Menu ✖

Mode Gelap
KKP Latih 2.886 Nelayan di 16 Provinsi untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kecakapan Melaut Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun Imperial Suites DAMRI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Premium Jakarta–Surabaya–Malang dengan Bus Double Decker Pelindo Mengajar, Inspirasi Generasi Emas di Makassar Era AI Ubah Wajah Industri Musik, Dr. Mohammad Amin Ingatkan Pentingnya Kreativitas dan Hak Pencipta The Morbius Rilis Single Ketiga 2026, “Semu” Angkat Kisah Pengkhianatan Komitmen

PERON

Kemenhub Kebut Pembangunan Jaringan KA Nasional

badge-check


 Menhub Dudy di Istana Negara Perbesar

Menhub Dudy di Istana Negara

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus kebut pengembangan jaringan kereta api (KA) nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

“Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan perkeretaapian sebagai fondasi masyarakat modern dan salah satu ciri negara maju,” jelas Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi usai menghadiri Rapat Terbatas dengan Presiden di Istana Merdeka, Kamis (11/6/2026).

Pengembangan jaringan perkeretaapian dilakukan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, memperkuat sistem logistik nasional, serta menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.

Upaya tersebut menurutnya, juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menekan biaya distribusi barang dan mengurangi beban transportasi jalan raya.

“Pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksesibilitas yang lebih baik, biaya logistik yang lebih efisien, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka di berbagai daerah,” urainya.

Kemenhub mencatat jumlah penumpang kereta api terus menunjukkan tren positif dengan peningkatan sebesar 8,8 persen, dari 500,5 juta penumpang pada 2024 menjadi hampir 550 juta penumpang pada 2025.

Peningkatan ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel.

Saat ini jaringan KA aktif nasional telah mencapai sekitar 6.927 kilometer yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua.

Ke depan, pemerintah menargetkan pengembangan jaringan perkeretaapian hingga mencapai 10.524 kilometer, termasuk jaringan perkotaan yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.

Pengembangan jaringan akan difokuskan sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Di Sumatera, perkeretaapian diarahkan untuk mendukung angkutan barang dan mobilitas masyarakat, sementara di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua difokuskan untuk memperkuat distribusi komoditas unggulan serta mendukung aktivitas ekonomi daerah.

Sejumlah proyek strategis yang tengah didorong antara lain pembangunan jaringan KA Trans Sumatera, pengembangan kereta api logistik di Kalimantan, penyelesaian pengoperasian KA Makassar-Parepare, serta pengembangan layanan kereta api perkotaan di berbagai wilayah.

Di Pulau Jawa, pengembangan juga mencakup peningkatan kapasitas layanan perkotaan, elektrifikasi jalur, serta pengembangan jaringan kereta semi cepat dan kereta cepat.

“Kami menyampaikan Pengembangan Kereta logistik dan Kereta Wisata, termasuk Pengembangan Jaringan Perkeretaapian Pulau Sumatera. Kereta logistik diarahkan untuk memperkuat efisiensi distribusi barang dan mendukung penurunan beban jalan raya, sedangkan kereta wisata dapat membuka nilai tambah ekonomi di berbagai daerah. Selain itu, ada juga Pelayanan Gerbong Kereta untuk Petani dan Pedagang. Program ini sudah berjalan dan disambut dengan baik oleh masyarakat, pelayanan gerbong ini dihadirkan di Lebak, Garut, Cilacap, Jogja, Solo, Semarang, Blitar, Jember, hingga Banyuwangi,” ungkap Menhub.

Penguatan jaringan perkeretaapian akan mendukung pemerataan pembangunan dengan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, kawasan pertanian, pelabuhan, bandara, hingga destinasi pariwisata.

Dengan demikian, masyarakat dapat memeroleh akses transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau.

“Kami juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah, badan usaha, operator, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan perkeretaapian nasional dapat berjalan lebih cepat, berkelanjutan, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” kata Menhub.

Melalui pengembangan jaringan KA nasional, Menhub optimistis perkeretaapian akan semakin berperan sebagai tulang punggung transportasi massal dan logistik Indonesia.

Kehadiran jaringan rel yang semakin luas diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat daya saing nasional, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih maju dan terhubung. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun

5 November 2026 - 21:01 WIB

KAI Services Terapkan Smart Cleaning, Kebersihan Stasiun Didukung Mesin Modern

5 November 2026 - 10:10 WIB

KAI Gelar Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu, Bahas Pelestarian Sejarah Kereta Api

5 November 2026 - 10:05 WIB

KCIC Hadirkan Promo 11.11, Naik Whoosh Lebih Hemat hingga Rp110 Ribu

5 November 2026 - 09:59 WIB

Dua Pencuri Kabel Rel di Tanah Abang Divonis 2 Tahun Penjara, KAI Soroti Ancaman Keselamatan

4 November 2026 - 21:13 WIB

Rekrutmen KAI Masuk Tahap Wawancara, KAI Divre III Ingatkan Pelamar Waspadai Penipuan

4 November 2026 - 15:17 WIB

GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Tambah 8.466 Kursi dan 39 Perjalanan Kereta

4 November 2026 - 14:24 WIB

KAI Commuter Catat 303,9 Juta Pengguna hingga Oktober 2026

4 November 2026 - 13:05 WIB

KAI Services Hadirkan Milo, Mesin Pembersih Lantai Modern untuk Tingkatkan Kebersihan Stasiun

4 November 2026 - 12:24 WIB

GAPEKA 2026 Pangkas Waktu KA, Ini 10 Daftar Kereta Menjadi Lebih Cepat 1,5 Jam hingga 31 Menit

4 November 2026 - 11:58 WIB

Trending di PERON