Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan jumlah pelanggan KA Ciremai relasi Semarang Tawang–Bandung sepanjang Januari hingga Mei 2026. Pada periode tersebut, KA Ciremai melayani 126.580 pelanggan, naik 9,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 116.104 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan pariwisata di Pulau Jawa.

“Pertumbuhan pelanggan KA Ciremai menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas antarkota terus meningkat. Layanan ini menghubungkan berbagai pusat aktivitas masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Barat dalam satu perjalanan yang efisien dan nyaman,” ujar Anne dalam keterangannya.
KA Ciremai melayani perjalanan yang menghubungkan sejumlah kota penting di Jawa Tengah dan Jawa Barat, mulai dari Semarang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, Cirebon, Indramayu, Cikampek, Purwakarta, Cimahi, hingga Bandung.
Menurut Anne, karakteristik lintasan KA Ciremai yang menghubungkan pusat pemerintahan, kawasan industri, sentra pertanian, kota budaya, hingga destinasi wisata memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Setiap daerah yang dilalui KA Ciremai memiliki karakter ekonomi, budaya, dan sosial yang berbeda. Konektivitas yang terbangun melalui layanan kereta api membantu memperluas akses masyarakat terhadap peluang pendidikan, usaha, pariwisata, dan berbagai aktivitas produktif lainnya,” katanya.
Nama KA Ciremai diambil dari Gunung Ciremai, gunung berapi tertinggi di Jawa Barat yang berada di wilayah Kabupaten Kuningan dan Majalengka. Nama tersebut juga memiliki keterkaitan dengan Kota Cirebon, salah satu kota utama yang disinggahi kereta tersebut.
Perjalanan dimulai dari Stasiun Semarang Tawang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Kota Semarang Dalam Angka 2025, Kota Semarang memiliki sekitar 1,72 juta penduduk dan berperan sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, industri, logistik, dan pendidikan di Jawa Tengah.
Kereta kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pekalongan yang dikenal sebagai salah satu pusat industri batik terbesar di Indonesia dan telah menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network sejak 2014. Dari sana, perjalanan berlanjut ke Pemalang dan Tegal yang berkembang sebagai pusat perdagangan, jasa, perikanan, dan aktivitas maritim di jalur Pantai Utara Jawa.
KA Ciremai juga melayani wilayah Brebes yang dikenal sebagai sentra produksi bawang merah terbesar di Indonesia. Mobilitas masyarakat di daerah tersebut terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas perdagangan, pendidikan, dan distribusi hasil pertanian.
Memasuki Cirebon, pelanggan disuguhi kota yang dikenal sebagai pusat budaya dan perdagangan di kawasan Ciayumajakuning. Berbagai ikon budaya seperti Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Batik Mega Mendung, Empal Gentong, dan Nasi Jamblang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Perjalanan selanjutnya melewati Jatibarang dan Haurgeulis di Kabupaten Indramayu, salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Dari Indramayu, kereta menuju Cikampek yang merupakan salah satu simpul transportasi strategis di Pulau Jawa sebelum melanjutkan perjalanan ke Purwakarta. Kabupaten Purwakarta dikenal sebagai kawasan industri manufaktur sekaligus tujuan wisata yang terus berkembang, dengan sejumlah destinasi unggulan seperti Taman Air Mancur Sri Baduga dan Situ Buleud.
Sebelum tiba di tujuan akhir, KA Ciremai juga berhenti di Cimahi yang menjadi bagian dari kawasan metropolitan Bandung Raya dan memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi, pendidikan, serta permukiman di Kota Bandung.
Perjalanan berakhir di Stasiun Bandung. Berdasarkan data BPS dalam publikasi Kota Bandung Dalam Angka 2025, jumlah penduduk Kota Bandung mencapai sekitar 2,58 juta jiwa. Kota ini dikenal sebagai pusat pendidikan, ekonomi kreatif, teknologi, perdagangan, dan pariwisata di Jawa Barat.
Anne menambahkan, kehadiran KA Ciremai turut mendukung mobilitas masyarakat di kota-kota besar maupun wilayah penyangga yang berada di sepanjang lintasan perjalanan.
“KAI akan terus menjaga kualitas layanan agar perjalanan pelanggan berlangsung aman, nyaman, tepat waktu, serta mampu mendukung keterhubungan antardaerah yang semakin kuat,” tutup Anne.(fahmi)
































