Wartatrans.com, BEKASI – Sejumlah buket bunga dari penumpang KRL terlihat memenuhi area Stasiun Bekasi Timur sebagai bentuk doa dan belasungkawa atas korban kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi pada Senin (27/4/2026).
Rangkaian bunga berwarna-warni tersebut diletakkan di meja area depan pintu masuk, tepat di samping gate tap tiket KRL, sehingga dapat terlihat langsung oleh para penumpang yang melintas.

Petugas stasiun menyebutkan, buket bunga mulai dikirimkan sejak Rabu malam dan masih berada di lokasi hingga Kamis siang.
“Pihak stasiun mengizinkan penumpang menyampaikan rasa duka dalam bentuk apa pun,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Berdasarkan data terbaru, jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan di lintas Bekasi–Cikarang, tepatnya di kawasan Stasiun Bekasi Timur, tercatat sebanyak 16 orang. Sementara itu, total korban terdampak hingga Rabu (29/4/2026) mencapai 107 orang.
Pada Kamis (30/4/2026), aktivitas di Stasiun Bekasi Timur mulai kembali ramai. Penumpang yang hendak menuju Jakarta untuk bekerja maupun beraktivitas sehari-hari tampak memadati area stasiun. Layanan KRL di stasiun ini melayani rute menuju Jakarta dan Cikarang.
Kepadatan terlihat sejak area parkir yang dipenuhi kendaraan penumpang, hingga pintu masuk dan peron stasiun. Sejumlah penumpang tampak menunggu kereta, baik duduk di kursi yang tersedia maupun berdiri di sekitar peron. Arus naik dan turun penumpang juga terlihat berlangsung normal.
Di sisi lain, KAI masih menyiagakan posko pusat informasi untuk membantu penumpang yang kehilangan barang akibat insiden tersebut. Sisa-sisa material bekas kecelakaan juga masih terlihat di samping jalur rel, sebagian ditutup terpal dan sebagian lainnya masih tampak terbuka.
Sejumlah penumpang mengaku sempat beralih ke stasiun lain, seperti Stasiun Bekasi, selama Stasiun Bekasi Timur tidak beroperasi. Namun, sejak kembali dibuka pada Rabu siang, mereka mulai kembali menggunakan layanan dari stasiun tersebut.
“Kemarin kereta (KRL) belum ada ya, jadi harus ke Stasiun Bakasi. Naik ojek online lah ke sananya dulu, karena di sini belum buka ya,” ujar Zidha di lokasi saat menanti KRL, Kamis.
Penumpang juga mengungkapkan lebih khawatir jika berada di dalam rangkaian setelah kejadian kecelakaan KRL yang memakan banyak korban tersebut. (fahmi)






























