Menu

Mode Gelap
KAI Group Perkuat Ekosistem Transportasi, 307,86 Juta Pelanggan Dilayani hingga Juli Ketepatan Waktu Whoosh Capai 99,4 Persen, KCIC Klaim Layanan Makin Andal Merah Putih Berkibar di Kereta Api, KAI Daop 1 Jakarta Hadirkan Semangat Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur Bandara Husein Sastranegara Bersiap Penuh Layani Pesawat Boeing 737-800 “Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada” Anggaran Perumahan 2027 Tertekan, Kementerian PKP Ajukan Anggaran Rp106 Triliun

ANJUNGAN

Demi Perkuat Logistik Lintas Batas, ASDP Dorong Konektivitas RoRo Batam–Johor

badge-check


 Demi Perkuat Logistik Lintas Batas, ASDP Dorong Konektivitas RoRo Batam–Johor Perbesar

Wartatrans.com, JOHOR BAHRU – Batam dan Johor yang dekat secara geografis, membuka peluang strategis untuk memperkuat konektivitas Indonesia–Malaysia.

Tidak hanya bagi mobilitas masyarakat, tetapi juga perdagangan, investasi, dan logistik lintas batas.

Peluang tersebut tengah didorong melalui rencana pengembangan layanan Roll-on/Roll-off (RoRo) Batam–Johor yang menghubungkan Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batam dengan Terminal Feri Tanjung Belungkor, Johor.

Dengan jarak sekitar 27 mil laut, koridor ini memiliki posisi strategis untuk mendukung pergerakan penumpang, kendaraan, dan angkutan kargo secara lebih terintegrasi.

Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Lasse mengatakan, berbagai persiapan dan koordinasi terus dilakukan dengan para pemangku kepentingan.

Layanan tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi pada pertengahan 2027, dengan tetap memerhatikan kesiapan infrastruktur, pemenuhan regulasi, serta persetujuan pemerintah Indonesia dan Malaysia.

“Kami berharap layanan RoRo Batam–Johor dapat mulai beroperasi pada pertengahan tahun depan. Namun, realisasinya tentu membutuhkan kesiapan dan kolaborasi seluruh pihak, khususnya terkait regulasi, infrastruktur, serta penyelarasan proses lintas batas kedua negara,” urai Rio.

Dari sisi infrastruktur, fasilitas Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batam telah tersedia, sementara fasilitas di Tanjung Belungkor masih memerlukan sejumlah peningkatan untuk mendukung rencana pengoperasian layanan RoRo.

Kehadiran layanan RoRo menawarkan proses logistik yang lebih sederhana karena kendaraan beserta muatannya dapat langsung masuk ke kapal (roll-on), diangkut melalui laut, kemudian keluar di pelabuhan tujuan (roll-off).

Pola tersebut berpotensi mengurangi proses penanganan barang, memperpendek waktu layanan, serta meningkatkan efisiensi rantai logistik lintas batas.

Potensi pasar koridor Batam–Johor juga didukung oleh tingginya mobilitas antara kedua wilayah.

Data yang dihimpun ASDP mencatat sekitar 193 ribu wisatawan asal Malaysia berkunjung ke Batam sepanjang 2024.

Di sisi logistik, Batam juga memiliki sejumlah komoditas ekspor potensial, antara lain produk hewani dan nabati, kakao, serta produk kimia.

Berdasarkan asesmen awal, potensi angkutan pada tahap awal diperkirakan masih berada di bawah 50 truk.

Karena itu, kapasitas dan pola layanan akan dikembangkan secara bertahap mengikuti pertumbuhan permintaan pasar, dengan turut mempertimbangkan keseimbangan muatan (balanced cargo) pada perjalanan pergi dan kembali guna menjaga keberlanjutan operasional dan keekonomian layanan.

Perkuat Kolaborasi Bilateral

Pengembangan koridor Batam–Johor sejalan dengan hasil 13th Annual Consultation Indonesia–Malaysia pada 29 Juli 2025, yang menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat konektivitas lintas batas, termasuk melalui layanan RoRo.

Ini guna mendukung perdagangan, investasi, pariwisata, dan integrasi logistik.

Komitmen tersebut ditindaklanjuti melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Strategic Discussion on Cross-Border RoRo Connectivity and Bilateral Collaboration” yang diinisiasi ASDP bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru Rabu (12/8/2026).

FGD tersebut menjadi forum untuk menghimpun masukan dari pelaku usaha, calon pengguna jasa, dan pemangku kepentingan mengenai potensi pasar, kebutuhan logistik, kesiapan operasional, regulasi dan prosedur lintas batas, kesiapan infrastruktur, serta peluang komersial pengembangan koridor Batam–Johor.

Hadir dalam kegiatan tersebut Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru Sigit S. Widiyanto, Atase Perhubungan Republik Indonesia di Kuala Lumpur Sindu Rahayu, Direktur Operasi dan Transformasi ASDP Rio Lasse, serta para pelaku usaha dan pemangku kepentingan terkait di Johor.

Sigit mengatakan, layanan RoRo Batam–Johor tidak hanya membuka konektivitas transportasi baru, tetapi juga berpotensi menghubungkan secara lebih langsung dua kawasan pertumbuhan ekonomi di Batam dan Johor.

“Meski secara geografis keduanya berdekatan, masih terdapat ruang yang besar untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Batam dan Johor. Kehadiran layanan ini nantinya diharapkan dapat memperkuat jaringan logistik lintas batas, mendorong hubungan bisnis, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi Indonesia dan Malaysia,” ungkap Sigit.

ASDP memandang keberhasilan pengembangan koridor Batam–Johor membutuhkan empat fondasi utama, yakni tata kelola, regulasi, infrastruktur, dan pasar.

Keempat aspek tersebut perlu dikembangkan secara paralel melalui koordinasi bilateral yang kuat antara pemerintah, regulator, otoritas perbatasan, operator pelabuhan, pelaku logistik, serta dunia usaha di kedua negara.

“Yang ingin kami bangun bukan sekadar sebuah lintasan baru, tetapi sebuah koridor konektivitas yang mampu menciptakan nilai tambah bagi kedua negara. Karena itu, pengembangannya harus dilakukan secara terintegrasi dari sisi regulasi, infrastruktur, pasar, dan tata kelola,” tambah Rio.

Melalui pengembangan konektivitas RoRo Batam–Johor, jarak sekitar 27 mil laut yang memisahkan kedua wilayah diharapkan dapat menjadi jembatan maritim baru Indonesia–Malaysia yang memperlancar mobilitas, memperkuat rantai logistik lintas batas, serta membuka peluang perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih luas bagi kedua negara. (omy)

Baca Lainnya

Anggaran Perumahan 2027 Tertekan, Kementerian PKP Ajukan Anggaran Rp106 Triliun

13 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Asuransi Korban KMP Putri Yasmin

13 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Wamenhub Suntana Dukung Merdeka Emisi Pelindo untuk Dorong Pelabuhan Lebih Hijau

13 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Kinerja Gemilang, Tiga Terminal Petikemas PT Terminal Teluk Lamong Raih Rekor Throughput Tertinggi

13 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Manfaatkan AI, INACA dan KIU Sosialisasi Solusi Mudah Penanganan Penumpang

13 Agustus 2026 - 15:20 WIB

HUT ke-81 RI, Pelita Air Tawarkan Diskon Harga Tiket hingga 45%

13 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Kemenhub Perkuat Pengawasan Penanganan Kendaraan Listrik di Pelabuhan

13 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Wakaf Saham Istiqlal Hadapi Tantangan Regulasi

13 Agustus 2026 - 05:21 WIB

Ritel Asing Makin Bertambah, Rantai Pasok Lokal Diuji

13 Agustus 2026 - 05:17 WIB

Sampaikan Duka Cita Kebakaran KMP Putri Yasmin, Menhub: Fokus Proses Pertolongan Penumpang!

12 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Trending di ANJUNGAN