Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

RAGAM

Makan Malam Mengesankan di Resto Whiz Hotel Padang

badge-check


 Makan Malam Mengesankan di Resto Whiz Hotel Padang Perbesar

Wartatrans.com, PADANG — Kelelahan setelah perjalanan panjang kerap menjadi alasan terbaik untuk menunda petualangan. Itulah yang terjadi pada Selasa petang, 6 Januari, saat saya tiba di Kota Padang dan memutuskan bermalam di Hotel Whiz. Hotel ini dipilih bukan tanpa alasan: lokasinya strategis, tepat di jantung kota, memudahkan mobilitas—terutama karena esok paginya saya harus kembali ke wilayah perbatasan Bunga, Dharmasraya.

Kamar yang disediakan cukup lega, dengan ukuran tempat tidur 180 x 200 sentimeter. Fasilitasnya sederhana namun fungsional, dan yang terpenting, harga yang ditawarkan masih masuk akal. Di sekeliling hotel, berbagai pilihan kuliner mudah dijangkau—dari rumah makan ikan bakar khas Padang hingga gerai waralaba seperti Solaria dan pusat belanja Transmart yang tak terlalu jauh.
Namun rencana berburu kuliner di luar hotel akhirnya kandas. Tubuh yang letih membuat kami memilih bertahan. Resepsionis kemudian mengarahkan kami ke restoran hotel yang berada di lantai sembilan. Menu tersedia di kamar—praktis dan informatif.

Sekitar pukul 18.00, kami menuju restoran. Sambutan hangat datang dari seorang petugas bernama Andre yang melayani dengan ramah dan sigap. Pesanan pun dibuat, termasuk segelas latte yang menemani waktu tunggu.
Dari lantai sembilan, Kota Padang terbentang luas. Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi terlihat jelas, menjadi titik visual yang menenangkan. Restoran ini terbagi dalam dua area: ruang berpendingin udara dan area terbuka dengan semilir angin malam. Musik lembut—lagu-lagu Dewa—mengalun, menambah suasana syahdu di tengah kota yang perlahan meredup.

Menu yang dipesan cukup beragam: iga bakar, ayam bakar Bali, sate taichan, dan crispy chicken steak. Tak lama, hidangan pun datang satu per satu. Ayam bakar Bali menjadi pembuka yang mengesankan—dagingnya gurih dan matang sempurna, sambalnya tajam dan berani. Sambal merah dan sambal mentah habis hingga dua kali tambah.
Iga bakar menyusul, empuk dan kaya rasa, seolah dirancang untuk dinikmati perlahan. Sate taichan dan crispy chicken steak melengkapi meja makan, masing-masing tampil meyakinkan tanpa perlu banyak komentar.

“Sepertinya kalau satu menu enak, yang lain juga enak. Mungkin karena chef-nya sama,” ujar Mami Nun, setengah berseloroh, setengah memastikan kepuasan.

Makan malam itu menjadi penutup hari yang tepat. Tanpa perlu keluar hotel, tanpa hiruk-pikuk kota, pengalaman kuliner di restoran lantai sembilan Hotel Whiz Padang justru menghadirkan kejutan yang tak disangka: sederhana, hangat, dan meninggalkan kesan mendalam.*** (Ifal)

Citarasa yang mengesankan di Hotel Whiz Padang.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Trending di RAGAM