Menu

Mode Gelap
SMPN 259 Jakarta Angkat Isu Bullying Lewat Film Pendek Suara di Kepala Bimo Peringatan Maulid Malam ke-39 di Masjid An-Nur: “Belum Jatuh Cinta pada Rasulullah? Maulid Kita Belum Berefek!” KAI Gagalkan Dugaan Pencurian Kabel Bonding di Stasiun Kampung Bandan PELNI Gelar Fleet Safety Excellence Award 2026 Kemenhub Perkuat Kesiapan Awak Kapal PELNI Hadapi Situasi Darurat Pegayon Angkat Motif Pepir Gayo, Forum Budaya Disiapkan untuk Hidupkan Seni di Kem Seni Antara

PERON

Volume Angkutan Barang KAI Tembus 69,7 Juta Ton Sepanjang 2025

badge-check


 Volume Angkutan Barang KAI Tembus 69,7 Juta Ton Sepanjang 2025 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif angkutan barang sepanjang 2025 dengan total volume mencapai 69.791.691 ton. Angka ini naik dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 69.201.670 ton, menegaskan peran strategis kereta api sebagai tulang punggung logistik nasional.

Peningkatan volume tersebut didorong oleh layanan angkutan berbagai komoditas, meliputi retail, peti kemas, batu bara, semen klinker, bahan bakar minyak (BBM), pupuk, hasil perkebunan, serta komoditas lainnya. Ragam muatan ini mencerminkan kemampuan layanan angkutan barang KAI dalam mendukung kebutuhan sektor energi, industri, dan perdagangan antardaerah.

Dari keseluruhan volume angkutan barang tahun 2025, batu bara menjadi komoditas terbesar dengan total angkutan mencapai 57.522.994 ton atau sekitar 82,4 persen dari total angkutan barang KAI. Kontribusi tersebut berperan penting dalam menjaga pasokan energi bagi pembangkit listrik serta mendukung keandalan sistem kelistrikan di berbagai wilayah.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa peningkatan angkutan barang menunjukkan kepercayaan pengguna jasa terhadap transportasi berbasis rel yang andal dan terjadwal. Layanan ini dinilai mampu menjawab kebutuhan pengiriman komoditas dalam volume besar secara konsisten.

Lebih lanjut, Anne menjelaskan bahwa kelancaran distribusi angkutan barang melalui kereta api memberikan dampak luas bagi perekonomian.

“Pergerakan logistik yang stabil mendukung aktivitas industri, menjaga ketersediaan energi dan bahan baku, serta membantu efisiensi biaya distribusi dengan mengurangi beban lalu lintas jalan raya,” tambah Anne.

KAI terus memperkuat layanan angkutan barang melalui optimalisasi sarana, prasarana, serta pengelolaan operasional yang terintegrasi.

“Langkah ini diarahkan untuk memastikan angkutan barang kereta api tetap menjadi tulang punggung logistik nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” tutup Anne.(****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Gagalkan Dugaan Pencurian Kabel Bonding di Stasiun Kampung Bandan

20 September 2026 - 17:49 WIB

Satu KRL CLI-225 Kembali Beroperasi, Commuter Line Bogor Tambah 4 Perjalanan

19 September 2026 - 11:34 WIB

Akses Kota Baru Parahyangan ke Stasiun Whoosh Padalarang Disiapkan, Ada Skybridge

18 September 2026 - 07:54 WIB

KAI Catat 182.208 Pelanggan Manfaatkan Kereta Ekonomi Kerakyatan

18 September 2026 - 07:19 WIB

Kereta Makan M1 Kian Nyaman, KAI Services Perkuat Pengalaman Kuliner Penumpang

18 September 2026 - 06:44 WIB

KAI Services Perkuat Konsep Integrated Services untuk Perluas Bisnis

17 September 2026 - 16:04 WIB

Tarif Rp3.000, Kereta Petani dan Pedagang KAI Telah Layani 43.780 Pelanggan

17 September 2026 - 14:53 WIB

KAI Operasikan 113 PLTS di 92 Lokasi, Total Kapasitas Capai 4,43 MWp

17 September 2026 - 14:39 WIB

Peringati Harhubnas, Menhub Dudy: Harus jadi Momentum Evaluasi dan Perbarui Komitmen

17 September 2026 - 13:54 WIB

KAI Commuter Resmi Kelola KA Bandara YIA, Nama Layanan Berubah Jadi Commuter Line

17 September 2026 - 09:11 WIB

Trending di PERON