Menu

Mode Gelap
Kemenhub: Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat Kemenhub Dorong Transformasi Pembelajaran Digital untuk Keamanan Penerbangan Kepastian Halal Dapat Jadi Nilai Tambah Pelaku Usaha Indonesia Mulai Terapkan Penghapusan Masa Berlaku Kuota Data Selular 28 September Kecamatan Gayamsari Semarang Menggelar Salat Istisqa, Mohon Hujan dan untuk Introspeksi Diri Hari Pelanggan Nasional, KAI Services Turun Langsung Sapa Pengguna di 11 Regional

EKOBIS

Indonesia Mulai Terapkan Penghapusan Masa Berlaku Kuota Data Selular 28 September

badge-check


 Indonesia Mulai Terapkan Penghapusan Masa Berlaku Kuota Data Selular 28 September Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Sisa kuota internet atau data selular yang telah dibayar pelanggan mulai diperlakukan sebagai manfaat yang perlu tetap terlindungi ketika paket berakhir.

Persoalan kuota tidak lagi hanya berkaitan dengan masa aktif, tetapi juga bagaimana pelanggan tetap memperoleh manfaat dari layanan yang telah dibayarnya.

Praktik rollover telah menjadi bagian dari desain layanan sejumlah operator di Asia Tenggara.

Di Singapura, SIMBA memungkinkan sisa data dan waktu bicara dibawa hingga enam siklus.

Di Malaysia, Yes menyediakan fitur Data Rollover pada paket prabayar tertentu sehingga sisa data dapat dibawa ke periode berikutnya sesuai ketentuan produk.

Indonesia kini mengatur perlindungan sisa kuota melalui Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Digital (SE Menkomdigi) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Kewajiban Pemenuhan Pilihan Layanan dan Perlindungan Sisa Kuota.

Surat edaran yang diterbitkan 28 Agustus 2026 itu menjadi pedoman pelaksanaan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 273/PUU-XXIII/2025.

Operator wajib menyediakan pilihan layanan dan mekanisme perlindungan sisa kuota.

Bentuknya dapat berupa akumulasi kuota atau rollover, perpanjangan masa aktif, pengalihan manfaat, kompensasi, pengembalian dana atau refund, serta mekanisme lain yang tidak merugikan pelanggan.

Operator juga dilarang menarik biaya tambahan agar sisa kuota tetap dapat digunakan. Laporan pertama pemenuhan kewajiban tersebut ditetapkan paling lambat 28 September 2026.

XLSMART menyatakan hampir seluruh bentuk perlindungan tersebut sebenarnya sudah tersedia dalam produk dan layanannya.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART Merza Fachys mengatakan, mekanismenya mencakup akumulasi kuota, perpanjangan masa aktif hingga pengalihan manfaat.

“XLSMART hampir semua itu (skema perlindungan sisa kuota) sudah ada,” kata Merza dalam acara temu media di Surabaya, Jumat (4/9/2026).

Dia mencontohkan pelanggan yang masih memiliki 20 persen kuota dapat memeroleh tambahan masa aktif, sehingga sisa manfaat tersebut masih dapat digunakan.

“Misalkan, sebutlah masih ada 20 persen sisa (kuota), salah satu bentuk perlindungannya apa? Kita tambahin masa aktifnya seminggu lagi, habis itu kita selesaikan sisa 20 persen. Kalau sudah seminggu selesai, ya udah,” ujarnya.

Sisa kuota juga dapat dikumpulkan sebagai tambahan untuk pembelian paket berikutnya atau dikonversi menjadi manfaat lain.

“Bisa juga dikumpulkan, bahwa sisanya atau sebagian sisanya menjadi tambahan untuk pembelian paket berikutnya. Bisa berbentuk bahkan penggantian poin reward, oh masih ada sisa saya kasih poin,” katanya.

Sementara itu, Telkomsel masih melakukan penyesuaian. VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi menyatakan, perusahaan tengah mengkaji produk dan layanan agar selaras dengan regulasi.

“Telkomsel mendukung kebijakan pemerintah dan saat ini tengah melakukan kajian menyeluruh terkait penyesuaian produk dan layanan serta memastikan keselarasannya dengan regulasi yang berlaku,” kata Fahmi.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menilai, mekanisme perlindungan harus sederhana dan transparan.

“Jangan sampai operator seluler menyediakan mekanisme rollover atau bentuk perlindungan sisa kuota lainnya, tetapi pelanggan harus memenuhi persyaratan yang rumit untuk menggunakannya,” ujar Heru.

Perbandingan Singapura dan Malaysia menunjukkan rollover dapat menjadi bagian dari desain produk operator.

Tantangan Indonesia kini bukan hanya menyediakan mekanisme perlindungan, tetapi memastikan pelanggan dapat memahami, mengakses, dan menggunakan manfaat tersebut tanpa beban tambahan. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Kepastian Halal Dapat Jadi Nilai Tambah Pelaku Usaha

5 September 2026 - 05:07 WIB

Bandara AH Nasution: Desakan Terakhir Menghidupkan BUMD Menuju Epicentrum Peradaban di Antara Angkola dan Minang

4 September 2026 - 21:54 WIB

Naroa Fest Mosiala Pale Award Dorong Warga Talise Peduli Kebersihan dan UMKM

4 September 2026 - 21:11 WIB

Citilink Bagikan Merchandise Spesial di  Hari Pelanggan Nasional

4 September 2026 - 19:45 WIB

Tiga Bulan Terakhir Pemerintahan Prabowo: Ekonomi, Pangan dan Energi Menunjukkan Arah Positif

4 September 2026 - 11:18 WIB

ASDP Kembali Bergerak untuk NTT, KMP Inerie II Angkut Bantuan dari Surabaya

4 September 2026 - 09:50 WIB

KM Tidar Kembali Tiba Turunkan Barang Bantuan di Pelabuhan Lorens Say Maumere

4 September 2026 - 08:25 WIB

Gelar RUPS Luar Biasa, IPCC Perkuat Struktur Pengurus Perseroan

3 September 2026 - 22:12 WIB

2 Tahun Pelita Air Pertahankan Predikat Maskapai Paling Tepat Waktu

3 September 2026 - 21:50 WIB

Tuna Sulawesi Tengah Makin Dilirik Pasar Global, Ekspor Tembus Puluhan Ton

3 September 2026 - 20:56 WIB

Trending di EKOBIS