Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

ANJUNGAN

DWP Kemenhub–BKKP Perkuat Literasi Kesehatan melalui Gelaran Webinar

badge-check


 DWP Ditjen Hubla Perbesar

DWP Ditjen Hubla

Wartatrans.com, JAKARTA – Minat masyarakat terhadap obat tradisional dan suplemen kesehatan terus meningkat seiring dengan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh.

Namun, di balik tren tersebut, pemahaman yang kurang tepat mengenai jenis, manfaat, serta cara penggunaan produk kesehatan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang kerap luput disadari.

Merespons kondisi tersebut, Dharma Wanita Persatuan Kementerian Perhubungan (DWP Kemenhub) bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP), gelar Webinar Kesehatan.

Temanya “Bijak Menggunakan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan” sebagai bagian dari upaya penguatan literasi kesehatan di lingkungan Kemenhub, yang dibuka penasihat DWP Elly Suntana.

Dia menegaskan pentingnya peran keluarga khususnya kaum ibu dalam membangun kebiasaan hidup sehat yang didasarkan pada pengetahuan yang benar dan bertanggungjawab.

Hadir didampingi, Retno Antoni Ketua DWP Kemenhub, Elly Masyhud Ketua DWP Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta Chrisantine Angelina Arief Toha Ketua DWP Inspektorat Jenderal Kemenhub.

Webinar ini menghadirkan dr. Joyce Novelyn Siagian, narasumber dari RSUP Persahabatan, yang menyampaikan materi edukatif mengenai penggunaan obat tradisional dan suplemen kesehatan secara aman, rasional, dan bertanggung jawab.

“Obat tradisional dan suplemen kesehatan memiliki karakteristik yang berbeda dengan obat modern, sehingga memerlukan pemahaman yang tepat sebelum dikonsumsi,” ucapnya.

Dia menguraikan klasifikasi obat tradisional, mulai dari jamu, obat herbal terstandar, hingga fitofarmaka, serta membedakannya dengan suplemen kesehatan yang berfungsi untuk melengkapi asupan gizi, bukan sebagai terapi pengobatan penyakit.

Dr. Joyce menekankan bahwa anggapan produk berlabel “herbal” atau “alami” selalu aman dikonsumsi merupakan kekeliruan yang masih sering ditemui di masyarakat.

“Penggunaan yang tidak sesuai dosis, tidak memerhatikan kondisi kesehatan individu, atau dikombinasikan dengan obat lain berpotensi menimbulkan efek samping maupun interaksi obat yang berisiko,” bebernya.

Kepala BKKP dan DWP Kemenhub

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memerhatikan izin edar, komposisi, serta aturan pakai, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi produk tertentu secara rutin.

Kepala BKKP, Wisnu Wardana menyampaikan, kolaborasi antara DWP Kemenhub dan BKKP merupakan wujud sinergi promotif dan preventif di bidang kesehatan.

“Edukasi kesehatan harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu layanan kesehatan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh, benar, dan berkelanjutan,” kata Wisnu.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan layanan Klinik Sentra Maritim Medika (SMM) yang dikelola BKKP.

Klinik SMM telah meraih akreditasi paripurna, menerapkan sistem manajemen mutu berbasis standar ISO, serta didukung oleh tenaga medis profesional, termasuk dokter spesialis, dengan sarana dan prasarana medis yang modern dan memadai.

Selain melayani pelaut sebagai bagian penting dari upaya mendukung keselamatan pelayaran nasional, Klinik SMM juga membuka layanan bagi masyarakat umum dan aktif mengembangkan pendekatan promotif serta preventif melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan berkala, dan pendampingan kesehatan terpadu.

“Melalui kolaborasi DWP Kemenhub dan BKKP, webinar ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih bijak, kritis, dan bertanggungjawab dalam menggunakan obat tradisional dan suplemen kesehatan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup yang sehat dan aman,” imbuh Wisnu.

Sebagai informasi, webinar ini dilaksanakan secara hybrid, dengan kehadiran Ibu-ibu DWP Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut secara luring di Ruang Pertemuan Klinik Sentra Maritim Medika (SMM), Jakarta.

Sementara perwakilan Ibu-ibu DWP dari seluruh subsektor dan badan di lingkungan Kementerian Perhubungan di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan ini secara daring. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino

1 Oktober 2026 - 10:39 WIB

KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

1 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah

1 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

Trending di JALUR