Menu

Mode Gelap
Daimler Truck Operasikan Pusat Suku Cadang Global di Jerman, Pasokan Mercedes-Benz Indonesia Dipastikan Makin Cepat Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang Paradoks Lansia Indonesia: Menua dalam Jeratan Sektor Informal Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif Semester I 2026, Penumpang KAI Divre III Palembang Tembus 603.967 Orang, Naik 11 Persen Kepala Dinas Keuangan Subulussalam Belum Dilantik Meski Lelang Jabatan Selesai, Publik Pertanyakan Alasannya

PERISTIWA

Raden Panji dari Bojonggede Ulama Sunyi Penjaga Arah Zaman

badge-check


 Raden Panji dari Bojonggede Ulama Sunyi Penjaga Arah Zaman Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Wilayah Bojonggede Bogor belum seramai hari ini ketika seorang ulama bergelar Raden Panji memilih menetap dan berdakwah di sana. Wilayah itu masih berupa hamparan kampung, ladang, dan jalur lintasan masyarakat Sunda yang hidup berdampingan dengan tradisi lama. Di tengah lanskap itulah Raden Haji Panji Nitikisumah menanamkan pengaruhnya—pelan, dialogis, dan mengakar.
Nama lengkapnya panjang: Raden H. Panji Nitikisumah bin Tb Kosim bin P. Muhammad. Masyarakat setempat cukup menyebutnya Raden Panji. Ia hidup dan aktif berdakwah pada awal abad ke-19, sekitar tahun 1814, masa ketika Islam di Tatar Sunda berkembang melalui jalur kultural, bukan konfrontasi.

Raden Panji dikenal sebagai ulama yang tidak datang membawa garis pemisah yang tegas antara “yang lama” dan “yang baru”. Dakwahnya inklusif dan adaptif—menyerap tradisi lokal, mengolahnya, lalu memberi makna keislaman tanpa memutus akar budaya. Metode itu membuat ajarannya diterima luas oleh masyarakat Bojonggede dan sekitarnya.

Jejak terpenting dakwahnya berdiri hingga kini: Masjid Jami’ An-Nur. Masjid itu dibangun pada 1814 di atas tanah wakaf dari adiknya. Bukan sekadar bangunan ibadah, masjid ini sejak awal dirancang sebagai pusat pengajaran agama, ruang musyawarah, dan simpul kehidupan sosial. Kampung di sekitarnya kemudian dikenal sebagai Kampung Masjid, penanda betapa kuatnya peran masjid itu dalam kehidupan warga.

Masjid Jami’ An-Nur menjadi saksi bagaimana Islam bertumbuh secara organik di Bojong Gede—melalui pengajian, dialog, dan keteladanan hidup. Dari sana pula lahir generasi yang menjaga kesinambungan ajaran, tanpa kehilangan identitas lokalnya.

Raden Panji wafat dan dimakamkan tak jauh dari masjid yang ia dirikan. Kini, makamnya menjadi situs ziarah religi, didatangi peziarah dari berbagai daerah. Mereka datang bukan hanya untuk berdoa, tetapi juga untuk menyambung ingatan—tentang seorang tokoh yang menanamkan Islam dengan kesabaran dan kebijaksanaan.

Nilai historis Raden Panji kian kuat karena silsilahnya yang ditelusuri hingga Syarif Hidayatullah, Sunan Gunung Jati. Nasab itu menempatkannya dalam mata rantai panjang ulama penyebar Islam di Jawa. Namun bagi masyarakat Bojonggede, kebesaran Raden Panji tidak berhenti pada garis keturunan. Ia hidup dalam ingatan kolektif sebagai figur yang membumi.

Kini, nama Jalan R.H. Panji dan keberadaan Masjid Jami’ An-Nur menjadi penanda konkret warisan itu. Di tengah laju urbanisasi Bojonggede yang kian cepat, jejak Raden Panji tetap bertahan—sebagai pengingat bahwa Islam di tanah ini pernah tumbuh lewat jalan sunyi: dialog, budaya, dan keteladanan.

Sejarah memang kerap mencatat para tokoh besar di pusat-pusat kekuasaan. Tapi di Bojonggede, sejarah juga dijaga oleh seorang ulama kampung yang memilih bekerja dalam diam—dan meninggalkan cahaya yang tak pernah benar-benar padam.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Paradoks Lansia Indonesia: Menua dalam Jeratan Sektor Informal

1 Juli 2026 - 17:50 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif

1 Juli 2026 - 17:36 WIB

Catatan Halimah Munawir: Kebahagiaan Seorang Ibu adalah Hadir di Setiap Langkah Anak

1 Juli 2026 - 14:25 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Pemkot Jakarta Utara Tanam 665 Pohon

1 Juli 2026 - 13:11 WIB

Catatan Iwan Piliang: Saatnya Pengusaha Indonesia Berhenti Bergantung pada Proyek Pemerintah

1 Juli 2026 - 12:45 WIB

Kota Subulussalam Dilanda Defisit Anggaran, Kinerja Pemko dan DPRK Dipertanyakan

1 Juli 2026 - 12:14 WIB

Rentenir Berkedok Koperasi Disebut Kembali Marak di Kota Langsa, Warga Minta Penindakan

1 Juli 2026 - 12:02 WIB

Miris, Dua Perangkat Desa Sungai Pauh Firdaus Tanpa Alasan Jelas dan Tanpa SP 1 & 2 Diberhentikan

1 Juli 2026 - 11:15 WIB

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Melalui Bowling Fun Games 2026, IPC TPK dan Mitra PBM Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi Dorong Operational Excellence

1 Juli 2026 - 07:43 WIB

Trending di OLAH RAGA