Menu ✖

Mode Gelap
KCIC Bangun Dua Akses Baru ke Stasiun Whoosh Karawang, Hubungkan Trans Heksa dan Deltamas Itab Purnama ‘Drumer Formula Langit’ Siap Rilis Debut Single, Nantikan! Menhub Dudy Lantik Sejumlah Pejabat, Tekankan Integritas dan Keselamatan Chandra: Pemkota Depok Terus Berkomitmen Wujudkan Depok Kota Inklusif DPRD Kota Semarang dan MP3 Menyoroti Pengosongan Gedung Pandanaran Barang Tertinggal di Kereta Api? Ini Cara Melapor dan Mengambilnya Lewat Layanan KAI

RAGAM

Chandra: Pemkota Depok Terus Berkomitmen Wujudkan Depok Kota Inklusif

badge-check


 Chandra: Pemkota Depok Terus Berkomitmen Wujudkan Depok Kota Inklusif Perbesar

Wartatrans.com, DEPOK — Wakil Walikota Depok Chandra Rahmansyah menegaskan, Pemerintah Kota Depok terus berkomitmen mewujudkan Kota Depok sebagai kota inklusif, agar masyarakat turut berpartisipasi dalam pembangunan.

“Inklusif adalah rasa memiliki oleh semua warga,”katanya ketika memberikan sambutan pada acara Sarasehan Depok Kota Inklusif

“Menguatkan Kerukunan Antar Umat Beragama Dalam Bingkai Kebersaman Generasi Muda”,

Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Kota Depok, Gedung Dakwah MUI Kota Depok, Rabu, 14 Oktober 2026

Chandra menambahkan, perbedaan tidak boleh menghalangi proses pembangunan, mewujudkan kesejahteraan dan perdamaian. “Kemajuan Kota Depok tidak hanya dilihat dari infrastruktur dan pembangunan ekonomi, tapi masyarakat mampu menjaga kebersamaan,” katanya.

Chandra bersyukur, Kota Depok rukun dan tidak lagi menduduki posisi terendah indeks intoleransinya. Menurutnya, kerukunan berkaitan pada keberadaan, sedangkan toleransi merupakan sifat.

“Kerukunan tidak dibangun dari seremonial, tapi dari kehidupan sehari-hari, kepedulian, dan dialog,” ungkapnya.

Chandr berharap, Kota Depok menjadi kota rahtan lil alamiin. Rahmat bagi semua. Untuk mewujudkan itu, Chandra membutuhkan peran pemuda untuk menjadi jembatan terhadap perbedaan.

“Pemuda harus menjadi penggerak kerukunan atas dasar toleransi yang tinggi.”

Pada kesempatan yang sama, Nurwahidin Hakim, Wakil Ketua MUI Depok mengatakan, Depok adalah Indonesia mini dengan beragam suku, agama dan budaya. MUI menyakini, kerukunan bukan sekadar toleransi. Kerukunan harus merangkul semua.

Nurwahidin menjelaskan, 56 persen penduduk Depok merupakan usia produktif atau pemuda. Oleh karena itu, pemuda harus terhindar dari sifat intoleransi dari media sosial.

“Pemuda jangan kenal di media sosial saja. Beda agama merupakan keniscayaan, kerjasama merupakan kewajiban,” katanya.

Tambahnya, Depok Kota inklusif, semua pemeluk agama merasa aman, nyaman dan memiliki hak yang sama untuk beribadah dan berkontribusi di Depok.

Sementara, Dudu Rohman, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menjelaskan, untuk mewujudkan Depok sebagai kota inklusif, ada beberapa upaya yang harus dilakukan. Pertama, Akses universal harus menjadi kekuatan. Pemerintah memberikan layanan sesuai kebutuhan masyarakat. Kedua, keterlibatan semua warga, termasuk pemuda. Ketiga, kesempatan ekonomi yang setara. Keempat, keadilan sosial.

“Prasangka buruk harus ditinggalkan. Ujaran kebencian jangan menjadi vitamin bagi perpecahan,” katanya.

Jazim Khamidi, Ketua Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Depok mengatakan, pemuda hari ini, merupakan pemimpin masa depan. Komunikasi antar umat beragama harus sering dilakukan.

“Kerukunun mencari titik temu. Intoleransi muncul karena kurang bertemu,” katanya.

Gus Romzi Ahmad, Pendakwah Milllenial mengatakan, untuk memahami pemuda dengan melihat kepentingannya. Toleransi bukan mengabaikan. “Setiap agama punya kewajiban masing-masing bagi pemeluknya,” katanya.

Gus Tomzi menambahkan, pemuda sekarang kurang fokus, karena mudah informasi yang diterima melalui media sosial yang digandrunginya. Sehingga, mereka tidak merdeka dalam pengetahuan.

“Pemuda harus melakukan kurasi dari pengetahuan yang diterima,” pungkasnya.*** (Septiadi)

Baca Lainnya

DPRD Kota Semarang dan MP3 Menyoroti Pengosongan Gedung Pandanaran

14 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Resmikan 980 Dapur Gizi di 16 Provinsi, Sudaryono Tegaskan Perang terhadap Calo dan Pungli Program MBG

14 Oktober 2026 - 19:08 WIB

WALHI Ungkap 372 Perusahaan Terindikasi Terkait Karhutla 2026, Sebanyak 52 Berafiliasi dengan Malaysia dan Singapura

14 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sambut Lima Abad Jakarta, CGR Dorong  Penguatan Identitas Budaya Betawi 

14 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Gala Indonesia Bercerita, Gerakan Kebudayaan untuk Melahirkan Agen Peradaban Baru

14 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Kunjungi Aceh, Kepala BGN Sudaryono Tinjau MBG di Aceh Besar, Soroti Gizi dan Ketepatan Sasaran

14 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Kebakaran Hutan Meluas, Prabowo Turun Tangan: Kerahkan 60 Ribu Personel dan Siapkan 70 Ribu Polisi Hutan

14 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Pertamina Geothermal Energy Optimalkan Pengembangan Panas Bumi,  Intensifkan Pengeboran di Sejumlah Wilayah Operasional

13 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Dihadiri Lebih Dari 157 Ribu Penonton, DAMRI Dukung Mobilitas Penonton Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

13 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Krisis Air Bersih Ganggu Pelayanan RSUD Fakfak, Jam Besuk Pasien Dihentikan Sementara

13 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Trending di RAGAM