Wartatrans.com, SEMARANG — Abdul Mu’ti yang menakhodai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengeluarkan sejumlah program dan kebijakan yang salah satunya adalah Pembelajaran Mendalam. Ini sebuah pendekatan pembelajaran revolusioner yang berpegang pada prinsip berkesadaran, bermakna dan menggembirakan. Hal inilah yang direspon positif SMPN 2 Semarang dengan mengadakan Esperofest 2025.
Selaku Kepala Sekolah, Nining Sulistyaningsih, S. Pd., M. Pd. menjelaskan bahwa event yang diselenggarakan tanggal 16 Desember 2025 ini adalah wadah atau ajang kreativitas murid. “Adapun tujuannya adalah pembentukan karakter murid, kedisiplinan, serta menumbuhkan kolaborasi kreatifitas sehingga terbentuk tanggung jawab. Ini bekal jika nantinya menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri dan bagaimana mereka menghargai budaya yang ada di Indonesia,” demikian Nining.

Esperofest tahun ini mengusung tema Gumegrah Budaya, Saatnya Generasi Muda Berkarya. Arti tema dimaksud adalah bagaimana membangkitkan jiwa nasionalisme dan menghargai beragam budaya yang ada di Indonesia.
Acara menampilkan band sekolah, drama musikal, peragaan busana, sampai pameran lukisan. Tidak ketinggalan bazar UMKM. Kelas 7 yang dua bulan lalu mengadakan kokurikuler membatik kaos, memamerkan hasilnya lewat fashion week.
Kelas 8 menyajikan kuliner Jawa. Mereka mempelajari dan mengolah makanan tradisional untuk selanjutnya dijual.
Terakhir murid kelas 9 menunjukkan kebolehan nya terkait Wonderful of Indonesia. Mereka perfom drama musikal bertema cerita rakyat Jawa seperti Roro Mendut, Malin Kundang sampai dari daerah Papua yaitu Hilangnya Cendrawasih.
Harapan lain dari Nining adalah agar anak – anak muridnya selalu menghargai dan mencintai budaya Indonesia. “Ini penting karena anak sekarang adalah anak di mulainya bonus demografi, produktifitas mereka sangat mempengaruhi sukses tidaknya Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah yang Juli 2026 sudah pensiun, SMPN 2 Semarang sudah terbangun budaya kerja bersama antara murid, orang tua dan sekolah. Suport guru hanya membuat grand desain dan mendampingi semua kegiatan pendidikan baik teori maupun prakteknya. Dengan giat seperti ini SMPN 2 Semarang telah melahirkan ribuan siswa berprestasi nasional maupun internasional, dari cabang seni, ketrampilan, sampai ilmu pengetahuan. Tercatat Salma Janeeta Putri Priyadi juara 1 International Cheer Union, Zelda Athallah Sonia juara 1 Asian Pacific Cheer Cup, Raza Muammar Akhtar juara 1 Gelora Taekwondo Indonesia Championship, dan masih banyak lagi.
Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti dalam sambutannya mengharap agar Esperofest tambah tahun tambah meriah. “Pendidikan seni jangan hanya jadi pelengkap tapi jadikan pembelajaran penuh. Dengan demikian murid bukan cuma cerdas tapi juga berbudaya. Jika ada yang menjadi pemimpin maka dirinya akan menjalankan seni memimpin secara baik dan benar,” katanya.
Walikota juga mengapresiasi prestasi yang telah dibuat murid SMPN 2 Semarang. Pemerintah Kota sudah mendengar jika seorang murid bernama Indramata Widodo Putra akhir tahun ini diundang Kementerian Pendidikan dan Olahraga Italia dan KBRI untuk menerima hadiah sebagai juara pertama lomba kartun tingkat internasional Premiazione 9 ediz Premio Novello, Junior Category. “Apapun bentuk prestasinya, Pemkot akan memberi penghargaan lain, salah satunya berupa pendampingan,” demikian janji Agustina.***
(Slamet Widodo)









