Menu ✖

Mode Gelap
KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

EKOBIS

Tobani, Pengrajin Baju Kulit Kayu dari Sulawesi: Kesabaran yang Akhirnya Diakui

badge-check


 Tobani, Pengrajin Baju Kulit Kayu dari Sulawesi: Kesabaran yang Akhirnya Diakui Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Usia 85 tahun, tangan Tobani  Rinyo Tiku masih setia memukul-mukul kulit kayu beringin. Bukan untuk kayu bakar, melainkan untuk disamak, dilunakkan, lalu dijahit menjadi pakaian—baju kulit kayu yang diwariskan oleh tradisi leluhur Sulawesi.

Ketangguhan, kesetiaan, dan keuletan adalah kata-kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan hidup perempuan renta ini. Bertahun-tahun ia memilih bertahan sebagai pengrajin baju kulit kayu, meski jalan hidup itu tidak pernah mudah, apalagi menjanjikan kemapanan.

Ironisnya, dalam sebuah proses penjurian maestro tradisi, Tobani sempat tidak masuk dalam penilaian. Karyanya dianggap tidak masuk kriteria. Nama dan pengabdiannya nyaris hilang dari daftar penilaian.

Salah seorang juri – Neno Warisman, memilih tetap bersabar, terus menjalankan proses penjurian sambil berdoa. Dalam diam, ia menyerahkan segalanya kepada kehendak Tuhan— “Jika Bu Tobani memang layak menerima upah atas kesetiaannya, maka jalan itu akan dibukakan,” ungkap Neno Warisman.

Neno Warisman bersama baju kayu produk Tobani  Rinyo Tiku.

Sebuah mekanisme penilaian mengharuskan para juri mencari rujukan dari Sulawesi. Di momen itulah, kesadaran itu muncul. “Eureka!” seru sang juri di hadapan peserta lain. “Kulit kayu Sulawesi—Bu Tobani!” akhirnya salah satu yang masuk penjurian dan mendapat penghargaan dari Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia.

Tobani ternyata seorang muslimah. Saat keputusan itu sampai kepadanya, yang terlihat bukan euforia, melainkan wajah ikhlas—ketulusan yang lahir dari hidup panjang penuh pengabdian.

Neno Warisman bersama Tobani.

Di balik ketekunannya menyamak kayu, Tobani memikul tanggung jawab yang berat. Di usia senjanya, ia masih mengasuh dan merawat dua anaknya yang menyandang disabilitas. Setiap hari ia memasak, membersihkan, dan menjaga mereka dengan penuh kasih. Satu anak hanya bisa merangkak, sementara yang lain harus menggunakan kursi roda.

Di sela-sela hari, ia kembali memukul kulit kayu, menyusunnya menjadi pakaian—seolah menenun kesabaran dan doa ke dalam setiap helai tradisi yang nyaris dilupakan zaman.

“Kisah Bu Tobani adalah pengingat bahwa pengabdian sejati sering kali berjalan dalam sunyi. Namun kesetiaan pada pilihan hidup, jika dijalani dengan sabar dan ikhlas, pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri untuk diakui,” ungkap Neno mengakhiri.*** (PG)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

CELIOS Merilis Menteri Terburuk dan Terbaik 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Siapa Saja?

12 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sambut Lima Abad Jakarta, Buku Kumpulan Cerpen Lebaran di Jakarta Hadirkan Jejak Budaya Betawi

12 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Trending di RAGAM