Menu ✖

Mode Gelap
Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

EKOBIS

Hore, AirNav Panen Perdana Melon Hidroponik Petani Binaan di Boyolali

badge-check


 Direktur  Airnav Perbesar

Direktur Airnav

Wartatrans.com, BOYOLALI – Hore, upaya AirNav Indonesia mendukung program ketahanan pangan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) menuai hasil.

Program pertanian modern bagi petani binaan yang digelar di Desa Guklowajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, berhasil menggelar panen perdananya dengan cukup memuaskan.

“Alhamdulillah, dari area seluas 250 meter persegi, melon seberat 1,5 ton yang dikembangbiakkan secara hidroponik berhasil dipanen pada Senin, 9 Maret 2026. Ini kabar yang sangat menggembirakan. Menjadi pertanda bahwa metode yang diterapkan para petani binaan kami bisa dikembangkan lebih jauh lagi, agar dapat memberikan hasil yang lebih besar,” jelas Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko AirNav Indonesia Azizatun Azhimah, melalui keterangan resmi yang dirilis Selasa (10/3/2026).

Azizatun mengungkapkan, para petani dimaksud merupakan Mitra Binaan AirNav Indonesia yang terjalin melalui pelaksanaan Program TJSL perusahaan.

Mengelola pertanian melalui sistem hidroponik menjadi solusi yang tepat bagi masyarakat untuk mengelola pertanian di tengah keterbatasan lahan untuk bercocok tanam, dengan tetap mendapatkan hasil yang optimal.

“Kehadiran AirNav Indonesia mendukung kelompok tani tersebut menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan serta memberikan dampak langsung bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.

Menurut dia, program ini merupakan langkah awal atau pilot project dalam memperkenalkan pertanian yang lebih modern, terukur, dan bernilai ekonomi kepada masyarakat desa.

Program ini dikembangkan di atas lahan yang sangat terbatas, dengan modal awal sebanyak 740 bibit buah melon.

Dari proses budidaya tersebut, sebanyak 650 buah berhasil dipanen dengan total berat sekitar 1,5 ton.

”Ini hasil yang luar biasa,” ungkap Azizatun.

Hasil panen perdana tersebut, sebagian hasilnya dibagikan kepada masyarakat.

Sementara sebagian lainnya dijual untuk mendukung pembelian bibit untuk menjaga keberlanjutan program tersebut.

“Kehadiran kita pada hari ini memiliki makna yang sangat penting, tidak hanya sebagai sebuah kegiatan panen semata, tetapi juga sebagai simbol dari kerja keras, pembelajaran, dan kolaborasi yang telah dibangun bersama antara AirNav Indonesia dengan para petani binaan serta masyarakat sekitar,” ujarnya.

Melalui project tersebut, menurutnya, perusahaan ingin menunjukkan bahwa sektor pertanian dapat dikelola secara lebih modern dan inovatif, sehingga mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan produktivitas desa.

Komoditas melon dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang baik dan dinilai potensial untuk dikembangkan secara lokal.

Azizatun mengatakan, pendekatan teknologi dan pendampingan yang tepat dapat menjadikan komoditas bernilai tinggi lebih mudah diakses dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas petani binaan, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi baru bagi desa serta memperluas akses masyarakat terhadap hasil pertanian yang berkualitas.

Panen perdana ini juga terasa semakin bermakna karena berlangsung di bulan suci Ramadan, yang menjadi momentum untuk memperkuat nilai berbagi, kepedulian sosial, dan kebermanfaatan bagi sesama.

“Kami berharap, apa yang kita tanam bersama melalui program ini tidak hanya menghasilkan panen dalam bentuk buah melon. Tetapi juga menumbuhkan harapan baru, semangat kemandirian, serta keberlanjutan ekonomi bagi masyarakat desa,” pungkas Azizatun. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

1 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Yanuar Cecar Eks Kalapas Cibinong: Sofa hingga AC Hilang, Siapa yang Perintah?

30 September 2026 - 12:34 WIB

Dari 10 Jamaah Menjadi 651, Majelis Taklim Ar Rahmah Rangkul Jemaah Syiar Islam Bersama

30 September 2026 - 12:19 WIB

Trending di RAGAM