Menu

Mode Gelap
Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores Besok, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Berkumandang Serentak di 37 Bandara InJourney Airports Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

RAGAM

Tokoh Penggerak Masjid Jogokariyan, Kyai Jazir, Wafat

badge-check


 Tokoh Penggerak Masjid Jogokariyan, Kyai Jazir, Wafat Perbesar

Wartatrans.com, YOGYAKARTA — Kabar wafatnya Kyai Jazir, tokoh sentral penggerak Masjid Jogokariyan Yogyakarta, menyebar cepat dan meninggalkan duka mendalam bagi umat. Kepergiannya tidak hanya dirasakan oleh jamaah tetap masjid, tetapi juga oleh banyak musafir, kaum dhuafa, dan masyarakat luas yang pernah merasakan langsung sentuhan kepedulian dan ketulusannya.

Semasa hidup, Kyai Jazir dikenal luas sebagai figur yang memaknai masjid lebih dari sekadar bangunan ibadah. Di bawah pengabdiannya, Masjid Jogokariyan tumbuh menjadi simbol masjid yang hidup—terbuka 24 jam, ramah bagi musafir, serta berpihak pada masyarakat kecil dan mereka yang membutuhkan.

Berbagai media kerap menyoroti kiprah beliau dalam membangun ekosistem masjid yang benar-benar memakmurkan umat. Masjid Jogokariyan hadir bukan hanya saat waktu shalat, tetapi juga ketika jamaah lapar, kelelahan di perjalanan, atau berada dalam kesulitan hidup. Tanpa banyak tanya, masjid menjadi tempat bernaung dan dapur harapan bagi siapa pun yang datang.

Salah satu prinsip yang kerap disampaikan Kyai Jazir adalah bahwa “saldo masjid harus nol di akhir hari.” Prinsip tersebut menjadi simbol bahwa harta masjid sejatinya milik jamaah dan harus kembali kepada umat dalam bentuk pelayanan, kepedulian, dan kebermanfaatan sosial.

Kepedulian itu dibangun bukan melalui pencitraan, melainkan lewat konsistensi dan kerja sunyi. Dakwah yang beliau teladankan hadir melalui tindakan nyata—menghidupkan masjid sebagai pusat spiritual sekaligus pusat kemanusiaan.

Kepergian Kyai Jazir meninggalkan warisan yang tak kasat mata namun terasa kuat: budaya masjid yang ramah, sistem kepedulian sosial yang terstruktur, serta teladan pengabdian yang menginspirasi banyak masjid di berbagai daerah di Indonesia.

Atas wafatnya tokoh yang telah mendedikasikan hidupnya bagi kemakmuran masjid dan umat ini, duka cita mendalam mengalir dari berbagai kalangan. Doa dipanjatkan agar Allah SWT menerima seluruh amal kebaikannya, melapangkan kuburnya, dan menjadikan setiap jejak pengabdiannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir melalui Masjid Jogokariyan dan jamaah yang melanjutkan perjuangannya.*** (Eka Munandar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Gempa M6,4 Simalungun Terasa hingga Aceh Tengah, Warga Berhamburan Keluar Rumah

15 Agustus 2026 - 19:41 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Pamer Keberhasilannya

15 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Trending di RAGAM