Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjalin kerja sama dengan PT Jaring Esports Nusantara untuk menghadirkan KAI Experience Network, sebuah program pengembangan digital hub dan arena esports di delapan stasiun utama di Pulau Jawa selama lima tahun ke depan.
Program ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan aset stasiun sekaligus menghadirkan ruang publik berbasis teknologi yang menyasar kalangan milenial dan Generasi Z, yang saat ini mendominasi pengguna jasa kereta api.

Pada tahap awal, pengembangan dilakukan di Stasiun Gambir, Jakarta Kota, Bandung, Semarang Tawang, Yogyakarta Lempuyangan, Solo Balapan, Purwokerto, dan Surabaya Gubeng. Stasiun Gambir akan menjadi pusat National Gaming Hub yang beroperasi selama 24 jam.
Selain menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen esports seperti National Sim Racing Series (NSS), kawasan tersebut juga akan dimanfaatkan untuk kegiatan komunitas, pelatihan kecerdasan buatan (AI), lokakarya teknologi, serta berbagai aktivitas digital lainnya.
Managing Director PT Jaring Esports Nusantara, Aldi Sulistyo, mengatakan pengembangan komunitas di daerah menjadi kunci pertumbuhan industri esports nasional.
“Selama lima tahun ke depan kami berkomitmen membesarkan komunitas esports di setiap kota dan mengembangkan berbagai program digital untuk melahirkan talenta-talenta baru,” ujarnya, Senin (30/6/2026).
Chief Event Officer PT Jaring Esports Nusantara, Aditya Muwangga, menambahkan stasiun diharapkan menjadi pusat aktivitas komunitas yang hidup sepanjang tahun, tidak hanya saat penyelenggaraan turnamen besar.
“Melalui simulator balap, edukasi AI, hingga lokakarya teknologi, kami ingin menghadirkan aktivitas yang berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.
Untuk mendukung operasional, PT Indosat Tbk menjadi mitra penyedia infrastruktur jaringan, sementara Bank Jakarta Cabang Tebet menangani sistem pembayaran nontunai di seluruh area KAI Experience Network.
Program ini didasarkan pada data bahwa sekitar 70 persen penumpang kereta api berasal dari kelompok usia produktif. Melalui transformasi tersebut, KAI berharap stasiun tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga menjadi pusat aktivitas digital, edukasi, dan ekonomi kreatif yang mampu mendorong pertumbuhan ekosistem teknologi di berbagai daerah.*** (Artha Tidar)



