Menu ✖

Mode Gelap
KKP Latih 2.886 Nelayan di 16 Provinsi untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kecakapan Melaut Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun Imperial Suites DAMRI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Premium Jakarta–Surabaya–Malang dengan Bus Double Decker Pelindo Mengajar, Inspirasi Generasi Emas di Makassar Era AI Ubah Wajah Industri Musik, Dr. Mohammad Amin Ingatkan Pentingnya Kreativitas dan Hak Pencipta The Morbius Rilis Single Ketiga 2026, “Semu” Angkat Kisah Pengkhianatan Komitmen

Uncategorized

Anggota Polres Banjarbaru Tersangka Pembunuhan Mahasiswi ULM, Terancam 20 Tahun Penjara

badge-check


 Anggota Polres Banjarbaru Tersangka Pembunuhan Mahasiswi ULM, Terancam 20 Tahun Penjara Perbesar

BANJARMASIN — Kepolisian menetapkan Bripda Muhammad Seili, anggota Polres Banjarbaru, sebagai tersangka pembunuhan terhadap ZD (20), mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Penetapan tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Markas Polresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (26/12/2025).

Dengan kedua tangan diborgol, Bripda Seili dihadirkan ke hadapan awak media. Ia tampak tertunduk saat kepolisian menyampaikan secara resmi status hukumnya. Kasus ini menyita perhatian publik karena melibatkan aparat penegak hukum sebagai pelaku tindak pidana berat.

Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan juncto Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman maksimal yang dihadapi mencapai 20 tahun penjara.

Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, penerapan pasal berlapis tersebut didasarkan pada hasil gelar perkara yang menyimpulkan adanya unsur kesengajaan dalam perbuatan tersangka.

“Dari hasil gelar perkara, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 365 KUHP karena adanya unsur pembunuhan dan pengambilan barang milik korban,” ujar Adam.

Menurut Adam, penetapan pasal dilakukan setelah penyidik memeriksa keterangan saksi, barang bukti, serta hasil autopsi terhadap jasad korban. Ia menegaskan, pasal yang dikenakan masih dapat berkembang sesuai hasil pendalaman penyidikan.

Hasil autopsi menunjukkan adanya luka lebam di bagian leher korban yang mengindikasikan cekikan. Selain itu, tim forensik juga menemukan cairan sperma pada kemaluan korban. Temuan tersebut kini menjadi bagian dari proses pembuktian.

Peristiwa pembunuhan terjadi pada Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 01.30 Wita di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Kasus ini terungkap beberapa jam kemudian setelah jasad korban ditemukan.

Sekitar pukul 07.30 Wita, petugas kebersihan menemukan jasad seorang perempuan di dalam gorong-gorong kawasan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam (STIHSA), Banjarmasin. Temuan itu segera dilaporkan kepada kepolisian.

Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jasad korban ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk keperluan autopsi. Identitas korban kemudian diketahui sebagai ZD, mahasiswi ULM berusia 20 tahun.

Dalam proses penyelidikan, polisi memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri pergerakan korban sebelum meninggal dunia. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV).

Rekaman CCTV menunjukkan mobil milik tersangka berhenti di lokasi tertentu sebelum jasad korban dibuang. Selain itu, sejumlah barang milik korban ditemukan tercecer di beberapa lokasi, antara lain sepatu, helm, kunci sepeda motor, perhiasan, pakaian, dan telepon seluler.

Adam mengungkapkan, tersangka sempat berupaya menghilangkan barang bukti dengan membuang telepon seluler korban ke area rawa-rawa.

Polisi akhirnya menangkap Bripda Seili di Kota Banjarbaru pada malam hari, kurang dari 24 jam setelah jasad korban ditemukan.

Dalam pemeriksaan, tersangka sempat menyebut adanya pelaku lain yang terlibat. Namun, berdasarkan hasil penyidikan, polisi memastikan tersangka bertindak seorang diri.

“Hasil penyidikan sementara tidak menemukan keterlibatan pelaku lain. Tersangka adalah pelaku tunggal,” kata Adam.

Selain proses pidana, Bripda Seili juga menghadapi proses etik di internal kepolisian. Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Hery Purnomo mengatakan, tersangka telah melanggar kode etik profesi Polri.

Menurut Hery, perbuatan tersangka tergolong pelanggaran berat sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022 dan berpotensi berujung pada pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

“Untuk pemberhentian tidak dengan hormat, seluruh unsur telah terpenuhi. Ini pelanggaran berat,” ujar Hery.

Sidang kode etik terhadap Bripda Muhammad Seili dijadwalkan digelar pada Senin (29/12/2025). Polda Kalimantan Selatan menyatakan akan menangani kasus ini secara terbuka dan profesional.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan memunculkan keprihatinan luas. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum secara transparan dan tidak memberikan perlakuan khusus kepada siapa pun.*** (LonyenkRap)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Danrem 182/JO Turun Langsung Tinjau Progres TMMD ke-130 di Manokwari Selatan, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran

5 November 2026 - 09:27 WIB

Kenduri Maulid Berubah Jadi Tragedi di Pidie: Satu Warga Tewas, Transparansi Penanganan Insiden Dipertanyakan

4 November 2026 - 20:02 WIB

Siapa Tuannya Listyo Sigit yang Sebenarnya?

4 November 2026 - 15:47 WIB

Berkas Perkara Eks Dosen Polinef Dilimpahkan ke Kejaksaan, Tersangka DB Masih Ditahan di Polres Fakfak

4 November 2026 - 10:07 WIB

Danrem 182/JO Pimpin Sertijab Dandim 1811/Teluk Wondama, Tekankan Soliditas dan Pendekatan Humanis

4 November 2026 - 08:35 WIB

Mubes IKA SMA Negeri 1 Takengon Tahun 2026, Momentum Menyatukan Alumni dan Memajukan Almamater

4 November 2026 - 03:09 WIB

Eks Kapolri Sekaligus KSP Listyo Sigit Prabowo Dkk Resmi Ditahan di Rutan Mabes Polri Terkait Kasus Penyadapan Ilegal

4 November 2026 - 03:05 WIB

Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap dan Ditahan di Mako Brimob

3 November 2026 - 16:24 WIB

Syahrial Abadi, penggerak perjuangan Jalan dan Jembatan Tajuk Enang-Enang, berpulang

2 November 2026 - 14:04 WIB

Jasa Raharja Pastikan Seluruh Korban Kecelakaan Truk di Bekasi Terjamin Santunan

2 November 2026 - 13:32 WIB

Trending di EKOBIS