Menu

Mode Gelap
Petugas Kebersihan Stasiun Madiun Raih Frontliner of The Month KAI Services Mei 2026 Penumpang Kereta Compartment Suite Naik 79 Persen, KAI Catat 20.565 Pelanggan hingga Mei 2026 KAI Kembangkan 113 Unit PLTS, Berpotensi Kurangi Emisi Hingga 5.800 Ton CO₂ per Tahun Vedra dan Felicia Banjir Pujian Saat Bawakan Tembang Milik Lesti Kejora dan King Nasar Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Tingkatkan Layanan Curah Cair Pemkot Langsa Gelar Pasar Murah Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

Uncategorized

Viral dan Dinilai Memalukan! Puluhan Emak-Emak Joget DJ Saat Demo di Kantor Bupati Aceh Singkil, Tuai Kritik Keras Publik

badge-check


 Viral dan Dinilai Memalukan! Puluhan Emak-Emak Joget DJ Saat Demo di Kantor Bupati Aceh Singkil, Tuai Kritik Keras Publik Perbesar

Wartatrans.com, ACEH SINGKIL -– Video yang memperlihatkan puluhan emak-emak berjoget mengikuti irama musik DJ di halaman Kantor Bupati Aceh Singkil saat berlangsungnya aksi demonstrasi viral di media sosial dan memicu gelombang kritik dari masyarakat.

Dalam video yang beredar luas, para peserta aksi tampak berjoget di tengah kegiatan unjuk rasa yang berlangsung di hadapan ratusan massa. Aksi tersebut dinilai sebagian warga sebagai pemandangan yang memalukan dan tidak mencerminkan tujuan utama sebuah demonstrasi yang seharusnya menjadi sarana penyampaian aspirasi secara tertib dan bermartabat.

Banyak masyarakat mengaku prihatin melihat peristiwa tersebut. Mereka menilai aksi joget DJ di halaman pusat pemerintahan daerah telah mengurangi kesakralan dan wibawa forum penyampaian aspirasi rakyat.

“Ini sangat disayangkan dan memalukan. Demonstrasi adalah wadah perjuangan menyampaikan suara masyarakat, bukan ajang hiburan yang berpotensi menghilangkan substansi tuntutan,” ujar salah seorang warga.

Kritik semakin menguat karena kejadian itu berlangsung di lingkungan Kantor Bupati Aceh Singkil, tempat yang dianggap sebagai simbol pemerintahan dan kehormatan daerah. Sejumlah warga menilai tayangan yang viral tersebut berpotensi mencoreng citra Aceh Singkil di mata publik.

Sebagai daerah yang dikenal menjunjung tinggi nilai agama, adat istiadat, serta budaya ketimuran, banyak pihak berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga sikap dan etika dalam setiap kegiatan di ruang publik. Mereka menilai kebebasan menyampaikan pendapat harus tetap dilakukan dengan cara yang santun dan menghormati norma yang berlaku.

Viralnya video tersebut kini menjadi bahan perbincangan luas di berbagai platform media sosial. Tidak sedikit masyarakat yang menilai aksi tersebut sebagai peristiwa yang memalukan dan tidak layak dipertontonkan di tengah kegiatan demonstrasi yang membawa nama masyarakat Aceh Singkil.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak penyelenggara aksi maupun pemerintah daerah terkait viralnya video tersebut.*** (T,J IQBAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Vedra dan Felicia Banjir Pujian Saat Bawakan Tembang Milik Lesti Kejora dan King Nasar

9 Juni 2026 - 19:51 WIB

Pemkot Langsa Gelar Pasar Murah Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

9 Juni 2026 - 18:52 WIB

Diskusi Sastra di TIM: Membaca Proses Kreatif di Balik “Mengapa Saya Berubah”

9 Juni 2026 - 18:23 WIB

Pelindo dan PT Pelabuhan Samudera Palaran Perkuat Tata Kelola Operasional Terminal Petikemas

9 Juni 2026 - 16:35 WIB

Public Expose Live 2026, IPCM Tegaskan Ketahanan Kinerja dan Percepat Akselerasi Pertumbuhan

9 Juni 2026 - 16:28 WIB

Denny Caknan, NDX A.K.A, dan Aftershine Ramaikan Zephyer Project Vol. 4 di Bekasi-Cikarang-Cibubur

9 Juni 2026 - 14:03 WIB

Desak LMKN Dibubarkan, Ratusan Musisi Kepung Kementerian Hukum

9 Juni 2026 - 13:25 WIB

Makan Bergizi Gratis atau Makan Uang Rakyat Gratis?

9 Juni 2026 - 10:23 WIB

Peran Masyarakat Jadi Garda Terdepan dalam Gerakan War on Drugs for Humanity

9 Juni 2026 - 10:07 WIB

Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa Bersama APBMI Sunda Kelapa Cetak Operator Crane dan Forklift Berkompeten dan Berbudaya K3

9 Juni 2026 - 05:46 WIB

Trending di ANJUNGAN