Menu

Mode Gelap
Tanoh Gayo Buktikan Diri sebagai Lumbung Sastra pada PPN XIV Aceh 2026 Tiket Kereta Api Diskon 30 Persen Mulai Besok, KAI: Masih Tersedia 755 Ribu Kursi untuk Liburan Sekolah BNN Gelar Anjangsana ke Mantan Kepala BNN Heru Winarko Jelang HANI 2026 Menbud Klaim Market Share Film Domestik Tembus 67%, Tapi Penonton Bioskop Masih Susut B50 Mulai 1 Juli: 14 Juta Kiloliter Impor Ditebas, Risiko Mesin Mengintai Pameran Tunggal Andri Wintarso Angkat Art Therapy dan Kisah Kemanusiaan Penyandang Disabilitas

NASIONAL

Indonesia Siapkan OIS 2026 untuk Percepat Ekonomi Biru Global

badge-check


 Indonesia Siapkan OIS 2026 untuk Percepat Ekonomi Biru Global Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak negara-negara sahabat dan organisasi internasional untuk berpartisipasi dalam konferensi tingkat tinggi Ocean Impact Summit (KTT OIS) 2026 yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali pada 8-9 Juni mendatang.

Undangan partisipasi ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam acara Resepsi Diplomasi OIS 2026 yang diselenggarakan KKP bersama Kementerian Luar Negeri, Kementerian Sekretariat Negara dan Danantara di Jakarta, Rabu (18/2). Undangan ini juga merupakan tindaklanjut pengumuman resmi serta ajakan terbuka yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum di Davos, Swiss pada 22 Januari 2026 silam.

“Kami berharap para kepala negara, menteri, pimpinan organisasi internasional, pelaku usaha, peneliti, akademisi, inovator dan mitra pembangunan, berkumpul untuk merumuskan dan menghasilkan capaian yang konkret serta terukur pada acara Ocean Impact Summit nanti. Untuk itu pada acara ini, kami meminta dukungan para duta besar dan perwakilan organisasi internasional menyampaikan undangan Indonesia untuk menghadiri langsung Ocean Impact Summit 2026,” ungkap Menteri Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta.

Mengusung tema “Unlocking the Potential of the Blue Economy”, puncak KTT OIS 2026 membahas empat pilar penting, yakni menjadikan laut sebagai sumber makanan dan nutrisi; laut sebagai sistem energi dan infrastruktur modern; laut sebagai sistem alam yang memperkuat aksi iklim dan melidungi ekosistem; serta laut sebagai tempat untuk tata kelola yang baik, teknologi, dan ide baru.

KTT OIS diharapkan dapat memicu dan memacu percepatan berbagai kegiatan perekonomian yang memanfaatkan atau bersumber dari laut, seperti modernisasi perikanan tangkap dan budidaya berkelanjutan, penguatan industri hilir berbasis bioproduk, pengembangan energi terbarukan kelautan dan infrastruktur pelabuhan hijau, perluasan kawasan konservasi laut (MPA), dan pengembangan karbon biru, serta digitalisasi tata kelola kelautan berbasis data dan kecerdasan buatan.

“Kami juga mendorong para duta besar untuk melibatkan para pemangku kepentingan utama di negara masing-masing, khususnya investor terkemuka, pelaku sektor swasta, serta mitra strategis, agar dapat berpartisipasi aktif dalam KTT ini. Keterlibatan mereka akan sangat menentukan dalam mengkatalisasi kemitraan dan membuka peluang investasi yang nyata,” pungkas Menteri Trenggono.

Berbeda dari forum kelautan yang sudah ada sebelumnya, KTT OIS 2026 mengedepankan pendekatan berbasis aksi (action-oriented) dengan fokus pada katalisasi investasi, pengembangan inisiatif kolaboratif, serta penguatan tata kelola laut yang adaptif terhadap tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, transisi energi, dan transformasi digital.

“KTT OIS berbeda dengan konferensi lainnya karena menghadirkan pendanaan/investasi yang berdampak (impact) untuk laut. Misalnya bagaimana kegiatan pelayaran (shipping) dapat menjadi lebih hijau yang dilihat bukan sebagai biaya tambahan, namun peluang investasi serta bagaimana terumbu karang, lamun, rumput laut digunakan untuk pendanaan berkelanjutan melalui pemanfaatan nilai ekonomi karbon dari ekosistem karbon biru,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno yang memberikan pengantar konteks pentingnya KTT OIS 2026.

Sementara itu Duta Besar Uni Emirat Arab, Abdulla Salem Obaid Salem Aldhaheri mendukung penuh pelaksanaan OIS pertama di Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dinilainya memiliki peran penting dalam mendorong sinergi penataan dan pemanfaatan laut secara berkelanjutan untuk kepentingan bersama.

“Tentu saja saya akan mendorong UEA untuk bergabung di KTT ini. Karena saya melihat ini platform bagus yang akan mempengaruhi semua pihak yang terkait dengan lautan. Indonesia adalah negara yang tepat dalam memperkenalkan lautan di dunia, dengan mudah dan secara sistematis,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Resepsi Diplomasi OIS 2026 dihadiri 73 kedutaan besar negara sahabat dan 11 organisasi internasional yang terdiri atas 28 Duta Besar, 50 perwakilan Kedubes setingkat Wakil Dubes/Diplomat Senior, serta 16 orang perwakilan Organisasi Internasional. Resepsi Diplomatik ini juga dihadiri perwakilan kementerian/lembaga terkait.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gandeng Kejari Jakarta Utara, Tingkatkan Pendampingan Hukum dan Kelancaran Operasional

18 Juni 2026 - 22:53 WIB

Dukung Ekspansi Industri Baja Nasional ke Pasar Global, Pelindo Regional 2 Banten Fasilitasi Pengiriman Ekspor Melalui Pelabuhan Ciwandan

18 Juni 2026 - 22:20 WIB

RUPS 2025: Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

18 Juni 2026 - 09:04 WIB

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

17 Juni 2026 - 22:20 WIB

Momentum Hari Dermaga Nasional, Melihat Infrastruktur Andal Pelabuhan Ciwandan Sebagai Penopang Simpul Logistik Nasional

17 Juni 2026 - 22:15 WIB

Trafik Penumpang Melesat 10,2%, Pelindo Regional 4 Cetak Kinerja Positif

16 Juni 2026 - 17:06 WIB

DAMRI Apresiasi Pelanggan yang Merencanakan Perjalanan Lebih Awal melalui Promo Early Book

15 Juni 2026 - 22:36 WIB

Dari Limbah Menjadi Manfaat: IPCC Kolaborasi dengan Rappo Indonesia Dorong Ekonomi Sirkular

15 Juni 2026 - 22:16 WIB

FIFGROUP Ajak Karyawan Trekking, Kumpulkan 240 Kg Sampah dan Resmikan 4 Toilet Umum

13 Juni 2026 - 18:32 WIB

Pelindo Regional 4 & Kejati Sulsel Perkuat Tata Kelola Perusahaan

12 Juni 2026 - 06:45 WIB

Trending di ANJUNGAN