Menu

Mode Gelap
Stasiun JIS Layani Penumpang KRL, Angkut 2.000 Penumpang per Hari Pasar Senen Jadi Stasiun Tersibuk, Layani Lebih dari 3,15 Juta Pergerakan Penumpang dalam Lima Bulan Pelanggan KA Lembah Anai Melonjak 206 Persen, KAI: Jadi Andalan Mobilitas dan Wisata Warga Sumbar Pameran Fotografi Menelusuri Identitas dalam Lintas Waktu Heboh di Stasiun Bekasi! Eskalator Tiba-tiba Berjalan Turun, Penumpang Berjatuhan Tari Sining, Warisan Budaya Gayo yang Pernah Punah, Akan Tampil di PPN XIV 14 Negara

PERON

KA Logawa Layani 630.504 Pelanggan Sepanjang 2025, Perkuat Konektivitas dan Pariwisata Lintas Jawa

badge-check


 KA Logawa Layani 630.504 Pelanggan Sepanjang 2025, Perkuat Konektivitas dan Pariwisata Lintas Jawa Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat KA Logawa melayani sebanyak 630.504 pelanggan sepanjang tahun 2025, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api jarak jauh kelas Ekonomi Premium sebagai moda transportasi andalan lintas wilayah di Pulau Jawa.

KA Logawa melayani relasi Purwokerto – Ketapang (Banyuwangi) / PP melalui lintas tengah dan timur Jawa, menjadikannya salah satu penghubung strategis antarkota di Jawa Tengah dan Jawa Timur, baik untuk kebutuhan mobilitas harian, aktivitas ekonomi, maupun perjalanan wisata.

Sejak Februari 2025, relasi KA Logawa diperpanjang hingga Banyuwangi setelah sebelumnya berakhir di Jember. Perluasan relasi ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat konektivitas antardaerah, pemerataan pembangunan wilayah, serta pengembangan destinasi pariwisata nasional, khususnya di kawasan Jawa bagian timur.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa kinerja KA Logawa menunjukkan peran nyata transportasi berbasis rel dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

“Jumlah pelanggan KA Logawa sepanjang 2025 menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk menjangkau pusat-pusat produktif dan destinasi wisata. Layanan ini menghubungkan wilayah ekonomi, kawasan pendidikan, hingga destinasi unggulan pariwisata dalam satu koridor perjalanan yang terintegrasi,” ujar Anne.

Dalam satu kali perjalanan, KA Logawa melayani 19 stasiun, yaitu Purwokerto, Kroya, Gombong, Kebumen, Kutoarjo, Lempuyangan, Purwosari, Madiun, Kertosono, Mojokerto, Surabaya Gubeng, Sidoarjo, Probolinggo, Tanggul, Rambipuji, Jember, Kalibaru, Banyuwangi Kota, hingga Ketapang.

Dari sisi pariwisata, jalur KA Logawa melintasi wilayah dengan karakter ekonomi dan budaya yang beragam, mulai dari kawasan agraris dan pesisir Jawa Tengah, pusat kebudayaan Yogyakarta dan Solo, kota-kota penyangga ekonomi seperti Madiun dan Mojokerto, kawasan metropolitan Surabaya, hingga destinasi unggulan Jawa Timur bagian timur seperti Jember dan Banyuwangi yang dikenal dengan wisata alam, pantai, serta kawasan Gunung Ijen.

Akses transportasi publik berbasis rel yang terjadwal dan terjangkau ini mendukung pergerakan wisatawan nusantara, sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan sebagaimana diarahkan dalam program pemerintah terkait pengembangan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024–2025, Jawa Tengah dan Jawa Timur termasuk provinsi dengan tingkat mobilitas penduduk antarkabupaten dan antarkota yang tinggi, seiring pertumbuhan sektor perdagangan, transportasi, dan pariwisata. Kondisi ini mempertegas peran kereta api sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat dan distribusi aktivitas ekonomi regional.

Anne menambahkan, aspek kenyamanan dan kualitas layanan juga menjadi fokus utama KAI.

“KA Logawa menggunakan rangkaian Ekonomi Premium berbahan stainless steel dengan kapasitas sekitar 80 tempat duduk per kereta, sehingga perjalanan jarak jauh tetap nyaman, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern,” tuturnya.

Melalui layanan seperti KA Logawa, KAI terus berkomitmen mendukung Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat konektivitas nasional, pemerataan pembangunan wilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata berbasis transportasi publik yang berkelanjutan.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Stasiun JIS Layani Penumpang KRL, Angkut 2.000 Penumpang per Hari

23 Juni 2026 - 19:26 WIB

Pasar Senen Jadi Stasiun Tersibuk, Layani Lebih dari 3,15 Juta Pergerakan Penumpang dalam Lima Bulan

23 Juni 2026 - 19:15 WIB

Pelanggan KA Lembah Anai Melonjak 206 Persen, KAI: Jadi Andalan Mobilitas dan Wisata Warga Sumbar

23 Juni 2026 - 18:20 WIB

Heboh di Stasiun Bekasi! Eskalator Tiba-tiba Berjalan Turun, Penumpang Berjatuhan

23 Juni 2026 - 18:09 WIB

Peminat Kereta Imperial Melonjak 162 Persen, KAI: Layanan Premium Kian Diburu Pelanggan

23 Juni 2026 - 17:23 WIB

Selain Ada Stimulus Transportasi Libur Sekolah, Pemerintah juga Siapkan untuk Nataru

23 Juni 2026 - 12:33 WIB

KAI: Lebih dari 622 Ribu Tiket Diskon 30% Terjual, Kuota Masih Tersisa

23 Juni 2026 - 11:25 WIB

Menhub Resmikan Stasiun JIS, Perkuat Konektivitas Transportasi Publik Jakarta

22 Juni 2026 - 20:07 WIB

Stasiun JIS Resmi Beroperasi, Naik KRL Cuma Rp1 hingga 28 Juni

22 Juni 2026 - 19:27 WIB

Asyik! Nonton The Virgin dan Ade Govinda di Stasiun LRT Halim Sambil Nyruput Kopi Gula Aren Loko Café

22 Juni 2026 - 16:38 WIB

Trending di PERON