Menu

Mode Gelap
AHY: Jadilah Versi Terbaik Diri Sendiri, Generasi Muda Penentu Masa Depan Indonesia Kemenhub Dukung Proses Evakuasi dan Persiapan Salvage KMP Virgo Transport 8 Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Dialog Lewat BWL Bupati Pati Nonaktif Sudewo Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Bentrok Antar Pendukung Dikecam Warga Semarang Anggota DPRD Jawa Barat Dorong Penguatan KWT Srikandi Alamanda sebagai Penggerak Ketahanan Pangan dan Ekonomi Perempuan Jonggol 6 Pesawat N219 PTDI Siap Perkuat Armada di TNI-AD

PERON

KA Panoramic Favorit Wisata Nataru, Dukung Program Pemerintah Dorong Ekonomi hingga Pariwisata

badge-check


 KA Panoramic Favorit Wisata Nataru, Dukung Program Pemerintah Dorong Ekonomi hingga Pariwisata Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Minat masyarakat untuk menikmati perjalanan kereta api sebagai bagian dari pengalaman wisata terus menunjukkan tren positif.

Selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), layanan Kereta Panoramic PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat antusiasme tinggi dengan melayani 11.819 pelanggan dan tingkat okupansi mencapai 120 persen dari total 9.576 tempat duduk yang disediakan.

Capaian ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong pariwisata berbasis pengalaman (experience-based tourism), penguatan destinasi daerah, serta peningkatan konektivitas antardaerah sebagaimana tertuang dalam program pengembangan pariwisata nasional dan penguatan ekonomi kreatif.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa Kereta Panoramic menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.

“Kereta Panoramic menjawab tren perjalanan masa kini, di mana masyarakat tidak hanya ingin sampai tujuan, tetapi juga menikmati proses perjalanannya. Ini sejalan dengan program pemerintah yang mendorong pariwisata berkualitas dan pergerakan ekonomi daerah melalui konektivitas yang nyaman dan berkelanjutan,” ujar Anne.

Layanan Kereta Panoramic saat ini hadir pada rangkaian KA Argo Wilis relasi Bandung–Surabaya Gubeng (PP), KA Turangga relasi Bandung–Surabaya Gubeng (PP), KA Pangandaran relasi Gambir–Banjar (PP), KA Papandayan relasi Gambir–Garut (PP), serta KA Parahyangan relasi Gambir–Bandung (PP). Relasi-relasi ini menghubungkan kota besar dengan daerah tujuan wisata, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pemerataan pembangunan dan penguatan destinasi di luar pusat-pusat metropolitan.

Menurut Anne, tingginya minat pelanggan tidak lepas dari daya tarik jalur selatan Pulau Jawa yang dilalui sebagian besar layanan tersebut. Jalur ini dikenal memiliki lanskap alam yang beragam dan menjadi salah satu koridor penting dalam pengembangan pariwisata berbasis alam dan budaya.

“Sepanjang perjalanan, pelanggan dapat menikmati bentang perbukitan, hamparan persawahan, aliran sungai, jembatan-jembatan ikonik, terowongan bersejarah, hingga panorama alam terbuka melalui kaca lebar Kereta Panoramic. Pengalaman visual ini menjadikan perjalanan sebagai bagian dari destinasi itu sendiri,” jelas Anne.

Kehadiran Kereta Panoramic juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah yang dilalui. Meningkatnya minat perjalanan mendorong kunjungan wisatawan ke kota dan kabupaten tujuan, menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, UMKM, serta industri kreatif lokal. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam penguatan ekonomi lokal, UMKM, dan desa wisata.

“Kami melihat Kereta Panoramic sebagai pengungkit baru bagi pariwisata daerah. Ketika akses semakin nyaman dan menarik, minat kunjungan meningkat, dan ekonomi lokal ikut bergerak. Inilah bentuk nyata sinergi antara transportasi publik dan agenda pembangunan nasional,” tambah Anne.

Dari sisi keberlanjutan, penggunaan kereta api sebagai moda wisata juga mendukung program pemerintah dalam pengurangan emisi dan pengembangan transportasi rendah karbon, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perjalanan yang lebih ramah lingkungan.

“KAI terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan berbasis kebutuhan pelanggan. Optimalisasi Kereta Panoramic pada relasi strategis merupakan bagian dari komitmen kami menghadirkan layanan yang relevan dengan tren pariwisata, mendukung mobilitas antardaerah, serta sejalan dengan agenda pemerintah dalam membangun pariwisata dan ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Anne.(****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Divre III Palembang Perluas PLTS 40 kWp di Dua Depo

22 September 2026 - 14:21 WIB

KAI Services Latih 25 Pekerja Tangani Kondisi Darurat di Kereta Api

22 September 2026 - 13:44 WIB

KCIC-Polda Jabar Perkuat Pengamanan Whoosh, 1.773 CCTV Dikerahkan Pantau Operasional

22 September 2026 - 13:10 WIB

KAI Mini Fair di Stasiun Tugu, Loko Food Truck Sajikan Kuliner untuk Teman Perjalanan

22 September 2026 - 12:14 WIB

KAI Daop 1 Catat 16 Kasus Pencurian Kabel Rel Kereta Api

22 September 2026 - 11:38 WIB

KRL Jabodetabek Kembali Layani 1.065 Perjalanan, Empat Jadwal Bogor Dipulihkan

21 September 2026 - 11:22 WIB

Sambut HUT ke-81, KAI Siapkan Nusantara Explorer untuk Perjalanan Wisata Indonesia

21 September 2026 - 05:11 WIB

KAI Gagalkan Dugaan Pencurian Kabel Bonding di Stasiun Kampung Bandan

20 September 2026 - 17:49 WIB

Satu KRL CLI-225 Kembali Beroperasi, Commuter Line Bogor Tambah 4 Perjalanan

19 September 2026 - 11:34 WIB

Akses Kota Baru Parahyangan ke Stasiun Whoosh Padalarang Disiapkan, Ada Skybridge

18 September 2026 - 07:54 WIB

Trending di PERON