Menu

Mode Gelap
Kuliner Kereta Hadirkan Menu Baru untuk Temani Libur Panjang Penumpang KA KAI Layani 3,2 Juta Penumpang Kereta Bandara hingga April 2026, Mobilitas Masyarakat Kian Bergantung pada Transportasi Terintegrasi Long Weekend Naik Whoosh? Ada Diskon Hotel, Wisata Gratis, hingga Shuttle ke Destinasi Favorit KAI Layani 393 Ribu Pelanggan di Awal Long Weekend, Rute Yogyakarta dan Bandung Jadi Favorit Penjualan Tiket Whoosh Meningkat saat Long Weekend, KCIC Catat 49 Ribu Tiket Terjual AHY dan Jajaran Kemenko Infrastruktur Hadiri Ratas Bersama Presiden Prabowo

ANJUNGAN

Percepatan Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan Digeber

badge-check


 Direktur Kepelabuhanan Perbesar

Direktur Kepelabuhanan

Wartatrans.com, JAKARTA – Percepatan penyusunan dan penetapan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) digeber sebagai landasan strategis pengembangan pelabuhan nasional yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Muh. Anto Julianto, menyampaikannya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (29/1/2026).

Menurut Anto, sektor kepelabuhanan memegang peran yang semakin strategis dalam mendukung konektivitas nasional, kelancaran arus logistik, serta pertumbuhan ekonomi wilayah.

“Dinamika perdagangan, peningkatan volume arus barang dan penumpang, serta tuntutan pelayanan yang semakin efisien dan berdaya saing menuntut pengelolaan pelabuhan yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan,” urainya.

Dia menambahkan, pengelolaan pelabuhan ke depan juga dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan kapasitas fasilitas, kebutuhan penataan ruang pelabuhan dan perairan, hingga integrasi dengan moda transportasi lain serta pemenuhan aspek keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan.

“Kondisi ini semakin menegaskan pentingnya perencanaan kepelabuhanan yang komprehensif dan berbasis regulasi,” ucapnya.

Rencana Induk Pelabuhan (RIP) merupakan dokumen perencanaan strategis yang menjadi acuan utama dalam pengembangan pelabuhan, baik dari aspek tata ruang, penyediaan fasilitas, maupun tahapan pembangunan, agar selaras dengan kebijakan nasional dan rencana tata ruang wilayah.

Pengembangan pelabuhan secara nasional sendiri telah diatur dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 432 Tahun 2017 dan terakhir diubah dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 217 Tahun 2022.

“Rencana Induk Pelabuhan pada masing-masing pelabuhan menjadi kerangka dasar pengembangan pelabuhan yang terintegrasi dengan kebijakan nasional dan daerah, sekaligus sebagai pedoman dalam meningkatkan efisiensi operasional dan menjawab tantangan sektor kemaritiman ke depan,” imbuhnya.

Anto mengungkapkan, berdasarkan data RIPN, dari 636 lokasi pelabuhan eksisting, hingga saat ini baru sekitar 76 persen yang memiliki dokumen Rencana Induk Pelabuhan dan sekitar 35 persen yang telah memeroleh penetapan.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan perlunya langkah strategis dan percepatan pemenuhan dokumen RIP.

Sebagai bentuk komitmen percepatan tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menerbitkan Surat Edaran Nomor SE/DJPL 14 Tahun 2024 tentang Percepatan Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan serta Surat Edaran Nomor SE-DJPL 27 Tahun 2025 tentang Penetapan Rencana Induk Pelabuhan, DLKR, dan DLKP oleh Penyelenggara Pelabuhan.

Selain itu, Ditjen Perhubungan Laut juga melakukan penguatan regulasi melalui revisi petunjuk teknis penyusunan Rencana Induk Pelabuhan sebagaimana tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor KPDJPL 598 Tahun 2025.

Dalam bimtek ini, peserta yang merupakan perwakilan dari Kantor UPT Ditjen Hubla dibekali materi terkait penyusunan Rencana Induk Pelabuhan yang terintegrasi dengan berbagai kebijakan dan regulasi, keterkaitannya dengan dokumen perencanaan lainnya, serta tata cara dan simulasi penyusunannya.

“Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta, kami optimistis dapat menghasilkan perencanaan pengembangan pelabuhan yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing,” kata Anto.

Bimtek ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi penataan dan pengembangan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

“Mari kita laksanakan kegiatan ini dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat guna mencapai hasil yang optimal,” tutup Anto.

Sebagai informasi, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, antara lain Kepala Subdirektorat Perencanaan Kepelabuhanan, Direktur Perencanaan Ruang Perairan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepala Subdirektorat Perencanaan Tata Ruang Nasional Kementerian ATR/BPN.

Hadir juga Ketua Tim Pengamatan Laut Direktorat Navigasi, Penilik Kepelabuhanan pada Subdirektorat Perencanaan Kepelabuhanan, Ketua Tim Tarif Jasa Kepelabuhanan pada Subdirektorat Manajemen Informasi dan Operasional, serta Tenaga Ahli Penyusun RIP (Rencana Induk Pelabuhan). (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

ASDP Raih Penghargaan Top CSR 2026 Berkat Program Mudik Ramah Anak

14 Mei 2026 - 21:14 WIB

BKKP dan UPP Indramayu Dorong Penerapan K3 dan MCU Berkala bagi Stakeholder Pelabuhan

14 Mei 2026 - 12:06 WIB

Kunjungan Mahasiswa UI ke IPC TPK, Sinkronisasi Teori Akademik dan Realita Industri Pelabuhan

13 Mei 2026 - 20:35 WIB

KSP Dudung Abdurachman Tinjau Langsung Pelindo, Dukung Penguatan Tata Kelola Pelabuhan Nasional

13 Mei 2026 - 19:41 WIB

PT Pelindo Solusi Maritim Modernisasi Crane Pelabuhan dengan Pembaruan Sistem Komputerisasi

13 Mei 2026 - 18:30 WIB

Libur Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, ASDP Perkuat Akses Wisata Danau Toba

13 Mei 2026 - 17:47 WIB

TPK Teluk Lamong Catat Lonjakan Arus Petikemas Internasional 91 Persen

13 Mei 2026 - 11:59 WIB

SPJM Bukukan Laba Bersih Lampaui Target RKAP pada Kuartal I 2026

13 Mei 2026 - 07:39 WIB

Stakeholders Pelabuhan Priok Perkuat Sinergi dan Kemitraan Melalui Raker IPEC 2026

13 Mei 2026 - 07:19 WIB

IPC Terminal Petikemas Dorong Inklusi Ekonomi Perempuan Penyandang Disabilitas Melalui Program TJSL di Kalimantan Barat

12 Mei 2026 - 19:21 WIB

Trending di ANJUNGAN