Menu

Mode Gelap
DAMRI Raih TOP CSR Awards 2026, Penguatan TJSL Dinilai Selaras dengan Transformasi Transportasi Berkelanjutan FIFGROUP Hadirkan FIFestival Street Food 2026 untuk Dorong UMKM Binaan The Polonia Rilis Single “Lelah”, Tetap Berkarya dari Medan Setelah 17 Tahun Berkiprah Holding Kawasan Industri BUMN Perlu Diperkuat dengan Logistics Park dan Integrasi Multimoda KAI Layani 1,4 Juta Pelanggan Selama Libur Panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila ASDP Sukses Layani Mobilitas 804.195 Penumpang di Libur Panjang Idul Adha dan Hari Kesaktian Pancasila

PERON

KAI Commuter Catat Tren Positif Pengguna Green Line, Stasiun Jatake Sumbang Rata-rata 1.221 Pengguna per Hari

badge-check


 KAI Commuter Catat Tren Positif Pengguna Green Line, Stasiun Jatake Sumbang Rata-rata 1.221 Pengguna per Hari Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Commuter mencatat tren peningkatan signifikan jumlah pengguna Commuter Line atau KRL pada lintas Tanah Abang–Rangkasbitung (Green Line) dalam beberapa tahun terakhir, seiring pengoperasian Stasiun Jatake yang semakin memperluas akses mobilitas masyarakat di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya.

Tangerang Selatan sebagai wilayah strategis di Provinsi Banten terus tumbuh menjadi salah satu daerah penyangga Jakarta dengan perkembangan kota mandiri yang menjadi motor penggerak sektor properti. Pertumbuhan tersebut didukung oleh demografi yang heterogen, infrastruktur transportasi yang terkoneksi, serta ekosistem gaya hidup yang berkelanjutan.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, jumlah pengguna KRL pada lintas Green Line terus meningkat. Pada 2025, jumlah pengguna tercatat mencapai 76.640.940 orang atau naik 9 persen dibandingkan 2024 sebanyak 69.999.362 orang. Sementara pada 2024 meningkat 11 persen dibandingkan 2023 yang mencapai 62.085.471 orang.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa pengoperasian Stasiun Jatake sejak 28 Januari 2026 merupakan bagian dari upaya pengembangan dan kolaborasi untuk mendukung mobilitas masyarakat.

“Data menunjukkan tren pertumbuhan positif setelah stasiun tersebut resmi beroperasi sebagai alternatif akses baru bagi masyarakat,” ujar Karina.

Pengoperasian Stasiun Jatake turut menyumbang peningkatan volume pengguna dengan rata-rata harian sebanyak 1.221 orang. Hingga 24 Februari 2026, akumulasi pengguna di stasiun ini mencapai 34.177 orang gate in dan 26.961 orang gate out.

Tren peningkatan juga terlihat dari perbandingan periode sebelum dan sesudah Stasiun Jatake beroperasi. Pada periode 19–25 Januari 2026, pengguna lintas Rangkasbitung–Tanah Abang tercatat sebanyak 1.508.285 orang, sedangkan pada periode 9–15 Februari 2026 meningkat menjadi 1.737.191 orang.

“Kenaikan ini tidak hanya karena peran Jatake sebagai stasiun baru, namun juga meratanya penambahan pengguna hampir di seluruh stasiun sepanjang lintas Tanah Abang–Rangkasbitung,” jelas Karina.

Ia menambahkan, kenaikan hampir 230 ribu pengguna dalam satu minggu menunjukkan bahwa Stasiun Jatake memberikan akses transportasi publik yang lebih dekat bagi masyarakat Tangerang dan sekitarnya, sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat ke KRL.

Secara tahunan, peningkatan pergerakan penumpang pada lintas Tanah Abang–Rangkasbitung juga terus terjadi. Sepanjang 2025, lintas ini melayani 77.552.716 pengguna, meningkat dibandingkan 2024 sebanyak 69.999.362 pengguna, 2023 sebanyak 62.085.471 pengguna, dan 2022 sebanyak 43.317.716 pengguna. Tren ini menunjukkan peran Commuter Line dalam menopang aktivitas ekonomi harian masyarakat di wilayah penyangga Jakarta.

Green Line merupakan salah satu lintas dengan mobilitas tinggi yang menghubungkan wilayah Banten, Bogor, Tangerang hingga Jakarta yang menjadi pusat aktivitas ekonomi, permukiman, dan perkantoran. Saat ini KAI Commuter mengoperasikan 206 perjalanan di lintas tersebut, dengan 192 perjalanan di antaranya melayani Stasiun Jatake.

KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan terus melakukan penguatan infrastruktur, termasuk pengembangan elektrifikasi jalur untuk meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan.

“KAI Commuter juga terus melakukan evaluasi pola operasi dengan optimalisasi waktu tunggu (headway) antara 10–15 menit pada waktu sibuk pagi maupun sore. Kami juga berencana melakukan penambahan rangkaian yang saat ini masih dalam proses uji coba sarana,” tutup Karina.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Layani 1,4 Juta Pelanggan Selama Libur Panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila

2 Juni 2026 - 19:48 WIB

Libur Panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila, KAI Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 588 Ribu Penumpang KAJJ

2 Juni 2026 - 18:59 WIB

Libur Panjang, Stasiun Bogor dan Jakarta Kota Jadi Tujuan Favorit Wisatawan Pengguna Commuter Line

2 Juni 2026 - 18:27 WIB

KAI Percepat Pengembangan Stasiun Bogor, Siapkan Operasional KRL 12 Kereta

2 Juni 2026 - 18:04 WIB

KCIC Operasikan 6 Perjalanan Tambahan pada Puncak Arus Balik, 78% Penumpang Whoosh Mengarah ke Jakarta

1 Juni 2026 - 09:42 WIB

Puncak Arus Balik Long Weekend, Kedatangan Penumpang KA di Daop 1 Jakarta Capai 41.534 Orang

1 Juni 2026 - 09:36 WIB

Penjualan Tiket Long Weekend Tembus 1,3 Juta, KAI Layani 956 Ribu Pelanggan dalam Lima Hari

1 Juni 2026 - 09:00 WIB

KAI Services Hadirkan Kuliner Khas Banyuwangi di Kereta Api Tujuan Ketapang

1 Juni 2026 - 08:20 WIB

Arus Balik Long Weekend, Penumpang Whoosh Diprediksi Capai 20 Ribu Orang

1 Juni 2026 - 08:14 WIB

KAI Layani 736.819 Pelanggan Selama Empat Hari Long Weekend

31 Mei 2026 - 05:16 WIB

Trending di PERON