Menu ✖

Mode Gelap
Catatan M. Mujiburrohman : Ketika Hutan Kehilangan Rumah, Kita Kehilangan Kemanusiaan  Ketika Hutan Dibakar, Satwa Kehilangan Tempat Tinggal IKN Diselimuti Kabut Asap, Istana Garuda Nyaris Tak Terlihat Hingga September 2026, Jasa Raharja Salurkan Santunan Korban Kecelakaan Rp2,19 Triliun INACA Beri Penghargaan 5 Bandara Momentum HUT Ke-56, INACA Ajak Semua Stakeholder Perkuat Industri Penerbangan

PERON

KAI Kembangkan 113 Unit PLTS, Berpotensi Kurangi Emisi Hingga 5.800 Ton CO₂ per Tahun

badge-check


 KAI Kembangkan 113 Unit PLTS, Berpotensi Kurangi Emisi Hingga 5.800 Ton CO₂ per Tahun Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai fasilitas operasional.

Hingga Juni 2026, KAI telah mengoperasikan 113 unit PLTS dengan total kapasitas terpasang mencapai 4.430,65 kilowatt peak (kWp) yang tersebar di 92 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.

Instalasi PLTS tersebut berada di 62 stasiun, 10 balai yasa, 6 griya karya, 3 depo, 1 kantor, dan 1 gedung record center. Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus mendukung agenda transisi energi bersih nasional.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pengembangan PLTS dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional dan potensi pemanfaatan energi surya pada aset-aset perusahaan.

“Pengembangan PLTS menjadi bagian dari upaya KAI untuk meningkatkan pemanfaatan energi bersih dalam operasional perusahaan. Program ini terus kami kembangkan secara bertahap seiring komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan efisiensi energi,” ujar Anne.

Menurut berbagai kajian teknis, setiap 1 kWp sistem PLTS di Indonesia dapat menghasilkan sekitar 1.300 hingga 1.500 kWh listrik per tahun, tergantung tingkat penyinaran matahari dan kondisi lokasi pemasangan. Dengan kapasitas terpasang 4.430,65 kWp, PLTS yang dimiliki KAI diperkirakan mampu menghasilkan energi bersih sekitar 5,8 juta hingga 6,6 juta kWh per tahun.

Produksi listrik tersebut juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca. Berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 163.K/HK.02/MEM.S/2021 tentang Penetapan Faktor Emisi Gas Rumah Kaca Sistem Ketenagalistrikan, faktor emisi sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali) berada pada kisaran 0,84–0,87 ton CO₂ per megawatt hour (MWh).

Mengacu pada faktor emisi tersebut, pemanfaatan PLTS KAI berpotensi menekan emisi karbon sekitar 5.100 hingga 5.800 ton CO₂ per tahun. Pengurangan emisi tersebut diperoleh dari energi listrik yang dihasilkan PLTS dan menggantikan sebagian konsumsi listrik yang bersumber dari pembangkit berbahan bakar fosil.

Selain mendukung target pengurangan emisi, pengembangan PLTS juga menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan perusahaan. Pemanfaatan energi surya dinilai mampu meningkatkan efisiensi energi, memperkuat ketahanan energi fasilitas operasional, serta memperluas penggunaan sumber energi terbarukan di lingkungan KAI.

Saat ini, panel surya telah terpasang dan beroperasi di berbagai stasiun, balai yasa, depo, dan fasilitas operasional lainnya. Keberadaan teknologi tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam mewujudkan layanan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

“Transformasi menuju transportasi berkelanjutan memerlukan langkah yang konsisten. KAI akan terus mengembangkan berbagai inisiatif yang mendukung efisiensi energi, pengurangan emisi, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Anne.

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Services Perluas Pasar Kuliner Kereta Lewat Pameran Pangan Nusa 2026

15 Oktober 2026 - 20:46 WIB

KAI Benahi Stasiun Gambir Jelang Nataru, Toilet Utara Ditargetkan Rampung November

15 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Platform Time Out Sebut Penumpang LRT Jakarta Juli 2026 Turun 6,81%

15 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Angkutan Semen dan Klinker KAI Tembus 1,82 Juta Ton dalam Sembilan Bulan

15 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Stasiun di Jawa dan Sumatra Ramai, Bogor Paledang Catat Pertumbuhan Tertinggi

15 Oktober 2026 - 11:57 WIB

KCIC Bangun Dua Akses Baru ke Stasiun Whoosh Karawang, Hubungkan Trans Heksa dan Deltamas

14 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Barang Tertinggal di Kereta Api? Ini Cara Melapor dan Mengambilnya Lewat Layanan KAI

14 Oktober 2026 - 19:10 WIB

KAI Daop 1 Catat 3.634 Barang Tertinggal Senilai Rp4,46 Miliar, 2.089 Dikembalikan

14 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Eskalator Stasiun Duri Kembali Beroperasi, KAI Commuter Minta Pengguna Tak Berjalan

14 Oktober 2026 - 09:00 WIB

KAI Services Perkuat Kompetensi Petugas Keamanan untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan

13 Oktober 2026 - 21:21 WIB

Trending di PERON