Menu

Mode Gelap
KAI Services Bukukan Pendapatan Rp2,79 Triliun di 2025, Laba Naik 24 Persen WFH ASN Berlaku, Pengguna Commuter Line Jabodetabek Turun 27 Persen Pengguna Bogor Line Tembus 155 Juta pada 2025, KAI Siapkan Penguatan Layanan hingga Sukabumi Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat KAI Group Layani 128 Juta Pelanggan di Triwulan I 2026, Tumbuh Hampir 10 Persen

ANJUNGAN

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

badge-check


 Foto istimewa/pelindo regional 2 Perbesar

Foto istimewa/pelindo regional 2

Foto istimewa/pelindoregional2

Wartatrans.com, PALEMBANG – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendukung Project Launching/ Peluncuran Proyek Pelabuhan Palembang Baru (New Palembang Port) di Tanjung Carat, yang diresmikan oleh Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Daerah Sumatera Selatan, Kamis (9/4).

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Sumatera Selatan memiliki peran penting dalam perekonomian nasional.

“Sumatera Selatan merupakan simpul perekonomian nasional yang memiliki sumber daya alam melimpah. Potensi ini harus diimbangi dengan infrastruktur logistik yang kuat, sehingga biaya logistik dapat ditekan dan nilai tambah ekonomi dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat merupakan proyek strategis yang memiliki posisi penting dalam agenda besar pembangunan nasional,” ujar Dudy.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid menambahkan bahwa pembangunan pelabuhan ini juga memiliki nilai strategis dari sisi investasi dan konektivitas wilayah.

“Ke depan, keberadaan Pelabuhan Tanjung Carat diharapkan menjadi investasi yang baik karena berkaitan erat dengan peningkatan konektivitas antarwilayah,” jelas Nusron.

Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat sendiri telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 16 Tahun 2025. Status tersebut memberikan landasan kuat dalam percepatan realisasi proyek, mulai dari aspek perizinan, pembebasan lahan, hingga skema pendanaan melalui Kerjasama Pemanfaatan Barang Milik Negara (KSP BMN).

Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Herman Deru dalam sambutannya menyampaikan optimisme terhadap dampak positif pembangunan pelabuhan tersebut.

“Harapannya, dengan terealisasinya Pelabuhan Tanjung Carat, kapal yang akan keluar atau masuk Palembang tidak lagi mengandalkan pasang surut air. Dengan demikian, perekonomian Sumatera Selatan akan semakin kuat serta dapat membawa nama baik Palembang melalui potensi sumber daya alam yang dimilikinya,” ungkap Herman.

Proyek ini dikembangkan melalui skema investasi KSP BMN tanpa menggunakan dana APBN, dengan melibatkan konsorsium yang terdiri dari PT Pelindo (Persero), PT Samudera Pasai Indonesia, dan PT Sumatera Selatan Energy Gemilang (SSEG). Ke depan, konsorsium ini akan membentuk Special Purpose Vehicle (SPV) atau Badan Usaha Pelabuhan (BUP) sebagai entitas pengelola operasional, sekaligus membuka peluang masuknya investor global dalam pengembangan fasilitas penunjang.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar menyampaikan bahwa keterlibatan Pelindo dalam proyek ini merupakan bagian dari sinergi bersama para mitra untuk memperkuat konektivitas dan sistem logistik nasional khususnya di wilayah Sumatera bagian Selatan.

“Pelindo bersama para mitra dalam konsorsium berkomitmen untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat agar dapat berjalan efektif dan memberikan nilai tambah. Kami percaya, kolaborasi ini akan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan daya saing logistik serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Selatan,” kata Achmad.

Pelabuhan Tanjung Carat dirancang sebagai pelabuhan laut dalam (deep sea port) berkapasitas besar yang mampu melayani kapal-kapal berukuran besar, sehingga meningkatkan efisiensi logistik dan daya saing ekspor daerah. Kehadiran pelabuhan ini diharapkan menjadi gerbang ekonomi baru yang mendorong pertumbuhan industri serta membuka peluang investasi yang lebih luas.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Begini Skema Kebijakan Penerapan WFH bagi ASN Kemenhub

10 April 2026 - 08:52 WIB

Menhub Dudy Nyatakan Angkutan Lebaran 2026 Berjalan Baik

10 April 2026 - 08:41 WIB

Scoot Perluas Jangkauan di Indonesia, Buka Rute Baru ke Belitung dan Pontianak

10 April 2026 - 06:50 WIB

Mantap, Peak Season Lebaran, Citilink Angkut Penumpang Harian Tertinggi Sepanjang Sejarah

9 April 2026 - 21:41 WIB

Ada Penyesuaian Tarif Lintas Tarakan–Sebawang, ASDP Pastikan Jaga Layanan

9 April 2026 - 19:41 WIB

Sepanjang Periode Angleb, PELNI Sukses Layani 652.271 Penumpang

9 April 2026 - 18:24 WIB

Presiden Prabowo Mengaku Tengah Membentuk Perusahaan Sedan Listrik 

9 April 2026 - 18:04 WIB

BPSDMP Gandeng 10 Pemda, Perkuat SDM Transportasi

9 April 2026 - 16:44 WIB

Kemenhub Wajibkan Wreck Removal Certificate pada Bangkai Kapal

9 April 2026 - 15:58 WIB

Trending di ANJUNGAN