Menu

Mode Gelap
Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga

ANJUNGAN

SPSL Resmikan Bali Gapura Marina, Dorong Wisata Maritim di Kawasan BMTH Pelabuhan Benoa

badge-check


 Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Foto istimewa/SPSL Pelindo Perbesar

Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Foto istimewa/SPSL Pelindo

Wartatrans.com, BALI – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui subholding PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) kembali mengukuhkan komitmen dalam mengakselerasi potensi wisata maritim nasional dengan pengembangan Bali Benoa Marina di kawasan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), Pelabuhan Benoa, Bali yang secara resmi bernama Bali Gapura Marina.

Peresmian Bali Gapura Marina ini melanjutkan momentum positif groundbreaking pada 22 Mei 2025 lalu, dimana kedepan marina akan meliputi area seluas 33.000 meter persegi yang dirancang dapat menampung 180 yacht, termasuk 50 superyacht dengan dimensi panjang ukuran hingga 90 meter, serta akan dilengkapi dengan fasilitas seperti Premium Yacht Club, Crew Club, area MICE, F&B, perkantoran, dan retail.

Pemilihan nama ‘Gapura’ yang berarti gerbang dalam bahasa Bali, mencerminkan peran marina ini sebagai pintu masuk baru yang memadukan kekayaan budaya dengan layanan bertaraf internasional.

Menteri Pariwisata Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa pemilihan nama ini mencerminkan bagaimana setiap kapal disambut ke Bali Gapura Marina sebagai bagian dari perjalanan budaya.

“Ini juga mempertegas komitmen kami untuk menempatkan pariwisata bahari sebagai pusat proyek strategis nasional,” ungkapnya.

Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono, menjelaskan bahwa melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta, Bali Gapura Marina ditetapkan untuk menjadi marina layanan lengkap internasional pertama Indonesia.

“Pelindo tetap terbuka untuk mengembangkan marina berkelas dunia lainnya di seluruh kepulauan Indonesia, sejalan dengan visi jangka panjang kami untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat maritim utama,” ungkapnya.

Dukungan penuh bagi operasional marina juga dinyatakan oleh subholding Pelindo di bidang logistik dan hinterland development. Direktur Utama PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL), Joko Noerhudha, menekankan bahwa pembangunan Bali Gapura Marina merupakan milestone penting dan bagian dari komitmen SPSL dalam menghadirkan ekosistem marina tourism hub berkelas dunia yang mengedepankan keberlanjutan dan keunggulan teknologi.

“Kami terus membangun kolaborasi dan sinergi dengan mitra strategis untuk memastikan marina ini sesuai standar internasional, dan mengedepankan bisnis keberlanjutan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi pariwisata Bali dan Indonesia,” ujarnya.

Dalam membangun marina ini, SPSL menggandeng PT Marina Development Indonesia (MDI) untuk menangani pengembangan dan pengelolaan fasilitas marina serta area komersial pendukung.

Direktur Utama MDI, Ulf Backlund menjelaskan bahwa proyek pengembangan Bali Benoa Marina telah menunjukan kemajuan signifikan.

“Sejak Juli 2025, Dermaga B telah selesai dibangun dan disiapkan untuk menampung puluhan kapal bersandar. Penyelesaian Dermaga B ini bukan hanya tonggak operasional, tetapi awal dari era baru pariwisata bahari Indonesia. Tahap berikutnya mencakup penyediaan fasilitas layanan teknis lengkap pada pertengahan 2026, ekspansi hingga 180 tempat tambat termasuk kapasitas superyacht pada kuartal III 2026, serta pembangunan waterfront lifestyle hub pada 2028,” ungkapnya.

Ditaksir akan mulai beroperasi parsial melalui soft launching pada kuartal keempat 2025, Proyek Bali Gapura Marina menjadi perhatian sebagai studi kasus untuk ambisi Indonesia memasuki pasar superyacht dan pariwisata bahari mewah global berkelas dunia yang tumbuh pesat. Geografi Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau menawarkan potensi besar pariwisata bahari dengan keindahan alam yang menakjubkan. Namun, hingga kini Indonesia belum memiliki marina berkelas internasional yang mampu menghadirkan standar layanan dan safety berskala global. Melalui proyek ini, Pelindo menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem pelabuhan pariwisata yang terintegrasi, tangguh, dan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai global maritime tourism destination.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

3 Juli 2026 - 02:26 WIB

BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan

2 Juli 2026 - 22:05 WIB

Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan

2 Juli 2026 - 21:58 WIB

Tangis Haru Iringi Peresmian Akses Enang-Enang, Gotong Royong Akhiri Keterisolasian Warga

2 Juli 2026 - 16:23 WIB

Dukung Ketersediaan Pasokan Energi Nasional, Semester I-2026 PELNI Angkut 335.415 Metrik Ton Batubara

2 Juli 2026 - 16:20 WIB

BKKP-Institusi Pendidikan Maritim Perkuat Sinergi

2 Juli 2026 - 14:26 WIB

Kepala BNN RI Hadiri Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80

2 Juli 2026 - 13:08 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi

2 Juli 2026 - 11:24 WIB

Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran

2 Juli 2026 - 11:20 WIB

Trending di RAGAM