Menu

Mode Gelap
Diduga Kuat Truk Colt diesel Tanpa Nopol Mengangkut Minyak Mentah Ilegal Melintas dijalan Lintas Medan-Sumut Pejuang Agraria Desak Penyelesaian Konflik Hak Adat atas Tanah di Aceh Timur IPC TPK Peringati HUT ke-13 dengan Donor Darah, 128 Kantong Darah Terkumpul KA Lokal Kian Diminati, KAI Layani 4,6 Juta Pelanggan pada Semester I 2026 PTDI Relokasi ke Kertajati, Pemerintah Bidik Pasar Aviasi Rp2.200 Triliun Hari Keterampilan Pemuda Sedunia, KAI Perkuat Talenta Adaptif untuk Masa Depan Perkeretaapian

Uncategorized

Bahas Pembangunan Giant Sea Wall Jateng, Ini Wawancara Eksklusif dengan Menko AHY

badge-check


 Bahas Pembangunan Giant Sea Wall Jateng, Ini Wawancara Eksklusif dengan Menko AHY Perbesar

 

Wartatrans.com, JATENG – Banyak masyarakat salah menilai kerja Pemerintah mengatasi bencana. Wartawan Wartatrans, wawancara langsung dengan Menko Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait hal tersebut. Berikut hasil wawancaranya;

SW: Selamat siang, Mas Menko …

AHY: Selamat siang, apa kabar ?

SW: Alhamdulillah

AHY: Silahkan. Interview apa ?

SW: Mas Menko di Semarang maka saya tanya progres pembangunan Giant Sea Wall Pantura Jawa Tengah

AHY: Proyek sangat strategis tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall jalan terus.

Ini dikarenakan ada puluhan juta rakyat yang berada di Pesisir Utara atau Pantura Jawa yang setiap saat mengalami ancaman bencana. Selain bertujuan melindungi rakyat, proyek ini juga bertujuan melindungi kawasan industri strategis dan kawasan ekonomi khusus.

SW: Ada alasan lain ?

AHY: Konsep besar pembangunan Giant Sea Wall adalah untuk melindungi kawasan pesisir Pantai Utara secara global dan merupakan bagian dari strategi nasional untuk membangun Indonesia lebih tangguh terhadap ancaman bencana alam seperti banjir rob, banjir bandang, abrasi, serta dampak perubahan iklim.

SW: Apa pesan Presiden ?

AHY: Percepatan pembangunan infrastruktur pesisir adalah perintah langsung Presiden Prabowo Subianto. Untuk Jawa Tengah, area Semarang dan Demak adalah zona prioritas karena tingkat penurunan tanah sudah mencapai 15 – 20 sentimeter per tahun dan banjir rob terjadi semakin intens.

SW: Sudah dengar kesan warga Semarang ?

AHY: Setiap saya turun ke masyarakat, saya mendengar, melihat dan merasakan keluh kesah mereka. Paling update, banyak masyarakat salah menilai kerja pemerintah mengatasi bencana. Waktu Semarang banjir besar bulan November lalu, aktivis lingkungan menuding penyebabnya karena dibangunnya Giant Sea Wall. Mereka menganggap pemerintah tidak mengatasi masalah tapi membuat masalah baru seperti masalah sosial dan ekologis. Ada juga nelayan yang khawatir dampaknya negatif pada mata pencaharian mereka. Ini semua salah kaprah tapi saya memakluminya karena mereka belum tahu detailnya.

SW: Solusinya ?

AHY: Rajin memberi informasi kepada masyarakat bahwa pembangunan tanggul laut raksasa tidak sepenuhnya mengandalkan beton. Pemerintah mengusung konsep hybrid sea wall, yakni kombinasi antara tanggul teknis dan pendekatan alami seperti mangrove. Kombinasi diterapkan menyesuaikan kondisi geografis masing-masing wilayah.

SW: Spesifiknya ?

AHY: Pada kawasan yang mengalami penurunan tanah (land subsidence), dibangun tanggul laut yang memanjang puluhan kilometer dari garis pantai. Untuk daerah dengan kondisi sedang, cukup dilakukan penguatan tanggul pantai untuk mencegah bencana banjir. Sementara untuk kawasan yang masih baik, rehabilitasi mangrove adalah opsi paling efektif dan efisien.

SW: Saya dengar Mas Menko punya cara mengatasi bencana secara murah ?

AHY: Indonesia kini menghadapi tekanan besar akibat perubahan iklim, urbanisasi, dan meningkatnya intensitas bencana. Mitigasi perlu dilakukan sejak dini agar dampak bencana tidak bertambah parah.

Anggaran rehabilitasi biasanya lebih besar dibanding anggaran mengantisipasi bencana. Jangan sampai bencana terjadi dulu, baru berpikir bagaimana mengatasinya. Mencegah dan memitigasi bencana lebih baik dan lebih murah.

SW: Siap, terima kasih informasinya.***

(Slamet Widodo)

NB : Akses wawancara empat mata didapat karena penulis adalah Korlap Tim Media AHY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Kuat Truk Colt diesel Tanpa Nopol Mengangkut Minyak Mentah Ilegal Melintas dijalan Lintas Medan-Sumut

15 Juli 2026 - 21:35 WIB

Pejuang Agraria Desak Penyelesaian Konflik Hak Adat atas Tanah di Aceh Timur

15 Juli 2026 - 21:18 WIB

IPC TPK Peringati HUT ke-13 dengan Donor Darah, 128 Kantong Darah Terkumpul

15 Juli 2026 - 21:09 WIB

Siswa SLB Gianyar Tolak Narkoba

15 Juli 2026 - 13:48 WIB

200 Juta e-KTP di Indonesia, Balik Nama Kendaraan Tetap Kalah Praktis dari Malaysia

15 Juli 2026 - 12:11 WIB

Ada Agenda Besar, Kemenhub-Korlantas Polri Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

15 Juli 2026 - 09:47 WIB

1 Juta Sertifikat Gratis MBR, Target Ambisius Hadapi Ujian Sulit Agraria 

15 Juli 2026 - 05:34 WIB

Pelindo Sambut Menteri Transportasi Arab Saudi, Bahas Potensi Kerja Sama Kepelabuhanan dan Logistik

14 Juli 2026 - 21:46 WIB

IDSurvey dan Danantara Investment Management Jalin Kerja Sama Strategis Dukung Pengembangan Sistem Pengolahan Sampah Terintegrasi

14 Juli 2026 - 20:49 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Petakan Biota Laut, Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan

14 Juli 2026 - 20:39 WIB

Trending di ANJUNGAN