Wartatrans.com, JAKARTA – Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas dan peningkatan volume penumpang transportasi umum seiring rencana aksi unjuk rasa bertajuk “Stop MBG dan Turunkan BBM” yang akan berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jumat (12/6/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima, aksi yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) tersebut diperkirakan diikuti sekitar 1.500 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat sipil.

Dikutip dari IG TMC Poldametro, masyarakat yang akan beraktivitas di kawasan Jakarta Pusat untuk mengatur waktu perjalanan, memanfaatkan jalur alternatif, serta mengikuti informasi lalu lintas dari kanal resmi guna menghindari kepadatan di sekitar lokasi aksi.”
Berdasarkan perkiraan, pergerakan massa menuju lokasi aksi berpotensi menyebabkan kepadatan sejak pukul 07.30 hingga 10.00 WIB.
Sementara aksi utama dijadwalkan berlangsung pada 10.00–16.00 WIB, dan proses pembubaran massa diperkirakan berlangsung hingga 20.00 WIB.
Massa aksi diperkirakan datang dari berbagai wilayah, antara lain jalur Depok–Lenteng Agung–Pasar Minggu–Gatot Subroto/Sudirman.
Pengguna KRL yang turun di kawasan Sudirman dan Dukuh Atas, serta mahasiswa dari wilayah Bekasi, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara juga akan berdatangan.
Selain berdampak pada arus lalu lintas, aksi tersebut juga berpotensi meningkatkan kepadatan pengguna transportasi umum.
Stasiun KRL di kawasan Sudirman, Tanah Abang, dan Dukuh Atas diperkirakan mengalami lonjakan penumpang.
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di stasiun MRT Bundaran HI dan Dukuh Atas.
Sejumlah koridor bus TransJakarta yang melintasi kawasan MH Thamrin dan Bundaran HI berpotensi mengalami pengalihan rute secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
“Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib, damai, dan mematuhi ketentuan yang berlaku. Sementara masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak di sekitar Bundaran HI, MH Thamrin, dan Sudirman disarankan menghindari kawasan tersebut selama berlangsungnya kegiatan.”
Masyarakat juga disarankan merencanakan perjalanan lebih awal, menyiapkan rute alternatif, serta memanfaatkan pertemuan daring bila memungkinkan.
Informasi terkini terkait kondisi lalu lintas dan transportasi umum dapat dipantau melalui kanal resmi operator transportasi dan informasi lalu lintas kepolisian. (omy/bs)































