Menu ✖

Mode Gelap
Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 1,1 Juta hingga September 2026, Naik 9,73 Persen Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

RAGAM

Delegasi Rimba Raya Apresiasi Kehadiran Raja Linge pada Hari Damai Aceh ke-21: Gayo adalah Marwah Aceh

badge-check


 Delegasi Rimba Raya Apresiasi Kehadiran Raja Linge pada Hari Damai Aceh ke-21: Gayo adalah Marwah Aceh Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH — Kehadiran Raja Linge ke-XXI, Juhursyah, bersama jajaran Pasak Opat Negeri Linge dalam peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), mendapat apresiasi dari Delegasi Radio Rimba Raya di Jakarta.

Delegasi Rimba Raya yang terdiri dari Putra Gara, Salman Yoga, Fikar W. Eda, Zuhri Gayo, Ikmal Gopi dan Irmansyah menilai kehadiran pimpinan adat Gayo tersebut bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi menjadi simbol penting bahwa adat dan sejarah Gayo memiliki tempat dalam menjaga marwah perdamaian Aceh.

Momen tersebut terasa semakin istimewa karena peringatan Damai Aceh tahun ini memasuki usia ke-XXI, bersamaan dengan kepemimpinan Raja Linge ke-XXI.

“Kami mengapresiasi kehadiran Raja Linge dalam momentum Hari Damai Aceh ke-21. Ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi sebuah pesan bahwa Gayo adalah bagian penting dari marwah Aceh,” ujar Putra Gara, perwakilan Delegasi Rimba Raya.

Menurutnya, sejarah Aceh menunjukkan bahwa kekuatan Aceh tidak hanya dibangun melalui politik dan perjuangan bersenjata, tetapi juga melalui adat, budaya, persatuan dan kontribusi masyarakat dari berbagai wilayah, termasuk Tanah Gayo.

Delegasi Rimba Raya

Radio Rimba Raya sendiri menjadi salah satu bukti penting peran Gayo dalam sejarah perjuangan Aceh.

Delegasi Rimba Raya menilai semangat tersebut relevan untuk terus dirawat dalam konteks Aceh hari ini. Perdamaian yang telah diperjuangkan harus menjadi ruang bersama untuk membangun kesejahteraan, memperkuat persatuan, serta menjaga identitas dan adat masing-masing wilayah.

“Gayo adalah marwah Aceh. Karena itu, bingkai kesatuan Aceh harus menjadi sesuatu yang lebih utama dari apa pun. Perbedaan jangan menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Aceh bersama,” kata Gara lagi.

Sebelumnya, Raja Linge ke-XXI Juhursyah juga mengajak masyarakat Gayo menjadikan semangat MoU Helsinki sebagai landasan membangun Aceh yang adil, bermartabat dan penuh harapan.

“Damai ini bukan hadiah. Damai ini hasil perjuangan panjang. Tugas kita sekarang adalah mengisinya dengan kerja, dengan gotong royong, dan dengan menjaga adat,” ujar Juhursyah.

Bagi Delegasi Rimba Raya, pesan tersebut sejalan dengan nilai yang diwariskan sejarah Radio Rimba Raya: bahwa ketika Aceh bersatu, suara dari Gayo dapat menjadi suara yang memiliki arti jauh melampaui batas daerah.

Karena itu, momentum Hari Damai Aceh ke-21 pada 15 Agustus 2926 ini diharapkan tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa masa depan Aceh harus dibangun bersama dengan menghormati adat, sejarah, persaudaraan dan kebersamaan seluruh masyarakat Aceh.*** (Jasa)

Baca Lainnya

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Putra Aceh Dipercaya Duduki Kursi BPK RI, Khaidir Abdurrahman Siap Emban Amanah

6 Oktober 2026 - 06:21 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan

5 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Sepuluh Tahun Menanti, Masjid Giok Jadi Saksi Perjalanan Luhay Ahmad Memeluk Islam

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Komunitas Ruang Baca Rayakan HUT ke-9 Lewat Galeri Esai di Warung Kopi

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Trending di RAGAM