan perjalanan dengan kereta api mulai meningkat sejak pertengahan Maret. Data penjualan menunjukkan masyarakat sudah mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal, terutama pada layanan kereta api jarak jauh,” ujar Anne.

Untuk layanan Kereta Api Jarak Jauh, penjualan tiket tercatat mencapai 3.059.765 atau 85,7 persen dari total 3.571.760 tempat duduk yang disediakan. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 511.995 tempat duduk yang dapat dipesan masyarakat untuk perjalanan mudik maupun arus balik.

Sementara itu, pada layanan Kereta Api Lokal yang dikelola KAI, penjualan tiket mencapai 308.145 atau 33,2 persen dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia. Artinya, masih terdapat sekitar 618.791 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan pelanggan. Penjualan tiket kereta lokal umumnya meningkat mendekati waktu keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7 sebelum perjalanan.

Selama enam hari pertama masa Angkutan Lebaran, yaitu 11 hingga 16 Maret 2026, layanan Kereta Api Jarak Jauh telah melayani 760.229 pelanggan di berbagai relasi perjalanan di Pulau Jawa dan Sumatra.

Adapun okupansi harian Kereta Api Jarak Jauh pada periode tersebut tercatat sebagai berikut:

  • 11 Maret: 101.617 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (63,7 persen)
  • 12 Maret: 126.208 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (79,2 persen)
  • 13 Maret: 165.675 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (101,4 persen)
  • 14 Maret: 185.873 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (113,7 persen)
  • 15 Maret: 180.836 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (110,6 persen)
  • 16 Maret: 173.734 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (106,3 persen)

Pada 17 Maret 2026, pergerakan pelanggan diperkirakan terus meningkat. Hingga pagi hari, terdapat sekitar 173.046 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh yang dijadwalkan bepergian dalam satu hari dengan tingkat okupansi sementara mencapai 105,9 persen. Angka tersebut masih berpotensi bertambah karena penjualan tiket masih berlangsung.

Anne menjelaskan bahwa tingkat okupansi yang melampaui 100 persen dimungkinkan karena adanya pola perjalanan dinamis pada operasional kereta api.

“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Pola ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia,” jelas Anne.

Sejumlah kereta api dengan tingkat permintaan tinggi pada periode Angkutan Lebaran antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, dan KA Rajabasa.

Meski demikian, masyarakat masih dapat menemukan ketersediaan tempat duduk pada sejumlah layanan seperti KA Parahyangan relasi Gambir–Bandung dan KA Purwojaya relasi Gambir–Cilacap pada tanggal keberangkatan tertentu.

Anne menambahkan, pelanggan dapat mempertimbangkan alternatif perjalanan dengan menyesuaikan jadwal keberangkatan, memilih relasi berbeda, atau memanfaatkan skema perjalanan lanjutan (connecting train) untuk mendapatkan pilihan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan.

“Dengan kapasitas perjalanan yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat merencanakan perjalanan Lebaran sejak dini agar perjalanan mudik berlangsung lebih nyaman, terencana, dan menyenangkan bersama kereta api,” tutup Anne.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Volume Angkutan Retail KAI Meningkat, Tembus 146.617 Ton pada Januari-Juli 2026

8 Agustus 2026 - 04:27 WIB

KCIC Hadirkan 29 UMKM di Stasiun Whoosh, Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Akses Pasar

7 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Penumpang KA Lokal Bandung Raya Tembus 11,87 Juta pada Januari–Juli 2026, Naik 8,55 Persen

7 Agustus 2026 - 19:14 WIB

KAI Percepat Penguatan Keselamatan Perlintasan, Rekrutmen PJL Tarik 12.957 Pelamar

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Rencana MRT Bali bakal jadi ART, Ini Tantangannya

7 Agustus 2026 - 16:04 WIB

KAI Services Resmikan Kantor dan Gudang Regional 8 Surabaya, Perkuat Operasional dan Layanan Pelanggan

7 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Penumpang Whoosh Bisa Hemat hingga Rp1,5 Juta dengan Kartu Langganan

7 Agustus 2026 - 13:59 WIB

KAI Hemat 203,93 Juta Liter Air Sepanjang 2025, Penggunaan Turun 22,16 Persen

6 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 210,47 Juta pada Januari–Juli 2026, Meningkat 30,72 Persen

6 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Obligasi Rp5,2 Triliun Buka Babak Baru Biaya LRT Jakarta

6 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Trending di PERON