Menu

Mode Gelap
Jaga Keselamatan Perjalanan Kereta, KAI Services Dukung Bersih Lintas Pasar Senen-Gang Sentiong Layanan Kereta dan LRT Terhubung Bandara KAI Group Jadi Pilihan, Layani 6,9 Juta Pelanggan Sumatera Barat dalam Peta Besar Konektivitas Rel Sumatra, Jejak Rel Tua yang Masih Melayani Masyarakat Batik Air Buka Rute Jakarta–Muara Bungo, Kemenhub: Dorong Ekonomi Daerah Mulai 18 Juni, KAI Operasikan KA Pandalungan 2 Gambir–Jember PP, Tiket Perdana Mulai Rp525 Ribu Menutup Celah Korupsi di Program Makan Bergizi Gratis

PERON

Layanan Kereta dan LRT Terhubung Bandara KAI Group Jadi Pilihan, Layani 6,9 Juta Pelanggan

badge-check


 Layanan Kereta dan LRT Terhubung Bandara KAI Group Jadi Pilihan, Layani 6,9 Juta Pelanggan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Bandara menjadi pintu perjalanan udara. Kereta api dan LRT hadir sebagai penghubung darat yang membantu masyarakat menjangkau pintu tersebut dengan lebih mudah, terjadwal, dan terintegrasi.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Group memperkuat keterhubungan antara layanan kereta api, LRT, dan bandara di Jawa serta Sumatra. Sepanjang Januari–Mei 2026, KAI Group melayani 6.201.016 pelanggan pada layanan kereta api dan LRT yang terhubung dengan bandara.

Jumlah tersebut berasal dari Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), KA BIAS atau KA Bandara Internasional Adi Soemarmo, KA Srilelawangsa di Sumatra Utara, LRT Sumsel, serta KA Minangkabau Ekspres di Sumatra Barat. Dari total tersebut, layanan di Jawa melayani 2.518.233 pelanggan, sedangkan layanan di Sumatra melayani 3.682.783 pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, layanan kereta api dan LRT yang terhubung dengan bandara memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas dari pusat kota, kawasan permukiman, daerah penyangga, pusat ekonomi, destinasi wisata, hingga simpul transportasi udara.

“Ketika stasiun terhubung dengan bandara, perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah direncanakan. Kereta api memberi kepastian waktu, memperluas akses, dan membantu pelanggan menjangkau penerbangan dengan lebih nyaman,” ujar Anne.

Di wilayah Jabodetabek, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta melayani 1.013.574 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. Angka ini meningkat 14,78 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 883.065 pelanggan.

Layanan ini memperkuat akses masyarakat dari kawasan perkotaan Jabodetabek menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bagi pelanggan yang melakukan perjalanan dinas, wisata, pendidikan, layanan kesehatan, maupun kunjungan keluarga, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta menjadi pilihan mobilitas yang lebih terjadwal di tengah kepadatan lalu lintas perkotaan.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, KA Bandara YIA melayani 1.129.627 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. Jumlah tersebut terdiri dari KA YIA Reguler sebanyak 763.216 pelanggan dan KA YIA Xpress sebanyak 366.411 pelanggan. Dibanding periode Januari–Mei 2025 sebanyak 1.117.749 pelanggan, pelanggan KA Bandara YIA meningkat 1,06 persen.

KA Bandara YIA menjadi penghubung penting antara pusat aktivitas Yogyakarta dan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo. Layanan ini mendukung mobilitas wisatawan, mahasiswa, pekerja, pelaku ekonomi kreatif, pelaku UMKM, serta masyarakat yang menggunakan penerbangan dari dan menuju Yogyakarta.

Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, KA BIAS melayani 375.032 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. Angka ini meningkat 24,90 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 300.271 pelanggan.

KA BIAS merupakan layanan kereta api bandara yang menghubungkan Bandara Internasional Adi Soemarmo di Solo dengan sejumlah wilayah di sekitarnya. Dengan perpanjangan layanan hingga Stasiun Caruban di Kabupaten Madiun, KA BIAS memperluas akses masyarakat dari Solo Raya, Madiun, dan wilayah sekitarnya menuju simpul transportasi udara serta pusat-pusat aktivitas di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di Sumatra Utara, KA Srilelawangsa melayani 1.775.765 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. Jumlah tersebut berasal dari relasi Medan–Kualanamu sebanyak 664.833 pelanggan dan Medan–Kuala Bingai sebanyak 1.110.932 pelanggan. Dibanding periode Januari–Mei 2025 sebanyak 1.736.958 pelanggan, pelanggan KA Srilelawangsa meningkat 2,23 persen.

KA Srilelawangsa memperkuat konektivitas Medan, Kualanamu, Binjai, dan kawasan sekitarnya. Relasi Medan–Kualanamu menjadi akses kereta api menuju Bandara Internasional Kualanamu, sedangkan relasi Medan–Kuala Bingai memperluas jangkauan masyarakat dari kawasan penyangga menuju pusat Kota Medan dan koneksi perjalanan lanjutan.

Di Sumatra Selatan, KAI Group melayani akses menuju kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II melalui LRT Sumsel. Sepanjang Januari–Mei 2026, LRT Sumsel melayani 1.815.017 pelanggan.

LRT Sumsel menghubungkan kawasan bandara dengan pusat kota, area pendidikan, pusat layanan publik, kawasan olahraga, dan titik aktivitas masyarakat di Palembang. Layanan ini memperkuat integrasi transportasi perkotaan dengan simpul penerbangan di Sumatra Selatan.

Sementara itu, di Sumatra Barat, KA Minangkabau Ekspres melayani 92.001 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. Layanan ini menghubungkan kawasan Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau dan menjadi pilihan mobilitas bagi masyarakat, wisatawan, serta pelaku perjalanan udara.

KA Minangkabau Ekspres mendukung konektivitas Sumatra Barat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses dari pusat kota menuju bandara. Keterhubungan ini juga mendukung aktivitas pariwisata, pendidikan, perdagangan, dan perjalanan keluarga di wilayah Padang dan sekitarnya.

Anne menambahkan, integrasi kereta api, LRT, dan bandara menjadi bagian penting dari ekosistem transportasi publik. Dengan layanan yang saling terhubung, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan dari rumah, pusat kota, atau kawasan penyangga menuju bandara secara lebih mudah.

“Bandara dan stasiun adalah dua simpul penting dalam perjalanan masyarakat. Ketika keduanya terhubung, akses menuju pekerjaan, pendidikan, layanan kesehatan, dan pariwisata menjadi lebih terbuka. KAI Group memperkuat peran kereta api dan LRT sebagai penghubung mobilitas yang aman, nyaman, dan terintegrasi,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jaga Keselamatan Perjalanan Kereta, KAI Services Dukung Bersih Lintas Pasar Senen-Gang Sentiong

16 Juni 2026 - 10:56 WIB

Sumatera Barat dalam Peta Besar Konektivitas Rel Sumatra, Jejak Rel Tua yang Masih Melayani Masyarakat

16 Juni 2026 - 10:44 WIB

Mulai 18 Juni, KAI Operasikan KA Pandalungan 2 Gambir–Jember PP, Tiket Perdana Mulai Rp525 Ribu

16 Juni 2026 - 00:37 WIB

Didukung Pemerintah, Penumpang KA PSO KAI Tembus 7,88 Juta pada Januari–Mei 2026

15 Juni 2026 - 18:26 WIB

KA Dharmawangsa Layani 180 Ribu Penumpang hingga Mei 2026, Mobilitas Warga Subang Meningkat Lewat Stasiun Pegaden Baru

14 Juni 2026 - 21:22 WIB

KKP Sinergi dengan DANA Cegah Sampah Bocor ke Laut

14 Juni 2026 - 21:08 WIB

KAI Operasikan KA Pandalungan 2 Jakarta-Jember Mulai 18 Juni, Tiket Diskon 30 Persen

14 Juni 2026 - 20:32 WIB

Transisi Energi Kereta Api Gunakan Biodies B50, KAI Pastikan Keandalan Tetap Terjaga

14 Juni 2026 - 10:00 WIB

Masuki Tahun Baru Islam dan Libur Sekolah, Whoosh Terapkan Skema Tarif Dinamis Mulai Rp250 Ribu dan Diskon Rombongan hingga 20%

14 Juni 2026 - 09:47 WIB

Pilihan Kereta Jakarta–Bandung Makin Beragam, KAI Layani 44,05 Juta Pelanggan dalam Lima Bulan

14 Juni 2026 - 06:24 WIB

Trending di PERON