Menu

Mode Gelap
Hujan Deras Guyur Aceh Tengah, Banjir Lintasi Jalan Takengon–Angkup di Kampung Sanehen KAI Serap 119,4 Juta Liter BBM Bersubsidi hingga Juli 2026, Sisa Kuota 44,27 Persen DAMRI Kooperatif Mendukung Proses Penanganan Temuan Satwa pada Bagasi Armada 24 IKM Dorong Industri Drone RI, Pasar Diproyeksi Rp10 Triliun Ekspor Mobil China Tembus 1,06 Juta Unit, Kini Bidik Pasar EV RI Rp28 Triliun Main di Solo Lalu ke Puncak Dunia, Begini Lompatan Pau Cubarsí dalam 3 Tahun

PERON

KAI Commuter Catat Tren Positif Pengguna Green Line, Stasiun Jatake Sumbang Rata-rata 1.221 Pengguna per Hari

badge-check


 KAI Commuter Catat Tren Positif Pengguna Green Line, Stasiun Jatake Sumbang Rata-rata 1.221 Pengguna per Hari Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Commuter mencatat tren peningkatan signifikan jumlah pengguna Commuter Line atau KRL pada lintas Tanah Abang–Rangkasbitung (Green Line) dalam beberapa tahun terakhir, seiring pengoperasian Stasiun Jatake yang semakin memperluas akses mobilitas masyarakat di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya.

Tangerang Selatan sebagai wilayah strategis di Provinsi Banten terus tumbuh menjadi salah satu daerah penyangga Jakarta dengan perkembangan kota mandiri yang menjadi motor penggerak sektor properti. Pertumbuhan tersebut didukung oleh demografi yang heterogen, infrastruktur transportasi yang terkoneksi, serta ekosistem gaya hidup yang berkelanjutan.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, jumlah pengguna KRL pada lintas Green Line terus meningkat. Pada 2025, jumlah pengguna tercatat mencapai 76.640.940 orang atau naik 9 persen dibandingkan 2024 sebanyak 69.999.362 orang. Sementara pada 2024 meningkat 11 persen dibandingkan 2023 yang mencapai 62.085.471 orang.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa pengoperasian Stasiun Jatake sejak 28 Januari 2026 merupakan bagian dari upaya pengembangan dan kolaborasi untuk mendukung mobilitas masyarakat.

“Data menunjukkan tren pertumbuhan positif setelah stasiun tersebut resmi beroperasi sebagai alternatif akses baru bagi masyarakat,” ujar Karina.

Pengoperasian Stasiun Jatake turut menyumbang peningkatan volume pengguna dengan rata-rata harian sebanyak 1.221 orang. Hingga 24 Februari 2026, akumulasi pengguna di stasiun ini mencapai 34.177 orang gate in dan 26.961 orang gate out.

Tren peningkatan juga terlihat dari perbandingan periode sebelum dan sesudah Stasiun Jatake beroperasi. Pada periode 19–25 Januari 2026, pengguna lintas Rangkasbitung–Tanah Abang tercatat sebanyak 1.508.285 orang, sedangkan pada periode 9–15 Februari 2026 meningkat menjadi 1.737.191 orang.

“Kenaikan ini tidak hanya karena peran Jatake sebagai stasiun baru, namun juga meratanya penambahan pengguna hampir di seluruh stasiun sepanjang lintas Tanah Abang–Rangkasbitung,” jelas Karina.

Ia menambahkan, kenaikan hampir 230 ribu pengguna dalam satu minggu menunjukkan bahwa Stasiun Jatake memberikan akses transportasi publik yang lebih dekat bagi masyarakat Tangerang dan sekitarnya, sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat ke KRL.

Secara tahunan, peningkatan pergerakan penumpang pada lintas Tanah Abang–Rangkasbitung juga terus terjadi. Sepanjang 2025, lintas ini melayani 77.552.716 pengguna, meningkat dibandingkan 2024 sebanyak 69.999.362 pengguna, 2023 sebanyak 62.085.471 pengguna, dan 2022 sebanyak 43.317.716 pengguna. Tren ini menunjukkan peran Commuter Line dalam menopang aktivitas ekonomi harian masyarakat di wilayah penyangga Jakarta.

Green Line merupakan salah satu lintas dengan mobilitas tinggi yang menghubungkan wilayah Banten, Bogor, Tangerang hingga Jakarta yang menjadi pusat aktivitas ekonomi, permukiman, dan perkantoran. Saat ini KAI Commuter mengoperasikan 206 perjalanan di lintas tersebut, dengan 192 perjalanan di antaranya melayani Stasiun Jatake.

KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan terus melakukan penguatan infrastruktur, termasuk pengembangan elektrifikasi jalur untuk meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan.

“KAI Commuter juga terus melakukan evaluasi pola operasi dengan optimalisasi waktu tunggu (headway) antara 10–15 menit pada waktu sibuk pagi maupun sore. Kami juga berencana melakukan penambahan rangkaian yang saat ini masih dalam proses uji coba sarana,” tutup Karina.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Serap 119,4 Juta Liter BBM Bersubsidi hingga Juli 2026, Sisa Kuota 44,27 Persen

20 Juli 2026 - 22:55 WIB

KAI Tanamkan Budaya Keselamatan Perkeretaapian kepada Generasi Muda di Bandung

20 Juli 2026 - 16:50 WIB

Balai Yasa Kiaracondong Produksi 9.899 Komponen Keselamatan, Jadi Penjaga Perjalanan Kereta Api Sejak 1921

20 Juli 2026 - 06:44 WIB

Rayakan HUT Ke-8, LRT Sumsel Gelar Fun Walk dan Edukasi Transportasi Publik di CFD

19 Juli 2026 - 17:01 WIB

KAI Gelar Nobar Final Spanyol vs Argentina di 14 Perjalanan KA dan Stasiun Gambir juga Yogyakarta

19 Juli 2026 - 13:55 WIB

Balai Yasa Cirebon Prujakan Rawat 51 Mesin Perawatan Rel untuk Dukung Keselamatan KA di Jawa

19 Juli 2026 - 05:40 WIB

Penumpang Kelas Eksekutif KAI Tembus 7,57 Juta pada Semester I 2026, Naik 18,78 Persen

18 Juli 2026 - 19:08 WIB

Penumpang Kereta di Sumatra Tembus 3,8 Juta pada Semester I 2026, Naik 11,35 Persen

18 Juli 2026 - 17:35 WIB

Petugas Pengisian Air KAI Services, Garda Senyap di Balik Nyamannya Perjalanan Kereta Api

18 Juli 2026 - 10:40 WIB

31 Tahun Argo, KAI Catat Pertumbuhan Penumpang dan Terus Kembangkan Layanan Kereta Antarkota

18 Juli 2026 - 09:32 WIB

Trending di PERON