Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Tim Trauma Healing Relawan Posko Rakyat bersama Tim GEPREKINAJA menutup rangkaian kegiatan dukungan psikososial bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Toweren Toa, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat, 3 Januari 2026. Penutupan berlangsung di Teras Masjid Baiturrahim dengan suasana khidmat dan penuh keceriaan.
Kegiatan trauma healing yang berlangsung selama 14 hari ini dikoordinatori oleh Karina selaku Koordinator Lapangan. Dalam kegiatan tersebut, relawan juga menyerahkan bingkisan serta bantuan logistik kepada Ibu Elianti, warga Toweren yang kehilangan suaminya akibat bencana longsor dan banjir bandang.


“Pendampingan ini kami lakukan untuk membantu anak-anak dan keluarga korban bangkit secara perlahan, terutama dari sisi psikologis. Anak-anak adalah kelompok paling rentan, tapi juga paling cepat pulih jika didampingi dengan tepat,” kata Karina saat penutupan kegiatan.
Penutupan trauma healing dirangkai dengan makan bersama warga Toweren, melibatkan ibu-ibu dan bapak-bapak setempat. Tim GEPREKINAJA—yang dikenal dengan sajian makanan khas Surabaya—bersama Relawan Posko Rakyat terlibat langsung dalam proses memasak dan penyajian makanan.
“Kami ingin menghadirkan suasana kekeluargaan. Makan bersama ini bukan sekadar konsumsi, tetapi ruang untuk memulihkan rasa kebersamaan warga pascabencana,” ujar salah satu relawan Posko Rakyat.

Acara penutupan mengusung tema “Penutupan Kegiatan Rekreasional Dukungan Psikososial Pasca Bencana Banjir dan Tanah Longsor Aceh Tengah”. Berbagai hiburan disajikan untuk mengembalikan kegembiraan anak-anak, di antaranya pentas seni, didong, pembacaan puisi, serta tarian anak.
Usai seremoni, anak-anak mengikuti kegiatan melukis bersama sepanjang 25 meter. Mereka mengekspresikan perasaan melalui gambar lima jari tangan di atas hamparan kayu gelondongan dan lukisan abstrak.
Keceriaan anak-anak terlihat jelas. Seorang anak berusia delapan tahun mengungkapkan kegembiraannya dengan polos. “Sudah dari tadi malam saya persiapkan pakaian dan tampilan saya, Pak. Terus saya sudah beberapa kali lihat-lihat kaca riben,” ujarnya dengan kata-kata terbata. “Kami senang dan bahagia,” tambahnya.

Relawan menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Toweren, khususnya para ibu yang aktif terlibat dalam kegiatan makan bersama dan pendampingan anak-anak.
“Harapan kami, anak-anak Gayo bisa kembali ceria dan siap menyambut hari pertama sekolah mereka pada Senin, 5 Januari 2026. Pemulihan psikososial ini adalah langkah awal untuk masa depan mereka,” ujar Hairun Lisik.*** (Jasa)




























