Wartatrans.com, BEKASI – Penumpang KRL tujuan Bekasi Timur, Tambun, Cibitung, Metland Telaga Murni, hingga Cikarang terpaksa mengakhiri perjalanan di Stasiun Bekasi akibat imbas kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
Akibat gangguan perjalanan tersebut, para penumpang harus beralih ke moda transportasi lain seperti angkutan kota, mobil elf, hingga ojek online (ojol) untuk melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Bekasi.

Pantauan di sekitar Stasiun Bekasi, pada Rabu (29/4/2026), deretan angkutan elf tampak berjajar rapi untuk melayani penumpang tujuan Cikarang dan wilayah sekitarnya. Armada tersebut melayani rute melalui jalur Pantura atau jalan raya lintas Bekasi menuju arah Jawa.
Biasanya, angkutan elf hanya melayani trayek reguler dari Terminal Bekasi menuju Cikarang pulang pergi, serta rute Tambun-Cikarang. Namun sejak layanan KRL dibatasi, armada elf bergantian mengangkut penumpang dari kawasan Tugu Bulan-Bulan yang berjarak puluhan meter dari Stasiun Bekasi.
Seorang sopir elf, Firman, mengaku jumlah penumpang meningkat drastis sejak KRL tidak melayani perjalanan ke arah Cikarang.
“Sejak KRL tidak melayani lagi ke arah Cikarang karena insiden Senin malam, penumpang jadi ramai,” ujar Firman.
Ia mengatakan tarif perjalanan disesuaikan dengan tujuan penumpang. Harga termurah dipatok Rp7.000 untuk tujuan Bekasi Timur, sedangkan tarif tertinggi mencapai Rp30.000 untuk tujuan Cikarang.
“Tarif bisa disesuaikan dengan keadaan penumpang. Soalnya sebagian penumpang biasanya pilih KRL karena lebih hemat atau murah dibanding angkutan lain, jadi kami juga memaklumi,” katanya.
Firman menambahkan, dalam sehari armadanya bisa melayani hingga lima kali perjalanan pulang pergi.
“Bisa sampai lima rit pulang pergi kalau penumpang ramai seperti sekarang,” ucapnya.
Meski menjadi alternatif yang lebih murah dibanding ojek online, perjalanan menggunakan elf dinilai memakan waktu lebih lama. Selain harus berbagi jalan dengan kendaraan lain, armada juga kerap berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
Salah seorang penumpang, Karmila, mengaku terpaksa menggunakan layanan tersebut karena tidak memiliki pilihan lain untuk menuju tempat tujuan.
“Susah jadinya ribet, jadi beberapa kali naik ini, biasanya langsung ke Cikarang lebih cepat naik kereta murah lagi,” kata Karmila.
Menurut dia, meski kurang nyaman dibanding KRL, angkutan elf menjadi satu-satunya alternatif yang tersedia bagi warga yang biasa mengandalkan kereta rel listrik untuk menuju Cikarang dan wilayah Kabupaten Bekasi lainnya.
Selain menggunakan elf, banyak penumpang lainnya juga memilih beralih ke layanan ojek online untuk mempercepat perjalanan.
KAI mentatakan, perjalanan KRL pada pagi hari masih dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi, sementara layanan lintas Bekasi–Cikarang direncanakan kembali beroperasi secara bertahap pada siang hari Rabu (29/4/2026).(fahmi)






























