Menu

Mode Gelap
Poltekpel Barombong Perkuat Standar Pelayanan Publik BHS Sebut Sinergi Stakeholder Kunci Keselamatan Transportasi Laut Berkembangnya AI Pacu Kebutuhan Data Center Teknologi Sektor Transportasi Dinilai Telah Siap Sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama, Pelindo Perkuat Harmoni Hubungan Industrial IDSurvey Ajak 330 Siswa di Bidara Cina Menjadi Pelopor Transformasi Hijau Indonesia

NASIONAL

Indonesia Siapkan OIS 2026 untuk Percepat Ekonomi Biru Global

badge-check


 Indonesia Siapkan OIS 2026 untuk Percepat Ekonomi Biru Global Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak negara-negara sahabat dan organisasi internasional untuk berpartisipasi dalam konferensi tingkat tinggi Ocean Impact Summit (KTT OIS) 2026 yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali pada 8-9 Juni mendatang.

Undangan partisipasi ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam acara Resepsi Diplomasi OIS 2026 yang diselenggarakan KKP bersama Kementerian Luar Negeri, Kementerian Sekretariat Negara dan Danantara di Jakarta, Rabu (18/2). Undangan ini juga merupakan tindaklanjut pengumuman resmi serta ajakan terbuka yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum di Davos, Swiss pada 22 Januari 2026 silam.

“Kami berharap para kepala negara, menteri, pimpinan organisasi internasional, pelaku usaha, peneliti, akademisi, inovator dan mitra pembangunan, berkumpul untuk merumuskan dan menghasilkan capaian yang konkret serta terukur pada acara Ocean Impact Summit nanti. Untuk itu pada acara ini, kami meminta dukungan para duta besar dan perwakilan organisasi internasional menyampaikan undangan Indonesia untuk menghadiri langsung Ocean Impact Summit 2026,” ungkap Menteri Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta.

Mengusung tema “Unlocking the Potential of the Blue Economy”, puncak KTT OIS 2026 membahas empat pilar penting, yakni menjadikan laut sebagai sumber makanan dan nutrisi; laut sebagai sistem energi dan infrastruktur modern; laut sebagai sistem alam yang memperkuat aksi iklim dan melidungi ekosistem; serta laut sebagai tempat untuk tata kelola yang baik, teknologi, dan ide baru.

KTT OIS diharapkan dapat memicu dan memacu percepatan berbagai kegiatan perekonomian yang memanfaatkan atau bersumber dari laut, seperti modernisasi perikanan tangkap dan budidaya berkelanjutan, penguatan industri hilir berbasis bioproduk, pengembangan energi terbarukan kelautan dan infrastruktur pelabuhan hijau, perluasan kawasan konservasi laut (MPA), dan pengembangan karbon biru, serta digitalisasi tata kelola kelautan berbasis data dan kecerdasan buatan.

“Kami juga mendorong para duta besar untuk melibatkan para pemangku kepentingan utama di negara masing-masing, khususnya investor terkemuka, pelaku sektor swasta, serta mitra strategis, agar dapat berpartisipasi aktif dalam KTT ini. Keterlibatan mereka akan sangat menentukan dalam mengkatalisasi kemitraan dan membuka peluang investasi yang nyata,” pungkas Menteri Trenggono.

Berbeda dari forum kelautan yang sudah ada sebelumnya, KTT OIS 2026 mengedepankan pendekatan berbasis aksi (action-oriented) dengan fokus pada katalisasi investasi, pengembangan inisiatif kolaboratif, serta penguatan tata kelola laut yang adaptif terhadap tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, transisi energi, dan transformasi digital.

“KTT OIS berbeda dengan konferensi lainnya karena menghadirkan pendanaan/investasi yang berdampak (impact) untuk laut. Misalnya bagaimana kegiatan pelayaran (shipping) dapat menjadi lebih hijau yang dilihat bukan sebagai biaya tambahan, namun peluang investasi serta bagaimana terumbu karang, lamun, rumput laut digunakan untuk pendanaan berkelanjutan melalui pemanfaatan nilai ekonomi karbon dari ekosistem karbon biru,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno yang memberikan pengantar konteks pentingnya KTT OIS 2026.

Sementara itu Duta Besar Uni Emirat Arab, Abdulla Salem Obaid Salem Aldhaheri mendukung penuh pelaksanaan OIS pertama di Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dinilainya memiliki peran penting dalam mendorong sinergi penataan dan pemanfaatan laut secara berkelanjutan untuk kepentingan bersama.

“Tentu saja saya akan mendorong UEA untuk bergabung di KTT ini. Karena saya melihat ini platform bagus yang akan mempengaruhi semua pihak yang terkait dengan lautan. Indonesia adalah negara yang tepat dalam memperkenalkan lautan di dunia, dengan mudah dan secara sistematis,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Resepsi Diplomasi OIS 2026 dihadiri 73 kedutaan besar negara sahabat dan 11 organisasi internasional yang terdiri atas 28 Duta Besar, 50 perwakilan Kedubes setingkat Wakil Dubes/Diplomat Senior, serta 16 orang perwakilan Organisasi Internasional. Resepsi Diplomatik ini juga dihadiri perwakilan kementerian/lembaga terkait.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama, Pelindo Perkuat Harmoni Hubungan Industrial

6 Agustus 2026 - 22:26 WIB

Perkuat Mitigasi Risiko, IPC TPK Resmi Perpanjang Sinergi Hukum Bersama Kejari Jakut

6 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Semarakkan HUT Ke-81 RI, DAMRI Hadirkan Diskon 45% bagi Pelanggan Kelahiran Agustus

5 Agustus 2026 - 23:39 WIB

Pelindo Ajak Shipping Line Bangun Jaringan Logistik Terintegrasi

5 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Perkuat Arah Strategis Perusahaan, Pelindo Sinergi Lokaseva Gelar Town Hall Meeting 2026

5 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Perkuat Kiprah Pereli Perempuan Indonesia, PRIVE Health Team Kembali Dukung LodySasty di AXCR 2026 di Thailand

5 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Yogyakarta–YIA Cuma Rp50.000, Naik DAMRI Makin Hemat Sepanjang Agustus

4 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Dorong Operasional Hijau, Terminal Teluk Lamong Tambah E-RTG untuk Perkuat Kapasitas TPK Nilam

4 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Perkuat Transparansi Logistik, IPC TPK Siapkan Operasional Alat Pemindai Peti Kemas Ekspor

4 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik, Pelindo Regional 2 Banten dan APBMI Banten Sepakati Kerja Sama Bongkar Muat di Pelabuhan Ciwandan

4 Agustus 2026 - 20:33 WIB

Trending di ANJUNGAN