Menu

Mode Gelap
Rani Pancarani Sulap Kelas Vokal Jadi Ruang Belajar yang Menyenangkan, Lagu Mandarin Kian Digemar Perkuat Keselamatan, Grab, Kemenhub, dan AISI Gelar Pelatihan bagi 1.052 Mitra Pengemudi di 5 Kota KAI Angkut 32,50 Juta Ton Barang pada Semester I 2026, Perkuat Integrasi Logistik Nasional 1,68 Juta Penumpang KA Jarak Jauh Manfaatkan Face Recognition di Daop 1 Jakarta pada Semester I 2026 Hari Anak Nasional, drg. Ambar Puspitasari SpKGA, Edukasi Kesehatan Gigi Murid Disabilitas pada Pengguna Transportasi Publik Gelar RUPSLB, Dirut GMFI Sebut Pemegang Saham Setujui Kuasi Reorganisasi

SENI BUDAYA

Rani Pancarani Sulap Kelas Vokal Jadi Ruang Belajar yang Menyenangkan, Lagu Mandarin Kian Digemar

badge-check


 Rani Pancarani Sulap Kelas Vokal Jadi Ruang Belajar yang Menyenangkan, Lagu Mandarin Kian Digemar Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Penyanyi senior lagu Mandarin Rani Pancarani berhasil mengubah hobinya mengajar vokal menjadi aktivitas yang diminati banyak orang. Berawal dari kelas kecil saat pandemi COVID-19, kini kursus vokal yang dipimpinnya berkembang pesat dengan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari lansia hingga generasi muda yang ingin menguasai lagu-lagu Mandarin.

Rani mengungkapkan, ide membuka kelas lahir ketika sejumlah temannya meminta diajari bernyanyi secara berkelompok. Meski belum memiliki pengalaman mengajar kelas, ia menerima tantangan tersebut dan terus menyempurnakan metode pembelajarannya selama empat tahun terakhir.

Keunikan kelas Rani terletak pada pendekatan yang sangat personal. Setiap peserta bebas memilih lagu yang ingin dipelajari, kemudian lagu tersebut dibedah secara menyeluruh, mulai dari teknik vokal, pengaturan napas, interpretasi lagu, hingga cara mengucapkan lirik dengan benar.

“Setiap lagu memiliki karakter yang berbeda. Lagu Mandarin tentu berbeda dengan dangdut, keroncong, maupun lagu pop. Karena itu saya tidak pernah menggunakan satu metode untuk semua lagu,” jelasnya.

Di kelas Mandarin, perhatian terbesar diberikan pada pelafalan. Menurut Rani, kesalahan pengucapan akan memengaruhi rasa percaya diri penyanyi dan berdampak pada kualitas suara.

Karena itu, setiap murid diwajibkan menulis sendiri lirik lagu lengkap dengan berbagai catatan teknik yang diberikan selama latihan. Cara tersebut dinilai lebih efektif dibanding hanya membaca dari ponsel karena membantu peserta lebih cepat menghafal sekaligus memahami isi lagu.

Tidak hanya itu, suasana belajar juga dibuat santai. Rani bahkan sengaja menggelar kelas di restoran dengan iringan live keyboard agar para peserta terbiasa tampil di depan orang banyak. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi latihan mental yang sangat penting sehingga murid tidak lagi gugup saat bernyanyi di acara keluarga maupun kegiatan komunitas.

Hasilnya mulai terlihat dalam waktu singkat. Banyak peserta yang awalnya mengaku tidak berani bernyanyi di depan umum, kini sudah percaya diri tampil dalam berbagai acara. Bahkan beberapa keluarga sengaja mengikuti kelas bersama agar dapat tampil kompak saat menghadiri pesta atau gathering.

Rani menilai perkembangan murid terjadi lebih cepat karena mereka tidak hanya belajar dari penampilannya sendiri, tetapi juga menyerap koreksi yang diberikan kepada peserta lain.

“Saya selalu bilang, walaupun sedang menunggu giliran, kalian tetap belajar. Semua yang dibahas di kelas adalah ilmu,” katanya.

Menariknya, peserta kursus bukan hanya ingin belajar menyanyi. Sebagian datang karena ingin memperbaiki kemampuan berbahasa Mandarin melalui lagu. Fenomena ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap lagu-lagu Mandarin yang kini kembali populer.

Melihat antusiasme yang terus meningkat, Rani telah membuka sesi kelas tambahan. Ia juga mulai menerima permintaan membuka kelas di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) dan sejumlah kota lain. Namun, ia mengaku masih menyiapkan tenaga pengajar pendamping agar kualitas pembelajaran tetap terjaga.

Bagi Rani Pancarani, keberhasilan seorang guru bukan sekadar mencetak penyanyi profesional, melainkan membantu setiap murid menemukan rasa percaya diri dan menikmati proses belajar.

“Kepuasan terbesar saya adalah melihat perubahan murid. Dari yang awalnya takut bernyanyi, sekarang berani tampil dan menikmati setiap lagu yang mereka bawakan,” tutup Rani.*** (Buyil)

Baca Lainnya

Alam Urbach Gabung Tuaipuja, Siap Rilis LP Perdana dengan 12 Lagu

28 Juli 2026 - 10:42 WIB

Halimah Munawir: Puisi Adalah Ruang untuk Merawat Kemanusiaan dan Menjaga Nurani

28 Juli 2026 - 10:24 WIB

Sastra Masuk Sekolah Hadir di SMA Negeri 71 Jakarta, Siswa Dilatih Menulis Puisi dan Cerpen

28 Juli 2026 - 10:16 WIB

Aktor dan Ceh Didong Kabri Wali Apresiasi Anugerah Adiluhung LK Ara, Dukung Didong Gayo Menuju UNESCO

28 Juli 2026 - 10:08 WIB

Kirab Budaya Saparan: Kecamatan Borobudur, Wadah Kebudayaan yang Merajut Keutuhan dalam Kebersamaan

27 Juli 2026 - 11:09 WIB

Betawi Academia Diharapkan Dukung Penerbitan Edisi Kedua Kembang Goyang

27 Juli 2026 - 05:51 WIB

Pemegang Rekor MURI Muda Balia Tampil di Sophie’s Sunset Library 2.0

27 Juli 2026 - 05:42 WIB

Temu Seniman: Sebuah Cerita Berontak Sejenak

27 Juli 2026 - 05:37 WIB

Catatan LK Ara, Saat Menerima Anugrah Adiluhung HPI 2026

26 Juli 2026 - 21:18 WIB

Penyair Gayo LK Ara Raih Anugerah Kepenyairan Adiluhung 2026

26 Juli 2026 - 19:46 WIB

Trending di SENI BUDAYA