Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

EKOBIS

Hore, AirNav Panen Perdana Melon Hidroponik Petani Binaan di Boyolali

badge-check


 Direktur  Airnav Perbesar

Direktur Airnav

Wartatrans.com, BOYOLALI – Hore, upaya AirNav Indonesia mendukung program ketahanan pangan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) menuai hasil.

Program pertanian modern bagi petani binaan yang digelar di Desa Guklowajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, berhasil menggelar panen perdananya dengan cukup memuaskan.

“Alhamdulillah, dari area seluas 250 meter persegi, melon seberat 1,5 ton yang dikembangbiakkan secara hidroponik berhasil dipanen pada Senin, 9 Maret 2026. Ini kabar yang sangat menggembirakan. Menjadi pertanda bahwa metode yang diterapkan para petani binaan kami bisa dikembangkan lebih jauh lagi, agar dapat memberikan hasil yang lebih besar,” jelas Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko AirNav Indonesia Azizatun Azhimah, melalui keterangan resmi yang dirilis Selasa (10/3/2026).

Azizatun mengungkapkan, para petani dimaksud merupakan Mitra Binaan AirNav Indonesia yang terjalin melalui pelaksanaan Program TJSL perusahaan.

Mengelola pertanian melalui sistem hidroponik menjadi solusi yang tepat bagi masyarakat untuk mengelola pertanian di tengah keterbatasan lahan untuk bercocok tanam, dengan tetap mendapatkan hasil yang optimal.

“Kehadiran AirNav Indonesia mendukung kelompok tani tersebut menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan serta memberikan dampak langsung bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.

Menurut dia, program ini merupakan langkah awal atau pilot project dalam memperkenalkan pertanian yang lebih modern, terukur, dan bernilai ekonomi kepada masyarakat desa.

Program ini dikembangkan di atas lahan yang sangat terbatas, dengan modal awal sebanyak 740 bibit buah melon.

Dari proses budidaya tersebut, sebanyak 650 buah berhasil dipanen dengan total berat sekitar 1,5 ton.

”Ini hasil yang luar biasa,” ungkap Azizatun.

Hasil panen perdana tersebut, sebagian hasilnya dibagikan kepada masyarakat.

Sementara sebagian lainnya dijual untuk mendukung pembelian bibit untuk menjaga keberlanjutan program tersebut.

“Kehadiran kita pada hari ini memiliki makna yang sangat penting, tidak hanya sebagai sebuah kegiatan panen semata, tetapi juga sebagai simbol dari kerja keras, pembelajaran, dan kolaborasi yang telah dibangun bersama antara AirNav Indonesia dengan para petani binaan serta masyarakat sekitar,” ujarnya.

Melalui project tersebut, menurutnya, perusahaan ingin menunjukkan bahwa sektor pertanian dapat dikelola secara lebih modern dan inovatif, sehingga mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan produktivitas desa.

Komoditas melon dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang baik dan dinilai potensial untuk dikembangkan secara lokal.

Azizatun mengatakan, pendekatan teknologi dan pendampingan yang tepat dapat menjadikan komoditas bernilai tinggi lebih mudah diakses dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas petani binaan, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi baru bagi desa serta memperluas akses masyarakat terhadap hasil pertanian yang berkualitas.

Panen perdana ini juga terasa semakin bermakna karena berlangsung di bulan suci Ramadan, yang menjadi momentum untuk memperkuat nilai berbagi, kepedulian sosial, dan kebermanfaatan bagi sesama.

“Kami berharap, apa yang kita tanam bersama melalui program ini tidak hanya menghasilkan panen dalam bentuk buah melon. Tetapi juga menumbuhkan harapan baru, semangat kemandirian, serta keberlanjutan ekonomi bagi masyarakat desa,” pungkas Azizatun. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali

16 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Trending di RAGAM