Menu

Mode Gelap
InJourney Airports LC Perkuat Dukung Pengembangan SDM Industri Aviasi Bertaraf Global Marak Penipuan Berkedok Whoosh, KCIC Minta Pembelian Tiket Hanya di Kanal Resmi Tokoh Lintas Agama Deklarasikan Perdamaian dalam The Golden Rule Interfaith Youth Conference Guru dan Kepala SMP MBS Zam-Zam Cilongok Ikuti Pelatihan Cambridge, Siapkan Implementasi Future Ready Education Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang Akses Keluar Tol Pekanbaru-Dumai Dialihkan Lewat Pintu Tol Bypass Mulai Hari Ini

Uncategorized

Mahasiswa Demo di Bundaran HI,  Aparat TNI dan Polisi Menghadang

badge-check


 Mahasiswa Demo di Bundaran HI,  Aparat TNI dan Polisi Menghadang Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta berupaya menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat, 12 Juni. Namun langkah mereka tertahan setelah aparat gabungan TNI dan Kepolisian membentuk barikade di sekitar kawasan Stasiun Sudirman, beberapa ratus meter dari titik yang menjadi tujuan aksi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ketegangan sempat terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ketika massa mahasiswa berusaha menerobos barisan aparat. Aksi dorong-mendorong antara demonstran dan petugas tidak dapat dihindari, meski situasi masih terkendali dan tidak berkembang menjadi bentrokan yang lebih luas.

Sejak siang hari, aparat telah melakukan penyekatan terhadap rombongan mahasiswa. Sejumlah bus yang mengangkut peserta aksi dilaporkan dihentikan di sekitar Jembatan Semanggi pada pukul 13.00 WIB. Akibatnya, para mahasiswa melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI dengan berjalan kaki.

Di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, aparat TNI dan Kepolisian membentuk lapisan pengamanan yang cukup rapat. Barikade tersebut membuat arus massa tertahan sebelum mencapai kawasan Bundaran HI, yang dikenal sebagai salah satu ikon ruang publik di Ibu Kota.

Pihak Kepolisian menyatakan Bundaran HI bukan lokasi yang diperuntukkan bagi penyampaian aspirasi. Aparat kemudian menawarkan alternatif lokasi aksi, yakni di depan Gedung DPR RI atau kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, dekat Monumen Nasional (Monas).

Namun tawaran tersebut ditolak oleh mahasiswa. Mereka tetap bersikeras menjadikan Bundaran HI sebagai titik aksi.

Salah seorang peserta demonstrasi menyebut pilihan lokasi itu memiliki makna simbolik. Menurut dia, aksi tidak diarahkan ke Gedung DPR karena lembaga legislatif dinilai tidak lagi menjalankan fungsi representasi rakyat secara optimal.

“DPR tidak menjalankan fungsinya. Karena itu kami memilih menyampaikan aspirasi di ruang publik yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat,” ujar seorang mahasiswa kepada wartawan di lokasi.

Massa juga menolak menggelar aksi di depan Istana Merdeka. Bagi mereka, Bundaran HI merupakan ruang publik strategis yang menjadi pusat perhatian masyarakat dan merepresentasikan denyut kehidupan perkotaan.

Aksi mahasiswa tersebut berlangsung di tengah meningkatnya gelombang kritik publik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah dan lembaga negara. Meski tidak berhasil mencapai Bundaran HI, mahasiswa tetap bertahan di sekitar kawasan Sudirman sambil menyampaikan orasi, membentangkan spanduk, dan mengibarkan bendera organisasi kemahasiswaan.

Hingga petang, aparat keamanan masih berjaga di sejumlah titik untuk mengantisipasi pergerakan massa. Arus lalu lintas di sekitar Jalan Sudirman sempat mengalami perlambatan akibat konsentrasi massa dan pengamanan yang dilakukan aparat.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tokoh Lintas Agama Deklarasikan Perdamaian dalam The Golden Rule Interfaith Youth Conference

30 Juli 2026 - 09:51 WIB

Difabel Great Camp 2026 di Medan Sukses Digelar, Dorong Semangat Inklusi dan Kemandirian

29 Juli 2026 - 19:46 WIB

Arus Petikemas IPC TPK Panjang Tumbuh Signifikan 73,7 Persen pada Juni 2026

29 Juli 2026 - 18:56 WIB

Harga Semen di Aceh Tengah Tembus Rp105 Ribu per Sak, Warga Keluhkan Tingginya Biaya Distribusi

29 Juli 2026 - 16:42 WIB

Pelindo Regional 4 Gandeng Stakeholder & Pengguna Jasa, Perkuat Budaya Antipenyuapan di Pelabuhan Makassar

29 Juli 2026 - 14:30 WIB

SMF Riset Ritel 2026: Konsumen Memilih Merawat Kendaraan Ketimbang Membeli

29 Juli 2026 - 08:39 WIB

Edrida Pulungan Raih Best Paper di Konferensi Internasional IFESDC 2026, Dorong Ekonomi Kreatif Syariah Indonesia Mendunia

29 Juli 2026 - 08:22 WIB

Cerita Dilema Kota Padat Bandung dan Bali, Tak Boleh Punya Gedung Menjulang

29 Juli 2026 - 07:05 WIB

Neno Warisman: Puisi Bukan Sekadar Rangkaian Kata, tetapi Cara Merawat Warisan Budaya

28 Juli 2026 - 22:39 WIB

Prabowo Pimpin Rapat Antisipasi El Nino, Pemerintah Diminta Perkuat Ketahanan Pangan dan Air

28 Juli 2026 - 21:29 WIB

Trending di RAGAM