Menu

Mode Gelap
KAI Lanjutkan Pendampingan Korban Insiden Bekasi Timur, 17 Pelanggan Masih Dirawat Perkuat Standar Layanan dan Keselamatan Secara Berkelanjutan, DAMRI Tingkatkan Kompetensi Pengemudi di Berbagai Layanan Kemenhub Teken 2 Perjanjian Konsesi Strategis dengan PT Pelindo Dukung Kelancaran Logistik Wilayah, PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Peran ASDP Ramaikan Forum Inabuyer 2026, Dorong UMKM Naik Kelas Pojok Baca Edukasi Polsek Kalibaru: Menumbuhkan Minat Baca dan Kepedulian Gizi Anak Sejak Dini

PERISTIWA

Raden Panji dari Bojonggede Ulama Sunyi Penjaga Arah Zaman

badge-check


 Raden Panji dari Bojonggede Ulama Sunyi Penjaga Arah Zaman Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Wilayah Bojonggede Bogor belum seramai hari ini ketika seorang ulama bergelar Raden Panji memilih menetap dan berdakwah di sana. Wilayah itu masih berupa hamparan kampung, ladang, dan jalur lintasan masyarakat Sunda yang hidup berdampingan dengan tradisi lama. Di tengah lanskap itulah Raden Haji Panji Nitikisumah menanamkan pengaruhnya—pelan, dialogis, dan mengakar.
Nama lengkapnya panjang: Raden H. Panji Nitikisumah bin Tb Kosim bin P. Muhammad. Masyarakat setempat cukup menyebutnya Raden Panji. Ia hidup dan aktif berdakwah pada awal abad ke-19, sekitar tahun 1814, masa ketika Islam di Tatar Sunda berkembang melalui jalur kultural, bukan konfrontasi.

Raden Panji dikenal sebagai ulama yang tidak datang membawa garis pemisah yang tegas antara “yang lama” dan “yang baru”. Dakwahnya inklusif dan adaptif—menyerap tradisi lokal, mengolahnya, lalu memberi makna keislaman tanpa memutus akar budaya. Metode itu membuat ajarannya diterima luas oleh masyarakat Bojonggede dan sekitarnya.

Jejak terpenting dakwahnya berdiri hingga kini: Masjid Jami’ An-Nur. Masjid itu dibangun pada 1814 di atas tanah wakaf dari adiknya. Bukan sekadar bangunan ibadah, masjid ini sejak awal dirancang sebagai pusat pengajaran agama, ruang musyawarah, dan simpul kehidupan sosial. Kampung di sekitarnya kemudian dikenal sebagai Kampung Masjid, penanda betapa kuatnya peran masjid itu dalam kehidupan warga.

Masjid Jami’ An-Nur menjadi saksi bagaimana Islam bertumbuh secara organik di Bojong Gede—melalui pengajian, dialog, dan keteladanan hidup. Dari sana pula lahir generasi yang menjaga kesinambungan ajaran, tanpa kehilangan identitas lokalnya.

Raden Panji wafat dan dimakamkan tak jauh dari masjid yang ia dirikan. Kini, makamnya menjadi situs ziarah religi, didatangi peziarah dari berbagai daerah. Mereka datang bukan hanya untuk berdoa, tetapi juga untuk menyambung ingatan—tentang seorang tokoh yang menanamkan Islam dengan kesabaran dan kebijaksanaan.

Nilai historis Raden Panji kian kuat karena silsilahnya yang ditelusuri hingga Syarif Hidayatullah, Sunan Gunung Jati. Nasab itu menempatkannya dalam mata rantai panjang ulama penyebar Islam di Jawa. Namun bagi masyarakat Bojonggede, kebesaran Raden Panji tidak berhenti pada garis keturunan. Ia hidup dalam ingatan kolektif sebagai figur yang membumi.

Kini, nama Jalan R.H. Panji dan keberadaan Masjid Jami’ An-Nur menjadi penanda konkret warisan itu. Di tengah laju urbanisasi Bojonggede yang kian cepat, jejak Raden Panji tetap bertahan—sebagai pengingat bahwa Islam di tanah ini pernah tumbuh lewat jalan sunyi: dialog, budaya, dan keteladanan.

Sejarah memang kerap mencatat para tokoh besar di pusat-pusat kekuasaan. Tapi di Bojonggede, sejarah juga dijaga oleh seorang ulama kampung yang memilih bekerja dalam diam—dan meninggalkan cahaya yang tak pernah benar-benar padam.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JMSI Sulawesi Tengah Kecam Pernyataan Mantan Direktur RSUD Undata Yang Hina Jurnalis

6 Mei 2026 - 02:35 WIB

Kartunis Dorong Pameran “JAKARTUN” untuk HUT Jakarta ke-499

5 Mei 2026 - 13:46 WIB

Pase Raya Gelar Halal Bihalal, Pererat Warga Aceh Utara di Perantauan

5 Mei 2026 - 10:55 WIB

Massa Aksi Padati Gedung Gubernur Aceh, Tuntut Pencabutan Pergub JKA 2026

4 Mei 2026 - 23:46 WIB

Sinergi Pelindo Regional 4 – DPRD, Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

4 Mei 2026 - 22:40 WIB

Soliditas Jadi Kunci Bertahan Forwan

4 Mei 2026 - 13:20 WIB

Neno Warisman Diharapkan Perkuat Dukungan Negara dalam Pencanangan Bulan Ismail Marzuki

4 Mei 2026 - 11:19 WIB

Musda Demokrat Sulteng Segera Dilaksanakan, Talitti Paluge : Kolaborasi Figur Baru Memperkuat Kerja kerja Partai

4 Mei 2026 - 09:36 WIB

May Day dan Hari Kebebasan Pers, Koalisi Jurnalis Sulteng Soroti Ancaman Kebebasan Pers

4 Mei 2026 - 09:03 WIB

Halimah Munawir Luncurkan Podcast, Ruang Baru untuk Gagasan Lintas Bidang

3 Mei 2026 - 22:48 WIB

Trending di RAGAM