Menu

Mode Gelap
PTPN I Beri 500 Masyarakat Langkat Gratis Berobat Wakaf Al-Qur’an Disalurkan untuk Warga Lhokseumawe, Relawan dan TNI Bersinergi Tebar Kebaikan KAI Perkuat Kesiapan Implementasi Biodiesel B50 pada Sarana Kereta Api KAI Layani 960.893 Pelanggan Selama Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus KAI Divre III Palembang Catat 6.980 Penumpang Anak Nikmati Perjalanan dan Edukasi Kereta Api Selama Libur Kenaikan Yesus Kristus Layanan Kereta Bersubsidi Layani 155 Juta Pelanggan Selama Januari–April 2026

Uncategorized

Bahas Pembangunan Giant Sea Wall Jateng, Ini Wawancara Eksklusif dengan Menko AHY

badge-check


 Bahas Pembangunan Giant Sea Wall Jateng, Ini Wawancara Eksklusif dengan Menko AHY Perbesar

 

Wartatrans.com, JATENG – Banyak masyarakat salah menilai kerja Pemerintah mengatasi bencana. Wartawan Wartatrans, wawancara langsung dengan Menko Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait hal tersebut. Berikut hasil wawancaranya;

SW: Selamat siang, Mas Menko …

AHY: Selamat siang, apa kabar ?

SW: Alhamdulillah

AHY: Silahkan. Interview apa ?

SW: Mas Menko di Semarang maka saya tanya progres pembangunan Giant Sea Wall Pantura Jawa Tengah

AHY: Proyek sangat strategis tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall jalan terus.

Ini dikarenakan ada puluhan juta rakyat yang berada di Pesisir Utara atau Pantura Jawa yang setiap saat mengalami ancaman bencana. Selain bertujuan melindungi rakyat, proyek ini juga bertujuan melindungi kawasan industri strategis dan kawasan ekonomi khusus.

SW: Ada alasan lain ?

AHY: Konsep besar pembangunan Giant Sea Wall adalah untuk melindungi kawasan pesisir Pantai Utara secara global dan merupakan bagian dari strategi nasional untuk membangun Indonesia lebih tangguh terhadap ancaman bencana alam seperti banjir rob, banjir bandang, abrasi, serta dampak perubahan iklim.

SW: Apa pesan Presiden ?

AHY: Percepatan pembangunan infrastruktur pesisir adalah perintah langsung Presiden Prabowo Subianto. Untuk Jawa Tengah, area Semarang dan Demak adalah zona prioritas karena tingkat penurunan tanah sudah mencapai 15 – 20 sentimeter per tahun dan banjir rob terjadi semakin intens.

SW: Sudah dengar kesan warga Semarang ?

AHY: Setiap saya turun ke masyarakat, saya mendengar, melihat dan merasakan keluh kesah mereka. Paling update, banyak masyarakat salah menilai kerja pemerintah mengatasi bencana. Waktu Semarang banjir besar bulan November lalu, aktivis lingkungan menuding penyebabnya karena dibangunnya Giant Sea Wall. Mereka menganggap pemerintah tidak mengatasi masalah tapi membuat masalah baru seperti masalah sosial dan ekologis. Ada juga nelayan yang khawatir dampaknya negatif pada mata pencaharian mereka. Ini semua salah kaprah tapi saya memakluminya karena mereka belum tahu detailnya.

SW: Solusinya ?

AHY: Rajin memberi informasi kepada masyarakat bahwa pembangunan tanggul laut raksasa tidak sepenuhnya mengandalkan beton. Pemerintah mengusung konsep hybrid sea wall, yakni kombinasi antara tanggul teknis dan pendekatan alami seperti mangrove. Kombinasi diterapkan menyesuaikan kondisi geografis masing-masing wilayah.

SW: Spesifiknya ?

AHY: Pada kawasan yang mengalami penurunan tanah (land subsidence), dibangun tanggul laut yang memanjang puluhan kilometer dari garis pantai. Untuk daerah dengan kondisi sedang, cukup dilakukan penguatan tanggul pantai untuk mencegah bencana banjir. Sementara untuk kawasan yang masih baik, rehabilitasi mangrove adalah opsi paling efektif dan efisien.

SW: Saya dengar Mas Menko punya cara mengatasi bencana secara murah ?

AHY: Indonesia kini menghadapi tekanan besar akibat perubahan iklim, urbanisasi, dan meningkatnya intensitas bencana. Mitigasi perlu dilakukan sejak dini agar dampak bencana tidak bertambah parah.

Anggaran rehabilitasi biasanya lebih besar dibanding anggaran mengantisipasi bencana. Jangan sampai bencana terjadi dulu, baru berpikir bagaimana mengatasinya. Mencegah dan memitigasi bencana lebih baik dan lebih murah.

SW: Siap, terima kasih informasinya.***

(Slamet Widodo)

NB : Akses wawancara empat mata didapat karena penulis adalah Korlap Tim Media AHY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wakaf Al-Qur’an Disalurkan untuk Warga Lhokseumawe, Relawan dan TNI Bersinergi Tebar Kebaikan

18 Mei 2026 - 19:50 WIB

Bedah Buku “Diplomasi Sengketa 4 Pulau”, Tokoh Aceh Soroti Pentingnya Data dan Potensi Ekonomi

18 Mei 2026 - 16:30 WIB

SBY Cup 2026 Berakhir Sukses, LavAni Meraih Juara dan Empat Penghargaan Individual

18 Mei 2026 - 15:55 WIB

Meriahkan HJB TH 2026,Pemkab Bogor Luncurkan Pelayanan Publik 100 Jam Non Stop

18 Mei 2026 - 14:11 WIB

Rian Hidayat Resmi Daftar Calon Ketua Umum BM PAN, Usung Agenda Konsolidasi dan Kemenangan PAN 2029

18 Mei 2026 - 11:43 WIB

KPLP Sigap Evakuasi 28 Penumpang KMP Mutiara Persada III Akibat Gangguan Mesin di Selat Sunda

18 Mei 2026 - 09:30 WIB

Pendidikan Karakter Berbasis Bahasa Ibu (Refleksi atas Kasus Kekerasan di Daycare dan Krisis Pengasuhan Anak)

17 Mei 2026 - 21:57 WIB

MATRA Gelar Rangkaian Festival Budaya Nusantara Sambut Satu Dekade Pengabdian

17 Mei 2026 - 17:48 WIB

AHY: Agung Nugroho Bisa Jadi Teladan Kader Demokrat di Daerah

17 Mei 2026 - 16:54 WIB

Abu Mudi: Hidupkan Pengajian hingga ke Desa-desa

16 Mei 2026 - 21:40 WIB

Trending di RAGAM