Menu ✖

Mode Gelap
Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

Uncategorized

Jejak Cahaya dari Empang: Masjid an-Nur dan Warisan Dakwah Habib Abdullah

badge-check


 Jejak Cahaya dari Empang: Masjid an-Nur dan Warisan Dakwah Habib Abdullah Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Menjelang magrib, suasana di Kampung Empang, Bogor Selatan, perlahan berubah hening. Di sela desir angin dan langkah warga yang bergegas menuju masjid, lantunan ayat suci Al-Qur’an mulai terdengar. Seusai salat, dzikir bergema—Ratib al-Haddad dan Ratib al-Attas—dibaca bersama, berulang, khusyuk. Tradisi ini telah hidup lebih dari seabad, diwariskan dari seorang alim pendatang dari Hadramaut: Habib Abdullah.

Ia tidak datang membawa kekuasaan, apalagi harta. Yang ia bawa adalah kebiasaan—ritme spiritual masyarakat kampung halamannya di Hadramaut—yang perlahan ia tanamkan di tanah Pasundan. Membaca Al-Qur’an dan berzikir selepas magrib menjadi jalan sunyi dakwahnya: lembut, konsisten, dan mengakar.

Untuk melengkapi perjuangan itu, Habib Abdullah mendirikan sebuah masjid pada 1828 M (1318 H), tak jauh dari rumahnya. Masjid itu diberi nama Masjid an-Nur—cahaya. Masyarakat lebih akrab menyebutnya Masjid Empang Bogor. Hingga kini, bangunan itu berdiri di Jalan Lolongok, RT 02 RW 04, Empang, Bogor Selatan. Ia diyakini sebagai salah satu masjid tertua di Bogor.

Bentuk dan spirit masjid ini konon terinspirasi dari masjid bernama serupa di Tarim, Hadramaut, kota ilmu tempat Habib Abdullah menuntut pengetahuan di masa mudanya. Tarim dikenal sebagai pusat ulama dan tradisi keilmuan Islam. Dari sanalah, cahaya itu menyeberang samudra, berlabuh di Empang.

Masjid an-Nur bukan sekadar tempat ibadah. Ia menjadi pusat pengajian, ruang perjumpaan batin, sekaligus simpul sosial masyarakat. Dari masjid ini, majelis taklim tumbuh dan bertahan lintas zaman, menjadi saksi pergantian generasi dan perubahan kota.

Habib Abdullah wafat pada Rabu, awal Muharam 1352 H, bertepatan dengan 26 April 1933, dalam usia 86 tahun. Ia dimakamkan di samping kompleks Masjid an-Nur—seolah tak pernah benar-benar meninggalkan ruang dakwah yang ia bangun dengan sabar.

Sepeninggalnya, majelis taklim tidak berhenti. Tongkat estafet diteruskan oleh sahabat sekaligus muridnya, Habib Alwi bin Thohir al-Haddad. Dari pengajian itulah lahir Majelis Taklim Masjid an-Nur Keramat Empang, yang kemudian dilanjutkan oleh cucunya, Habib Abdullah bin Zein bin Abdullah al-Attas.

Kepemimpinan itu kembali berpindah setelah Habib Abdullah bin Zein wafat. Kini, majelis diasuh oleh Habib Abdullah bin Husein al-Attas, putra Habib Husein bin Abdullah bin Muhsin al-Attas—penerus generasi ketiga dari garis cucu, setelah Habib Abdul Qodir bin Muhsin dan Habib Abdullah bin Zein al-Attas.

Waktu boleh bergerak, kota boleh berubah. Namun setiap magrib di Empang, dzikir itu tetap hidup. Masjid an-Nur terus memantulkan cahaya—bukan hanya dari lampu-lampu tua di serambinya, melainkan dari tradisi yang dirawat, doa yang dilanggengkan, dan jejak seorang ulama yang memilih berdakwah dengan keteladanan.

Cahaya itu, rupanya, masih setia menyala.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Yanuar Cecar Eks Kalapas Cibinong: Sofa hingga AC Hilang, Siapa yang Perintah?

30 September 2026 - 12:34 WIB

Dari 10 Jamaah Menjadi 651, Majelis Taklim Ar Rahmah Rangkul Jemaah Syiar Islam Bersama

30 September 2026 - 12:19 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Kejari Langsa Sita Rp250,9 Juta, Pulihkan Kerugian Negara dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Drainase

30 September 2026 - 02:39 WIB

Trending di RAGAM