Wartatrans.com, JAKARTA — Vedra asal Banten tampil memukau dalam malam Grand Final Result The Icon Indonesia yang disiarkan langsung dari Studio 6 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat, Senin (3/8/2026). Membawakan lagu Dewa19 berjudul “Bukan Cinta Manusia Biasa”, Vedra berhasil menghadirkan warna vokal yang emosional sekaligus menunjukkan karakter bermusiknya.
Menariknya, lagu tersebut bukan materi yang semula dipersiapkan untuk Vedra. Ahmad Dhani, yang juga pencipta lagu dan juri utama, mengungkapkan bahwa ia sengaja mengganti pilihan lagu dari “Roman Picisan” menjadi “Bukan Cinta Manusia Biasa”

Menurut Dhani, perubahan tersebut dilakukan agar Vedra memiliki ruang lebih besar untuk menampilkan kemampuan dan identitas vokalnya tanpa terlalu dibebani ekspektasi terhadap salah satu lagu populer Dewa19.
“Lagu ini sebetulnya bukan lagu terkenal. Lagu ini dikenal Baladewa sebagai lagu yang paling tidak laku, kok bagus,” ujar Ahmad Dhani usai menyaksikan penampilan Vedra.
Dhani menjelaskan, lagu tersebut dirilis pada 2010 dan kurang mendapat perhatian dibandingkan sejumlah karya Dewa19 lainnya yang telah lebih dulu menjadi hit. Namun, justru di situlah letak tantangan yang harus dihadapi Vedra.
Membawakan lagu yang tidak terlalu dikenal publik membutuhkan kemampuan interpretasi agar karya tersebut tetap terasa menarik dan mampu membangun emosi penonton. Vedra dinilai berhasil menghidupkan kembali lagu tersebut melalui penghayatan dan pengolahan vokalnya.
Penampilan Vedra juga mendapat apresiasi dari Andien. Penyanyi sekaligus juri The Icon Indonesia itu menilai Vedra mampu menjaga identitasnya saat membawakan karya dari salah satu grup musik legendaris Tanah Air.
“Tugas yang berat malam ini, karena Dewa19 gitu kan. Kamu takutnya di bawah bayang-bayang Dewa19 tapi ternyata tidak. Dewa19 dengan warnanya dan Vedra juga dengan warnanya,” kata Andien.
Andien mengaku menikmati penampilan Vedra yang dinilainya mampu membuka lagu dengan indah serta membawa penonton mengikuti perjalanan musikal yang ditampilkan di atas panggung.
Sementara itu, Afgan memberikan perhatian pada perkembangan kemampuan Vedra selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, lagu “Bukan Cinta Manusia Biasa” memiliki tingkat kesulitan tersendiri, terutama karena pengulangan bagian reff harus tetap terasa dinamis dan tidak membosankan.
“Aku bangga banget lihat kamu malam ini. Menurut aku lagu yang kamu bawain punya tingkat kesulitan yang tinggi. Gimana pengulangan reff itu tidak merasa boring. Tapi kamu bisa dengan tarikan falset ke atas, itu wow,” ungkap Afgan.
Pujian dari Ahmad Dhani, Andien, dan Afgan menjadi pengakuan atas kemampuan Vedra dalam mengolah lagu serta mempertahankan karakter vokalnya. Di panggung Grand Final Result, Vedra tidak hanya membawakan karya Dewa19, tetapi juga menghadirkan interpretasi yang membuat lagu tersebut terasa lebih segar.
Penampilan itu sekaligus menjadi penutup yang berkesan bagi perjalanan Vedra Banten di The Icon Indonesia. Dengan karakter vokal yang semakin kuat dan kemampuan tampil yang terus berkembang, Vedra menunjukkan potensinya sebagai salah satu talenta muda yang siap melangkah lebih jauh di industri musik Indonesia.
Jika diinginkan, saya bisa membuat versi yang lebih dramatis, lebih singkat, atau bergaya berita hiburan online dengan judul yang lebih menarik.*** (Byl)






























