Menu

Mode Gelap
Polemik Toko Kue Gambang Semarang Kian Berkembang Liar, Owner Sesungguhnya Sulit Ditemui Pascagempa Sulut, PGE Pastikan PLTP Lahendong Aman dan Beroperasi Stabil Akses Jalan Utama Takengon – Gayo Lues Putus, Jalan Alternatif Rusak Parah Badai Siap Poles Peserta Band Academy Jadi Musisi Profesional Respons Cepat Hadapi Lonjakan Logistik di Ketapang, Layanan Penyeberangan Tetap Terkendali KAI Daop 1 Jakarta Catat Lonjakan Mobilitas Selama Long Weekend Wafat Yesus Kristus

JALUR

Trans Jateng Siapkan Rute Magelang-Temanggung Mengaspal

badge-check


 Armada Trans Jateng Perbesar

Armada Trans Jateng

Wartatrans.com, SEMARANG – Koridor Trans Jateng, kini, baru tujuh dari 30 koridor, yang telah beroperasi.

Melihat potensi besar tersebut, percepatan pengoperasian koridor lainnya sangat diperlukan agar pemenuhan kebutuhan transportasi publik di seluruh wilayah Jawa Tengah dapat segera terwujud.

“Kabar baik bagi warga di wilayah aglomerasi Gelangmanggung (Magelang-Temanggung). Rencana pembukaan koridor baru Trans Jateng untuk rute Magelang – Secang – Temanggung saat ini sudah memasuki tahap pemantapan serius,” tutur Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Senin (26/1/2026).

Berdasarkan informasi terbaru dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, koridor ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027.

Tahun 2026 ini difokuskan pada tahap sosialisasi, penyiapan infrastruktur (halte), dan pemantapan komitmen antarpemerintah daerah (Kota Magelang, Kab. Magelang, dan Kab. Temanggung).

“Koridor ini dirancang untuk menghubungkan pusat-pusat kegiatan masyarakat dan pariwisata,” ujarnya.

Titik awal/akhir adalah Terminal Maron (Kabupaten Temanggung) – Terminal Tidar (Kota Magelang) – Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang). Bus akan melintasi kawasan strategis seperti Secang, yang menjadi titik temu arus kendaraan dari arah Semarang, Magelang, dan Temanggung.

Rute ini direncanakan sebagai pendukung utama akses menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.

“Jumlah armada direncanakan akan ada sekitar 14 unit bus yang melayani koridor ini,” ucap dia.

Interval waktu, seperti koridor Trans Jateng lainnya, bus dijadwalkan berangkat setiap 10–15 menit, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama.

Pengusaha dan pengemudi angkutan umum eksisiting di jalur tersebut rencananya akan dirangkul untuk menjadi bagian dari sistem operasional Trans Jateng (baik sebagai pengemudi maupun admin) guna menghindari gesekan sosial.

Tarif Trans Jateng bersubsidi yang dikenakan saat ini sekitar Rp4.000 untuk umum dan Rp1.000 untuk pelajar/buruh/veteran) akan jauh lebih murah dibandingkan transportasi pribadi atau angkutan umum biasa.

Untuk konektivitas akan memudahkan mobilitas pekerja dan pelajar yang tinggal di Temanggung namun bekerja atau sekolah di Magelang, dan sebaliknya.

“Dukungan ekonomi akan membuka akses yang lebih mudah bagi wisatawan dari arah Temanggung menuju Borobudur tanpa harus berganti-ganti kendaraan yang rumit,” ujar Djoko.

Hadirnya Trans Jateng koridor Magelang – Secang – Temanggung bukan sekadar menambah jumlah bus di jalan, tapi membawa transformasi besar bagi mobilitas warga di wilayah Gelangmanggung.

Manfaat utama yang akan dirasakan masyarakat. Pertama, efisiensi biaya (ekonomi keluarga). Manfaat paling nyata adalah penghematan pengeluaran transportasi.

Tarif sangat terjangkau dengan subsidi pemerintah, tarif diperkirakan tetap rendah (sekitar Rp4.000 untuk umum dan Rp1.000 untuk pelajar, buruh, serta veteran). Pangkas pengeluaran BBM, warga yang terbiasa menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi bisa beralih ke bus, sehingga biaya perawatan kendaraan dan BBM bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain.

Kedua, kepastian waktu dan kenyamanan. Berbeda dengan angkutan umum konvensional yang sering “ngetem”, Trans Jateng memiliki standar pelayanan tinggi.

Jadwal teratur dengan interval keberangkatan setiap 10–15 menit, penumpang tidak perlu menunggu lama di halte. Fasilitas modern, bus dilengkapi dengan pendingin udara (AC), kebersihan yang terjaga, serta standar keamanan yang dipantau pusat kendali.

“Juga ada fasilitas khusus bagi lansia, disabilitas dan anak-anak,” imbuhnya.

Ketiga, konektivitas dan aksesibilitas pariwisata. Rute ini menghubungkan titik-titik vital secara strategis. Akses KSPN Borobudur, memudahkan wisatawan dari arah Temanggung atau Semarang (via Secang) untuk langsung menuju kawasan Borobudur tanpa drama berganti kendaraan berkali-kali.

Simpul Secang dapat menghidupkan kawasan Secang sebagai titik transit yang rapi dan terorganisir antara arus kendaraan dari Semarang, Magelang, dan Temanggung.

Keempat, peningkatan keselamatan jalan. Mengurangi kemacetan, satu bus dapat mengangkut 50 orang (duduk dan berdiri), yang berarti mengurangi jumlah volume kendaraan pribadi di jalur padat Magelang-Temanggung. Menekan angka kecelakaan, dengan beralihnya pengguna motor (terutama pelajar dan pekerja jarak jauh) ke transportasi umum yang lebih aman, risiko kecelakaan di jalan raya dapat diminimalisir.

Kelima, pemberdayaan operator lokal (aspek sosial). Rencana ini tidak mematikan usaha transportasi lokal, melainkan merangkulnya. Skema pembelian layanan atau Buy The Service (BTS), pengemudi dan pengusaha angkutan umum eksisting diberikan kesempatan untuk bergabung dalam konsorsium pengelola.

“Ini memberikan kepastian penghasilan bagi pekerja transportasi lokal tanpa harus berebut penumpang di jalan,” tutup Djoko. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Akses Jalan Utama Takengon – Gayo Lues Putus, Jalan Alternatif Rusak Parah

3 April 2026 - 13:33 WIB

Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

2 April 2026 - 23:40 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

ASN Pemkab Bogor Didorong Gunakan Transportasi Ramah Lingkungan, Dukung Efisiensi BBM

2 April 2026 - 16:12 WIB

Kelola Mobilitas 2,8 Juta Pelanggan, DAMRI Jaga Layanan Tetap Stabil di Tengah Dinamika Lebaran

2 April 2026 - 09:03 WIB

Jembatan Kala Ili Putus, Lima Kampung di Linge Terisolir

1 April 2026 - 16:08 WIB

Panic Buying BBM Terjadi di Jawa Tengah, Antrean Capai Ratusan Meter

1 April 2026 - 15:05 WIB

Usia Rencana Terabaikan, Jalan Nasional Umu–Buol Rusak Parah

31 Maret 2026 - 14:02 WIB

144 Ribu Masyarakat Gunakan Layanan DAMRI ke Bandara Selama Lebaran 2026

30 Maret 2026 - 20:29 WIB

Menhub Dudy Apresiasi Sinergi dan Kerja Keras Semua Pihak Sukseskan Angleb

30 Maret 2026 - 17:22 WIB

Trending di ANJUNGAN