Menu

Mode Gelap
Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota 38 Persen Transaksi QRIS Nasional Terpusat di Jakarta, Jadi Motor Ekonomi Sekaligus Sinyal Ketimpangan Digital 35 Negara dan Indonesia Adopsi Registrasi Biometrik, Pengamat: Tak Kebal Penipuan Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka, KAI Daop 6 dan KAI Services Bergerak Cepat Lakukan Penanganan Konektivitas Kereta dan Pelabuhan Makin Diminati, Tiga Stasiun KAI Layani 3,88 Juta Pelanggan Semester I 2026 Harga Kopi Gayo Menguat, Petani Harapkan Stabilitas Pasar dan Dukungan Pemerintah

EKOBIS

Tobani, Pengrajin Baju Kulit Kayu dari Sulawesi: Kesabaran yang Akhirnya Diakui

badge-check


 Tobani, Pengrajin Baju Kulit Kayu dari Sulawesi: Kesabaran yang Akhirnya Diakui Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Usia 85 tahun, tangan Tobani  Rinyo Tiku masih setia memukul-mukul kulit kayu beringin. Bukan untuk kayu bakar, melainkan untuk disamak, dilunakkan, lalu dijahit menjadi pakaian—baju kulit kayu yang diwariskan oleh tradisi leluhur Sulawesi.

Ketangguhan, kesetiaan, dan keuletan adalah kata-kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan hidup perempuan renta ini. Bertahun-tahun ia memilih bertahan sebagai pengrajin baju kulit kayu, meski jalan hidup itu tidak pernah mudah, apalagi menjanjikan kemapanan.

Ironisnya, dalam sebuah proses penjurian maestro tradisi, Tobani sempat tidak masuk dalam penilaian. Karyanya dianggap tidak masuk kriteria. Nama dan pengabdiannya nyaris hilang dari daftar penilaian.

Salah seorang juri – Neno Warisman, memilih tetap bersabar, terus menjalankan proses penjurian sambil berdoa. Dalam diam, ia menyerahkan segalanya kepada kehendak Tuhan— “Jika Bu Tobani memang layak menerima upah atas kesetiaannya, maka jalan itu akan dibukakan,” ungkap Neno Warisman.

Neno Warisman bersama baju kayu produk Tobani  Rinyo Tiku.

Sebuah mekanisme penilaian mengharuskan para juri mencari rujukan dari Sulawesi. Di momen itulah, kesadaran itu muncul. “Eureka!” seru sang juri di hadapan peserta lain. “Kulit kayu Sulawesi—Bu Tobani!” akhirnya salah satu yang masuk penjurian dan mendapat penghargaan dari Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia.

Tobani ternyata seorang muslimah. Saat keputusan itu sampai kepadanya, yang terlihat bukan euforia, melainkan wajah ikhlas—ketulusan yang lahir dari hidup panjang penuh pengabdian.

Neno Warisman bersama Tobani.

Di balik ketekunannya menyamak kayu, Tobani memikul tanggung jawab yang berat. Di usia senjanya, ia masih mengasuh dan merawat dua anaknya yang menyandang disabilitas. Setiap hari ia memasak, membersihkan, dan menjaga mereka dengan penuh kasih. Satu anak hanya bisa merangkak, sementara yang lain harus menggunakan kursi roda.

Di sela-sela hari, ia kembali memukul kulit kayu, menyusunnya menjadi pakaian—seolah menenun kesabaran dan doa ke dalam setiap helai tradisi yang nyaris dilupakan zaman.

“Kisah Bu Tobani adalah pengingat bahwa pengabdian sejati sering kali berjalan dalam sunyi. Namun kesetiaan pada pilihan hidup, jika dijalani dengan sabar dan ikhlas, pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri untuk diakui,” ungkap Neno mengakhiri.*** (PG)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota

4 Juli 2026 - 21:00 WIB

Harga Kopi Gayo Menguat, Petani Harapkan Stabilitas Pasar dan Dukungan Pemerintah

4 Juli 2026 - 16:30 WIB

Yatti Surachman Resmikan Kedai Seblak Prasmanan & Ayam Penyet Sambel Ijo Gacorrr di Cipayung

4 Juli 2026 - 15:29 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

4 Juli 2026 - 15:09 WIB

Pelita Air dan Patra Hotels Hadirkan PASPlus, bikin Libur Sekolah Makin Asik

4 Juli 2026 - 08:54 WIB

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Ribuan Ojol Antre KPR DP 0%: Janji Gacor Perumahan Informal 

4 Juli 2026 - 06:31 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen

3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Trending di SENI BUDAYA