Menu ✖

Mode Gelap
Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

Uncategorized

Bahas Pembangunan Giant Sea Wall Jateng, Ini Wawancara Eksklusif dengan Menko AHY

badge-check


 Bahas Pembangunan Giant Sea Wall Jateng, Ini Wawancara Eksklusif dengan Menko AHY Perbesar

 

Wartatrans.com, JATENG – Banyak masyarakat salah menilai kerja Pemerintah mengatasi bencana. Wartawan Wartatrans, wawancara langsung dengan Menko Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait hal tersebut. Berikut hasil wawancaranya;

SW: Selamat siang, Mas Menko …

AHY: Selamat siang, apa kabar ?

SW: Alhamdulillah

AHY: Silahkan. Interview apa ?

SW: Mas Menko di Semarang maka saya tanya progres pembangunan Giant Sea Wall Pantura Jawa Tengah

AHY: Proyek sangat strategis tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall jalan terus.

Ini dikarenakan ada puluhan juta rakyat yang berada di Pesisir Utara atau Pantura Jawa yang setiap saat mengalami ancaman bencana. Selain bertujuan melindungi rakyat, proyek ini juga bertujuan melindungi kawasan industri strategis dan kawasan ekonomi khusus.

SW: Ada alasan lain ?

AHY: Konsep besar pembangunan Giant Sea Wall adalah untuk melindungi kawasan pesisir Pantai Utara secara global dan merupakan bagian dari strategi nasional untuk membangun Indonesia lebih tangguh terhadap ancaman bencana alam seperti banjir rob, banjir bandang, abrasi, serta dampak perubahan iklim.

SW: Apa pesan Presiden ?

AHY: Percepatan pembangunan infrastruktur pesisir adalah perintah langsung Presiden Prabowo Subianto. Untuk Jawa Tengah, area Semarang dan Demak adalah zona prioritas karena tingkat penurunan tanah sudah mencapai 15 – 20 sentimeter per tahun dan banjir rob terjadi semakin intens.

SW: Sudah dengar kesan warga Semarang ?

AHY: Setiap saya turun ke masyarakat, saya mendengar, melihat dan merasakan keluh kesah mereka. Paling update, banyak masyarakat salah menilai kerja pemerintah mengatasi bencana. Waktu Semarang banjir besar bulan November lalu, aktivis lingkungan menuding penyebabnya karena dibangunnya Giant Sea Wall. Mereka menganggap pemerintah tidak mengatasi masalah tapi membuat masalah baru seperti masalah sosial dan ekologis. Ada juga nelayan yang khawatir dampaknya negatif pada mata pencaharian mereka. Ini semua salah kaprah tapi saya memakluminya karena mereka belum tahu detailnya.

SW: Solusinya ?

AHY: Rajin memberi informasi kepada masyarakat bahwa pembangunan tanggul laut raksasa tidak sepenuhnya mengandalkan beton. Pemerintah mengusung konsep hybrid sea wall, yakni kombinasi antara tanggul teknis dan pendekatan alami seperti mangrove. Kombinasi diterapkan menyesuaikan kondisi geografis masing-masing wilayah.

SW: Spesifiknya ?

AHY: Pada kawasan yang mengalami penurunan tanah (land subsidence), dibangun tanggul laut yang memanjang puluhan kilometer dari garis pantai. Untuk daerah dengan kondisi sedang, cukup dilakukan penguatan tanggul pantai untuk mencegah bencana banjir. Sementara untuk kawasan yang masih baik, rehabilitasi mangrove adalah opsi paling efektif dan efisien.

SW: Saya dengar Mas Menko punya cara mengatasi bencana secara murah ?

AHY: Indonesia kini menghadapi tekanan besar akibat perubahan iklim, urbanisasi, dan meningkatnya intensitas bencana. Mitigasi perlu dilakukan sejak dini agar dampak bencana tidak bertambah parah.

Anggaran rehabilitasi biasanya lebih besar dibanding anggaran mengantisipasi bencana. Jangan sampai bencana terjadi dulu, baru berpikir bagaimana mengatasinya. Mencegah dan memitigasi bencana lebih baik dan lebih murah.

SW: Siap, terima kasih informasinya.***

(Slamet Widodo)

NB : Akses wawancara empat mata didapat karena penulis adalah Korlap Tim Media AHY

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius

16 Oktober 2026 - 21:21 WIB

KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi.

16 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

16 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo

16 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi?

16 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Asap Karhutla Kalimantan Terdeteksi di Jakarta

16 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Korban Dugaan Keracunan MBG Batang Mencapai 717 Orang, SPPG Bawang Ditutup Permanen

16 Oktober 2026 - 14:49 WIB

ORARI Lokal Bener Meriah, Turun Kejalan Gelar Bakti Sosial Pembagian Masker, untuk Antisipasi Kabut Asap

16 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Mantan Kapolda NTB Hadi Gunawan Maju Pimpin Demokrat, Kantongi 11 Surat Dukungan

16 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Arsip Sejarah Seulawah Agam: Pernah Disebut Goldberg, Benarkah Gunung Emas?

16 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Trending di RAGAM