Menu

Mode Gelap
Diduga Kuat Truk Colt diesel Tanpa Nopol Mengangkut Minyak Mentah Ilegal Melintas dijalan Lintas Medan-Sumut Pejuang Agraria Desak Penyelesaian Konflik Hak Adat atas Tanah di Aceh Timur IPC TPK Peringati HUT ke-13 dengan Donor Darah, 128 Kantong Darah Terkumpul KA Lokal Kian Diminati, KAI Layani 4,6 Juta Pelanggan pada Semester I 2026 PTDI Relokasi ke Kertajati, Pemerintah Bidik Pasar Aviasi Rp2.200 Triliun Hari Keterampilan Pemuda Sedunia, KAI Perkuat Talenta Adaptif untuk Masa Depan Perkeretaapian

JALUR

Kemenhub Cegah Kemacetan Akses Bandara Ngurah Rai Jelang Nataru dengan Rekayasa Lalin

badge-check


 Dirjen Hubdat Perbesar

Dirjen Hubdat

Wartatrans.com, BADUNG – Menjelang periode angkutan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menekankan pentingnya pengelolaan arus lalu lintas dan respons cepat di seluruh akses menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Hal itu untuk mencegah terulang kembali kemacetan parah di akses tersebut saat liburan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat koordinasi persiapan angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Badung, Bali,  Selasa (25/11/2025).

“Saya minta semua pihak mengatur akses Bandara I Gusti Ngurah Rai agar tidak ada hambatan bagi kendaraan yang masuk ataupun keluar area bandara,” tegas Dirjen Aan.

“Karakteristik bandara sama seperti pelabuhan, adanya keterbatasan area. Banyak permasalahan terjadi di luar bandara yang berakibat ke dalam bandara. Kecepatan penanganan masalah di luar bandara seperti di jalan tol atau jalan akses ke bandara jadi kunci agar tidak terjadi kemacetan luar biasa atau horror traffic.”

Dalam menangani arus lalu lintas di luar bandara, dia mendorong semua pihak untuk segera menerapkan rekayasa lalu lintas sesuai tingkat kepadatan.

Hal ini mengingat prediksi Injourney Airports yang memproyeksikan pertumbuhan penumpang pesawat di bandara Ngurah Rai pada Nataru kali ini mencapai 13,29% dibandingkan dengan periode Nataru.

“Rekayasa lalu lintas yang sudah dipersiapkan tolong disimulasikan, sehingga seluruh personel yang akan diturunkan bisa memahami apa yang harus diperbuat ketika menghadapi permasalahan yang kita sudah prediksi. Karena kecepatan bertindak kunci utama menyelesaikan permasalahan di titik-titik krusial,” kata Dirjen Aan.

Selain delay system, rekayasa lalu lintas lainnya yang dipersiapkan terutama untuk mengatasi permasalahan arus di jalan menuju Bandara Ngurah Rai yakni penutupan akses putar balik (u turn) dan persimpangan Tuban hingga gate masuk bandara jika terjadi peningkatan pergerakan.

Selain itu juga akan ada pengalihan arus dan penutupan sejumlah ruas jalan di wilayah Kuta saat malam tahun baru 2026.

Kecepatan menangani permasalahan di lapangan, kata dia, harus dilakukan dengan koordinasi semua stakeholder.

“Koordinasi ini dapat  dilakukan dengan membuat posko terpadu fisik maupun posko digital untuk mengintegrasikan data dari aplikasi para stakeholder,” imbuhnya.

“Mungkin kita bisa mengintegrasikan data semua aplikasi sehingga jika terjadi sesuatu bisa ditangani dengan cepat. Informasinya juga jadi satu dan masyarakat bisa terinformasikan apa yang terjadi,” sambung dia.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Deputi Bid. Koodinasi Konektivitas Kemenko Infrawil, Rustam Efendi turut menekankan pentingnya kecepatan penanganan masalah dalam mengelola arus lalin.

Untuk itu, dia meminta semua pihak betul-betul menyiapkan langkah mitigasi serta contingency plan agar masyarakat dapat menikmati masa libur Nataru dengan aman dan nyaman.

“Sudah ada mitigasi dan contingency plan dari seluruh stakeholders tapi dibutuhkan pola koordinasi yang memungkinkan mengambil keputusan secara cepat dan tepat, sehingga tidak ada bottleneck dan horror traffic. Kami berharap Nataru tahun ini menjadi momen yang menyenangkan bagi masyarakat,” ucapnya.

Antisipasi Cuaca Ekstrem

Tidak lupa, Dirjen Aan menekankan pentingnya koordinasi dengan BMKG lantaran adanya potensi cuaca ekstrem selama masa Nataru, yang dapat memengaruhi operasional bandara dan pelabuhan.

“BMKG sudah punya SOP dan parameter kapan harus ditutup bandara karena faktor alam. Jadi kita harus waspadai, karena menurut perkiraan anginnya kuat, hujan lebat, airnya pasang, kita tidak bisa melawan kondisi alam artinya kita juga harus punya contingency plan di bandara dan pelabuhan,” tutup Aan.

Turut hadir dalam rakor ini Direktur Direktur Lalu Lintas Jalan Rudi Irawan; Direktur Sarana Prasarana SDP Sigit Widodo; Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Kelas I Wilayah IV Cecep Kurniawan; Kepala BPTD Kelas II Bali Made Suraharta; CEO InJourney Airport; jajaran Ditlantas Polda Bali; perwakilan BMKG Denpasar; perwakilan Dishub Prov. Bali, dan perwakilan Jasamarga. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ditjen Hubdat Groundbreaking Charging Station BRT Cekungan Bandung

15 Juli 2026 - 17:10 WIB

Ada Agenda Besar, Kemenhub-Korlantas Polri Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

15 Juli 2026 - 09:47 WIB

Mulai Rp5.000 Saja, DAMRI Antar Wisatawan dari Kota Denpasar ke Desa Wisata Penglipuran

14 Juli 2026 - 20:22 WIB

Kemenhub Uji Coba Pengawasan ETLE, Ada 140.309 Pelanggaran Kendaraan Angkutan Barang

14 Juli 2026 - 19:58 WIB

Teka-teki Jalan Swadaya dan Ancaman Sistem Transportasi Nasional

13 Juli 2026 - 17:32 WIB

Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jepara, Kudus, dan Pati

13 Juli 2026 - 17:22 WIB

Kemenhub Sabet Penghargaan Indonesia Public Sector Initiative of the Year Transportation

10 Juli 2026 - 18:36 WIB

Jika Tarif Transjakarta Naik, Jakarta Terancam Hadapi Gelombang Kemacetan Baru

8 Juli 2026 - 00:39 WIB

Waduh! Kepatuhan Bus AKAP Masuk Terminal Hanya 57 Persen

6 Juli 2026 - 06:57 WIB

Ribuan Ojol Antre KPR DP 0%: Janji Gacor Perumahan Informal 

4 Juli 2026 - 06:31 WIB

Trending di EKOBIS