Menu

Mode Gelap
Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga

ANJUNGAN

Integrated Auto Solutions Jadi Strategi Baru IPCC Hadapi Gejolak Global

badge-check


 Foto istimewa/IPCC/Indonesia Kendaraan Terminal Perbesar

Foto istimewa/IPCC/Indonesia Kendaraan Terminal

Wartatrans.com, JAKARTA Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik yang mempengaruhi perdagangan internasional, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) memperkuat strategi bisnis melalui integrasi layanan logistik otomotif dan transformasi digital guna menjaga ketahanan operasional serta meningkatkan daya saing industri otomotif nasional. Melalui konsep Integrated Auto Solutions, IPCC menghadirkan ekosistem layanan logistik kendaraan yang mengintegrasikan seluruh rantai nilai mulai dari terminal kendaraan, pengiriman, transportasi darat, pusat distribusi kendaraan hingga distribusi ke dealer dalam satu platform layanan yang terstandarisasi dan terdigitalisasi

Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi menyampaikan bahwa strategi ini menjadi langkah penting bagi perseroan untuk memperkuat ketahanan bisnis di tengah dinamika industri global. “Melalui konsep Integrated Auto Solutions, kami ingin menghadirkan ekosistem logistik otomotif yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. Strategi ini tidak hanya memperkuat daya saing IPCC dalam scope nasional namun juga menjadi fondasi menatap bisnis berskala global. Tidak hanya mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional namun juga memastikan perusahaan mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi global,” ujar Sugeng

Transformasi tersebut turut diperkuat dengan pengembangan sistem digital terminal kendaraan PTOS-C yang memungkinkan visibilitas data secara real-time bagi pelanggan dan pemangku kepentingan sehingga meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses layanan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, IPCC juga menjalankan inisiatif Green Port sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan melalui efisiensi energi, pengurangan emisi, dan optimalisasi operasional yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu mendukung terciptanya rantai pasok otomotif yang lebih hijau sekaligus memperkuat efisiensi logistik nasional.

Dengan strategi integrasi layanan, penguatan digitalisasi, serta pengembangan jaringan pada 5 terminal satelit di berbagai wilayah Indonesia, IPCC optimistis mampu terus memperkuat posisinya sebagai simpul penting dalam ekosistem logistik otomotif nasional sekaligus menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pelanggan, pemegang saham, dan masyarakat.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem Integrated Auto Solutions, IPCC turut mengembangkan lini bisnis inland transportation sebagai elemen strategis dalam menciptakan rantai nilai logistik otomotif yang terintegrasi secara end-to-end. Melalui optimalisasi konektivitas distribusi darat dari terminal kendaraan menuju pusat distribusi hingga jaringan dealer di berbagai wilayah, layanan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan keandalan operasional, tetapi juga memperkuat fondasi model bisnis yang adaptif dan berkelanjutan. Integrasi antara layanan terminal, distribusi darat, serta ekosistem digital yang dikembangkan IPCC menjadi langkah strategis perusahaan dalam menciptakan nilai tambah jangka panjang sekaligus memperkuat daya saing industri logistik otomotif nasional di tengah dinamika ekonomi global.

“Melalui penguatan integrasi layanan, digitalisasi ekosistem, serta pengembangan bisnis berbasis keberlanjutan, IPCC optimistis dapat terus menjadi penggerak utama dalam membangun ekosistem logistik otomotif nasional yang tangguh, efisien, dan berdaya saing global,” pungkas Sugeng.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

3 Juli 2026 - 02:26 WIB

Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli

3 Juli 2026 - 02:12 WIB

BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan

2 Juli 2026 - 22:05 WIB

Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan

2 Juli 2026 - 21:58 WIB

Tangis Haru Iringi Peresmian Akses Enang-Enang, Gotong Royong Akhiri Keterisolasian Warga

2 Juli 2026 - 16:23 WIB

Dukung Ketersediaan Pasokan Energi Nasional, Semester I-2026 PELNI Angkut 335.415 Metrik Ton Batubara

2 Juli 2026 - 16:20 WIB

BKKP-Institusi Pendidikan Maritim Perkuat Sinergi

2 Juli 2026 - 14:26 WIB

Kepala BNN RI Hadiri Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80

2 Juli 2026 - 13:08 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi

2 Juli 2026 - 11:24 WIB

Trending di EKOBIS