Menu

Mode Gelap
Haji Fikri Apresiasi Desa Wisata Gunung Malang dan Tugu Utara Tembus Top 15 Jawa Barat Didong dan Tari Guel Semarakkan Panggung Kemerdekaan di Gedung Agung Yogyakarta Pentas Seni Kemerdekaan RI di RT 05 Tegalsari Semarang Juga Diisi Tasyakuran Pembangunan Talud Jalan PNM Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Energi Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro Upacara Kemerdekaan di Kampung Nelayan, Trenggono Targetkan 5.000 KNMP hingga 2029 Hari Ini Tarif Rp8 Berlaku di LRT Jabodebek dan Sebagian Besar Commuter Line, 27.620 Tiket Diskon KAI Terjual

EKOBIS

Tobani, Pengrajin Baju Kulit Kayu dari Sulawesi: Kesabaran yang Akhirnya Diakui

badge-check


 Tobani, Pengrajin Baju Kulit Kayu dari Sulawesi: Kesabaran yang Akhirnya Diakui Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Usia 85 tahun, tangan Tobani  Rinyo Tiku masih setia memukul-mukul kulit kayu beringin. Bukan untuk kayu bakar, melainkan untuk disamak, dilunakkan, lalu dijahit menjadi pakaian—baju kulit kayu yang diwariskan oleh tradisi leluhur Sulawesi.

Ketangguhan, kesetiaan, dan keuletan adalah kata-kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan hidup perempuan renta ini. Bertahun-tahun ia memilih bertahan sebagai pengrajin baju kulit kayu, meski jalan hidup itu tidak pernah mudah, apalagi menjanjikan kemapanan.

Ironisnya, dalam sebuah proses penjurian maestro tradisi, Tobani sempat tidak masuk dalam penilaian. Karyanya dianggap tidak masuk kriteria. Nama dan pengabdiannya nyaris hilang dari daftar penilaian.

Salah seorang juri – Neno Warisman, memilih tetap bersabar, terus menjalankan proses penjurian sambil berdoa. Dalam diam, ia menyerahkan segalanya kepada kehendak Tuhan— “Jika Bu Tobani memang layak menerima upah atas kesetiaannya, maka jalan itu akan dibukakan,” ungkap Neno Warisman.

Neno Warisman bersama baju kayu produk Tobani  Rinyo Tiku.

Sebuah mekanisme penilaian mengharuskan para juri mencari rujukan dari Sulawesi. Di momen itulah, kesadaran itu muncul. “Eureka!” seru sang juri di hadapan peserta lain. “Kulit kayu Sulawesi—Bu Tobani!” akhirnya salah satu yang masuk penjurian dan mendapat penghargaan dari Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia.

Tobani ternyata seorang muslimah. Saat keputusan itu sampai kepadanya, yang terlihat bukan euforia, melainkan wajah ikhlas—ketulusan yang lahir dari hidup panjang penuh pengabdian.

Neno Warisman bersama Tobani.

Di balik ketekunannya menyamak kayu, Tobani memikul tanggung jawab yang berat. Di usia senjanya, ia masih mengasuh dan merawat dua anaknya yang menyandang disabilitas. Setiap hari ia memasak, membersihkan, dan menjaga mereka dengan penuh kasih. Satu anak hanya bisa merangkak, sementara yang lain harus menggunakan kursi roda.

Di sela-sela hari, ia kembali memukul kulit kayu, menyusunnya menjadi pakaian—seolah menenun kesabaran dan doa ke dalam setiap helai tradisi yang nyaris dilupakan zaman.

“Kisah Bu Tobani adalah pengingat bahwa pengabdian sejati sering kali berjalan dalam sunyi. Namun kesetiaan pada pilihan hidup, jika dijalani dengan sabar dan ikhlas, pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri untuk diakui,” ungkap Neno mengakhiri.*** (PG)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Haji Fikri Apresiasi Desa Wisata Gunung Malang dan Tugu Utara Tembus Top 15 Jawa Barat

17 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Didong dan Tari Guel Semarakkan Panggung Kemerdekaan di Gedung Agung Yogyakarta

17 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Pentas Seni Kemerdekaan RI di RT 05 Tegalsari Semarang Juga Diisi Tasyakuran Pembangunan Talud Jalan

17 Agustus 2026 - 16:40 WIB

PNM Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Energi Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro

17 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Upacara Kemerdekaan di Kampung Nelayan, Trenggono Targetkan 5.000 KNMP hingga 2029

17 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Di HUT Ke-81 RI, Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok: Semangat Kemerdekaan Harus Bebaskan Diri dari Malas dan Penyalahgunaan Wewenang

17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

HUT Ke-81 RI, Pelindo Tegaskan Komitmen Penguatan Konektivitas untuk Memajukan Ekonomi Indonesia

17 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Musara Gayo Jabodetabek Gelar Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kenang Perjuangan Pejuang Gayo dan Radio Rimba Raya

17 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Diwarnai Tembakan, Rakyat Aceh Melawan

17 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Mutia Sari Tendik UIN Sultanah Nahrasiyah Hadiri Upacara HUT RI di Simeulue

17 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Trending di RAGAM