Menu

Mode Gelap
GEMBIRA dan KUAT Jadi Bukti Komitmen IPCC, Raih Penghargaan TJSL 2026 Komitmen Perkuat Tata Kelola dan Kepatuhan Hukum, IPCM Teken Kerja Sama dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara KKP Perkuat Pengawasan dan Ketertelusuran Perikanan Tuna, 87 Kapal Pelanggar Ditindak Aceh Diajak Kembali Menjadi Inspirasi Indonesia, Rafly Kande: Belajar dari Kejayaan Masa Lalu Halaman Jeda Gelar Refleksi Semangat Dasar Aceh untuk Indonesia Gerakan Langit Biru Indonesia Asri DPC Partai Demokrat Semarang Mendapat Sambutan Baik

PERON

Layanan Kereta dan LRT Terhubung Bandara KAI Group Jadi Pilihan, Layani 6,9 Juta Pelanggan

badge-check


 Layanan Kereta dan LRT Terhubung Bandara KAI Group Jadi Pilihan, Layani 6,9 Juta Pelanggan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Bandara menjadi pintu perjalanan udara. Kereta api dan LRT hadir sebagai penghubung darat yang membantu masyarakat menjangkau pintu tersebut dengan lebih mudah, terjadwal, dan terintegrasi.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Group memperkuat keterhubungan antara layanan kereta api, LRT, dan bandara di Jawa serta Sumatra. Sepanjang Januari–Mei 2026, KAI Group melayani 6.201.016 pelanggan pada layanan kereta api dan LRT yang terhubung dengan bandara.

Jumlah tersebut berasal dari Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), KA BIAS atau KA Bandara Internasional Adi Soemarmo, KA Srilelawangsa di Sumatra Utara, LRT Sumsel, serta KA Minangkabau Ekspres di Sumatra Barat. Dari total tersebut, layanan di Jawa melayani 2.518.233 pelanggan, sedangkan layanan di Sumatra melayani 3.682.783 pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, layanan kereta api dan LRT yang terhubung dengan bandara memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas dari pusat kota, kawasan permukiman, daerah penyangga, pusat ekonomi, destinasi wisata, hingga simpul transportasi udara.

“Ketika stasiun terhubung dengan bandara, perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah direncanakan. Kereta api memberi kepastian waktu, memperluas akses, dan membantu pelanggan menjangkau penerbangan dengan lebih nyaman,” ujar Anne.

Di wilayah Jabodetabek, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta melayani 1.013.574 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. Angka ini meningkat 14,78 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 883.065 pelanggan.

Layanan ini memperkuat akses masyarakat dari kawasan perkotaan Jabodetabek menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bagi pelanggan yang melakukan perjalanan dinas, wisata, pendidikan, layanan kesehatan, maupun kunjungan keluarga, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta menjadi pilihan mobilitas yang lebih terjadwal di tengah kepadatan lalu lintas perkotaan.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, KA Bandara YIA melayani 1.129.627 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. Jumlah tersebut terdiri dari KA YIA Reguler sebanyak 763.216 pelanggan dan KA YIA Xpress sebanyak 366.411 pelanggan. Dibanding periode Januari–Mei 2025 sebanyak 1.117.749 pelanggan, pelanggan KA Bandara YIA meningkat 1,06 persen.

KA Bandara YIA menjadi penghubung penting antara pusat aktivitas Yogyakarta dan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo. Layanan ini mendukung mobilitas wisatawan, mahasiswa, pekerja, pelaku ekonomi kreatif, pelaku UMKM, serta masyarakat yang menggunakan penerbangan dari dan menuju Yogyakarta.

Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, KA BIAS melayani 375.032 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. Angka ini meningkat 24,90 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 300.271 pelanggan.

KA BIAS merupakan layanan kereta api bandara yang menghubungkan Bandara Internasional Adi Soemarmo di Solo dengan sejumlah wilayah di sekitarnya. Dengan perpanjangan layanan hingga Stasiun Caruban di Kabupaten Madiun, KA BIAS memperluas akses masyarakat dari Solo Raya, Madiun, dan wilayah sekitarnya menuju simpul transportasi udara serta pusat-pusat aktivitas di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di Sumatra Utara, KA Srilelawangsa melayani 1.775.765 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. Jumlah tersebut berasal dari relasi Medan–Kualanamu sebanyak 664.833 pelanggan dan Medan–Kuala Bingai sebanyak 1.110.932 pelanggan. Dibanding periode Januari–Mei 2025 sebanyak 1.736.958 pelanggan, pelanggan KA Srilelawangsa meningkat 2,23 persen.

KA Srilelawangsa memperkuat konektivitas Medan, Kualanamu, Binjai, dan kawasan sekitarnya. Relasi Medan–Kualanamu menjadi akses kereta api menuju Bandara Internasional Kualanamu, sedangkan relasi Medan–Kuala Bingai memperluas jangkauan masyarakat dari kawasan penyangga menuju pusat Kota Medan dan koneksi perjalanan lanjutan.

Di Sumatra Selatan, KAI Group melayani akses menuju kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II melalui LRT Sumsel. Sepanjang Januari–Mei 2026, LRT Sumsel melayani 1.815.017 pelanggan.

LRT Sumsel menghubungkan kawasan bandara dengan pusat kota, area pendidikan, pusat layanan publik, kawasan olahraga, dan titik aktivitas masyarakat di Palembang. Layanan ini memperkuat integrasi transportasi perkotaan dengan simpul penerbangan di Sumatra Selatan.

Sementara itu, di Sumatra Barat, KA Minangkabau Ekspres melayani 92.001 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. Layanan ini menghubungkan kawasan Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau dan menjadi pilihan mobilitas bagi masyarakat, wisatawan, serta pelaku perjalanan udara.

KA Minangkabau Ekspres mendukung konektivitas Sumatra Barat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses dari pusat kota menuju bandara. Keterhubungan ini juga mendukung aktivitas pariwisata, pendidikan, perdagangan, dan perjalanan keluarga di wilayah Padang dan sekitarnya.

Anne menambahkan, integrasi kereta api, LRT, dan bandara menjadi bagian penting dari ekosistem transportasi publik. Dengan layanan yang saling terhubung, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan dari rumah, pusat kota, atau kawasan penyangga menuju bandara secara lebih mudah.

“Bandara dan stasiun adalah dua simpul penting dalam perjalanan masyarakat. Ketika keduanya terhubung, akses menuju pekerjaan, pendidikan, layanan kesehatan, dan pariwisata menjadi lebih terbuka. KAI Group memperkuat peran kereta api dan LRT sebagai penghubung mobilitas yang aman, nyaman, dan terintegrasi,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KCIC Hadirkan 29 UMKM di Stasiun Whoosh, Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Akses Pasar

7 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Penumpang KA Lokal Bandung Raya Tembus 11,87 Juta pada Januari–Juli 2026, Naik 8,55 Persen

7 Agustus 2026 - 19:14 WIB

KAI Percepat Penguatan Keselamatan Perlintasan, Rekrutmen PJL Tarik 12.957 Pelamar

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Rencana MRT Bali bakal jadi ART, Ini Tantangannya

7 Agustus 2026 - 16:04 WIB

KAI Services Resmikan Kantor dan Gudang Regional 8 Surabaya, Perkuat Operasional dan Layanan Pelanggan

7 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Penumpang Whoosh Bisa Hemat hingga Rp1,5 Juta dengan Kartu Langganan

7 Agustus 2026 - 13:59 WIB

KAI Hemat 203,93 Juta Liter Air Sepanjang 2025, Penggunaan Turun 22,16 Persen

6 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 210,47 Juta pada Januari–Juli 2026, Meningkat 30,72 Persen

6 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Obligasi Rp5,2 Triliun Buka Babak Baru Biaya LRT Jakarta

6 Agustus 2026 - 16:16 WIB

KAI Angkut 1,57 Juta Ton BBM hingga Juli 2026, Naik 4,01 Persen Dukung Ketahanan Energi Nasional

6 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Trending di PERON