Wartatrans.com, SEPANG – AirAsia semakin agresif memperkuat posisinya sebagai maskapai berbiaya hemat terkemuka di Asia.
Di tengah meningkatnya permintaan perjalanan udara dan membaiknya stabilitas kawasan, AirAsia menargetkan pemulihan kapasitas penerbangan secara penuh pada Agustus 2026, sekaligus memperluas jaringan ke sejumlah destinasi baru, termasuk London, Bahrain, Busan, dan Batam.

Langkah ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang AirAsia untuk memperkuat konektivitas regional, mendorong pertumbuhan pariwisata, serta mendukung aktivitas perdagangan dan ekonomi di kawasan ASEAN.
Saat ini, AirAsia terus mengembalikan kapasitas penerbangan secara bertahap di seluruh jaringan grup.
Sejalan dengan pemulihan tersebut, maskapai juga menambah sejumlah rute internasional dan domestik guna mengakomodasi tingginya permintaan perjalanan yang terus menunjukkan tren positif.
Tak hanya memperluas jaringan, AirAsia juga berkomitmen menghadirkan tarif yang semakin terjangkau. Tren penurunan harga avtur dinilai membuka peluang bagi maskapai untuk kembali menawarkan lebih banyak kursi dengan harga hemat kepada masyarakat.
Dalam aspek operasional, AirAsia mencatat peningkatan kinerja yang signifikan. Sejak April 2026, tujuh maskapai dalam Grup AirAsia berhasil mempertahankan rata-rata tingkat ketepatan waktu (On-Time Performance/OTP) sebesar 85 persen di lebih dari 150 destinasi yang dilayani.
Maskapai juga mempercepat program modernisasi armada dengan menghadirkan pesawat Airbus A321LR yang mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 20 persen per kursi dibandingkan generasi sebelumnya. Ke depan, pengoperasian Airbus A220 diharapkan semakin meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga daya saing tarif.
Group CEO AirAsia, Bo Lingam, mengatakan beberapa bulan terakhir menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat fondasi bisnis dan meningkatkan ketahanan operasional.
“Kami tetap fokus memperkuat operasional, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat pemanfaatan teknologi berbasis AI dan data untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efektif. Hasilnya, AirAsia kini menjadi organisasi yang lebih tangguh, lincah, dan siap menghadapi peluang pertumbuhan di masa depan,” ungkap Bo Lingam.
Menurutnya, keterjangkauan biaya perjalanan udara menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kawasan.
Karena itu, diperlukan kolaborasi erat antara maskapai, pengelola bandara, regulator, dan pelaku industri pariwisata agar biaya perjalanan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Dia menegaskan, sektor penerbangan dan pariwisata memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian negara-negara ASEAN.
Karenanya, seluruh pemangku kepentingan perlu menjaga daya saing industri agar pemulihan dan pertumbuhan sektor tersebut dapat terus berlanjut secara berkelanjutan. (omy)































