Menu ✖

Mode Gelap
Kereta Regional Jadi Pilihan Perjalanan Antarkota, KAI Layani 5,57 Juta Pelanggan Estafet Kepemimpinan Garuda Indonesia, Menilik Kiprah Fadjar dan Glenny Mengawal Pemulihan Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026 Dukung MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintas Padangbai–Lembar Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

PERISTIWA

Hujan Awal Tahun Picu Banjir dan Longsor di Kalbar, Ribuan Warga Terdampak

badge-check


 Hujan Awal Tahun Picu Banjir dan Longsor di Kalbar, Ribuan Warga Terdampak Perbesar

Wartatrans.com, KALBAR — Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kalimantan Barat sejak awal Januari 2026 memicu serangkaian bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah kabupaten.

Intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung terus-menerus menyebabkan sungai-sungai besar meluap serta meningkatkan risiko pergerakan tanah di wilayah rawan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat hingga Minggu, 11 Januari 2026, bencana tersebut telah berdampak pada 51 desa di 22 kecamatan yang tersebar di tujuh kabupaten, yakni Sambas, Sekadau, Melawi, Bengkayang, Landak, Sanggau, dan Sintang.

Sebanyak 3.532 jiwa dari 929 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak langsung, baik akibat genangan banjir maupun tanah longsor.

Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, Daniel, menjelaskan bahwa curah hujan dengan intensitas tinggi menjadi faktor utama terjadinya bencana. Luapan sungai di berbagai daerah tidak hanya menimbulkan genangan luas, tetapi juga memicu longsor di kawasan perbukitan dan bantaran sungai.

“Dampak bencana terjadi hampir merata di sejumlah kabupaten. Beberapa wilayah sudah mulai surut, namun masih terdapat titik-titik genangan yang bertahan, terutama di daerah dataran rendah,” ujar Daniel.

Kabupaten Sambas menjadi salah satu wilayah yang terdampak lebih awal. Pada periode 2–5 Januari 2026, banjir merendam dua desa di Kecamatan Galing akibat meluapnya Sungai Asuansang. Sebanyak 406 KK atau 1.724 jiwa terdampak, dengan total 406 rumah terendam. Selain permukiman, tujuh fasilitas pendidikan ikut terdampak sehingga aktivitas belajar mengajar sempat terganggu.

BPBD setempat melaporkan kondisi banjir kini telah surut, dan warga mulai melakukan pembersihan serta pemulihan pascabanjir.

Situasi berbeda terjadi di Kabupaten Sekadau. Pada 8 Januari 2026, luapan Sungai Sekadau menyebabkan banjir di 17 desa yang tersebar di tiga kecamatan. Sebanyak 844 jiwa tercatat terdampak.

Hingga laporan ini disusun, genangan air masih ditemukan di sejumlah lokasi, menghambat aktivitas warga serta akses transportasi lokal, khususnya di wilayah yang berada pada jalur limpasan sungai.

Kabupaten Melawi mencatat dampak yang cukup luas. Banjir melanda 16 desa di empat kecamatan pada 8 Januari 2026, dengan total 942 KK terdampak. Tidak hanya banjir, hujan lebat juga memicu tanah longsor di dua desa pada dua kecamatan.

Longsor terjadi akibat peningkatan debit sungai dan pergerakan tanah di lereng-lereng rawan, sehingga meningkatkan risiko bagi permukiman warga yang berada di sekitar bantaran sungai dan daerah berbukit.

Sementara itu, Kabupaten Bengkayang melaporkan kejadian banjir pada 9 Januari 2026 yang berdampak pada tujuh desa di enam kecamatan. Hingga Minggu (11/1), BPBD setempat masih melakukan pendataan jumlah korban serta fasilitas umum yang terdampak. Beberapa wilayah dilaporkan masih tergenang, sehingga proses pendataan dan distribusi bantuan mengalami kendala.

Bencana banjir juga melanda wilayah perbatasan. Pada Sabtu, 10 Januari 2026, banjir kembali merendam Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan terus meningkat dan merendam sekitar 300 rumah warga yang berada di dataran rendah serta sepanjang aliran Sungai Sekayam.

Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi sejak Kamis malam hingga Jumat pagi, diperparah dengan kiriman air dari wilayah hulu, khususnya dari Desa Suruh Tembawang dan Desa Pala Pasang.

Di beberapa lokasi, ketinggian air mencapai 2 hingga 3 meter, melumpuhkan aktivitas warga dan memaksa sebagian masyarakat mengungsi.

Dua kawasan terdampak terparah berada di Komplek Perumahan Jalan Pak Tangkir, Dusun Entikong, serta Komplek Perumahan Dusun Sontas.

Selain itu, genangan juga terjadi di Dusun Entikong Benuan dan Gang Wanara dengan ketinggian sekitar satu meter, Jalan Raya depan Kantor BTNCO dan RRI sekitar setengah meter, serta area belakang Terminal dan Puskesmas Lama setinggi satu meter.

Komplek Bea Cukai Lama bahkan terendam hingga 1,5 meter. Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring bersama jajarannya turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan membantu penanganan warga terdampak.

Data sementara mencatat sekitar 500 warga terdampak banjir di wilayah tersebut. Sebagian besar warga memilih mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat yang lebih aman.

Aparat kepolisian bersama pemerintah setempat menyiapkan dua lokasi evakuasi, yakni Gedung Vega Entikong dan Kantor Desa Entikong. Selain itu, bantuan darurat berupa mi instan, telur, dan terpal telah disalurkan kepada warga terdampak. Polsek Entikong juga menyiagakan perahu karet untuk keperluan evakuasi jika kondisi memburuk.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan memantau perkembangan situasi di lapangan,” ujar Donny.

Selain permukiman, banjir juga menyebabkan kerusakan fasilitas umum, salah satunya jembatan gantung di Dusun Mangkau, Desa Pala Pasang. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan rumah hanyut atau kerusakan berat akibat banjir tersebut.

BPBD Kalimantan Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diminta untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor kepada pihak berwenang jika terjadi kondisi darurat.***

DWIGYDZIGY

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

11 Oktober 2026 - 15:26 WIB

​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

11 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman

11 Oktober 2026 - 08:44 WIB

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Hadir di Multifinance Day 2026, ACC Dukung Inklusi Keuangan OJK

11 Oktober 2026 - 00:29 WIB

KAI Umumkan Tanu & Friends Karya Muhamad Erwin Ramadhan sebagai Juara IP Contest 2026

10 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Trending di PERON