Menu ✖

Mode Gelap
Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

RAGAM

Tokoh Penggerak Masjid Jogokariyan, Kyai Jazir, Wafat

badge-check


 Tokoh Penggerak Masjid Jogokariyan, Kyai Jazir, Wafat Perbesar

Wartatrans.com, YOGYAKARTA — Kabar wafatnya Kyai Jazir, tokoh sentral penggerak Masjid Jogokariyan Yogyakarta, menyebar cepat dan meninggalkan duka mendalam bagi umat. Kepergiannya tidak hanya dirasakan oleh jamaah tetap masjid, tetapi juga oleh banyak musafir, kaum dhuafa, dan masyarakat luas yang pernah merasakan langsung sentuhan kepedulian dan ketulusannya.

Semasa hidup, Kyai Jazir dikenal luas sebagai figur yang memaknai masjid lebih dari sekadar bangunan ibadah. Di bawah pengabdiannya, Masjid Jogokariyan tumbuh menjadi simbol masjid yang hidup—terbuka 24 jam, ramah bagi musafir, serta berpihak pada masyarakat kecil dan mereka yang membutuhkan.

Berbagai media kerap menyoroti kiprah beliau dalam membangun ekosistem masjid yang benar-benar memakmurkan umat. Masjid Jogokariyan hadir bukan hanya saat waktu shalat, tetapi juga ketika jamaah lapar, kelelahan di perjalanan, atau berada dalam kesulitan hidup. Tanpa banyak tanya, masjid menjadi tempat bernaung dan dapur harapan bagi siapa pun yang datang.

Salah satu prinsip yang kerap disampaikan Kyai Jazir adalah bahwa “saldo masjid harus nol di akhir hari.” Prinsip tersebut menjadi simbol bahwa harta masjid sejatinya milik jamaah dan harus kembali kepada umat dalam bentuk pelayanan, kepedulian, dan kebermanfaatan sosial.

Kepedulian itu dibangun bukan melalui pencitraan, melainkan lewat konsistensi dan kerja sunyi. Dakwah yang beliau teladankan hadir melalui tindakan nyata—menghidupkan masjid sebagai pusat spiritual sekaligus pusat kemanusiaan.

Kepergian Kyai Jazir meninggalkan warisan yang tak kasat mata namun terasa kuat: budaya masjid yang ramah, sistem kepedulian sosial yang terstruktur, serta teladan pengabdian yang menginspirasi banyak masjid di berbagai daerah di Indonesia.

Atas wafatnya tokoh yang telah mendedikasikan hidupnya bagi kemakmuran masjid dan umat ini, duka cita mendalam mengalir dari berbagai kalangan. Doa dipanjatkan agar Allah SWT menerima seluruh amal kebaikannya, melapangkan kuburnya, dan menjadikan setiap jejak pengabdiannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir melalui Masjid Jogokariyan dan jamaah yang melanjutkan perjuangannya.*** (Eka Munandar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Yanuar Cecar Eks Kalapas Cibinong: Sofa hingga AC Hilang, Siapa yang Perintah?

30 September 2026 - 12:34 WIB

Dari 10 Jamaah Menjadi 651, Majelis Taklim Ar Rahmah Rangkul Jemaah Syiar Islam Bersama

30 September 2026 - 12:19 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Trending di RAGAM