Menu ✖

Mode Gelap
41,6 Juta Ton Batu Bara Diangkut KAI Sepanjang Januari–September 2026, Jadi Andalan Angkutan Barang KAI: Minat Pelanggan terhadap Perjalanan Panoramic dan Kabin Privat Terus Menguat Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 1,1 Juta hingga September 2026, Naik 9,73 Persen Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85%

RAGAM

Mengingat 3 Dosa Pertama dalam Kehidupan Manusia

badge-check


 Ahmad Taviv Perbesar

Ahmad Taviv

Oleh: Ahmad Tavip Budiman, Mudir Idarah Syu’biyyah Jatman Kota Bogor dan Penasehat IKPM Cab. Bogor

Wartatrans.com, BOGOR – Dalam kehidupan umat manusia ini kita mengenal istilah dosa perbuatan yang melanggar dan mengingkari kebenaran yang datang dari Allah SWT menarik untuk kita simak dosa-dosa apakah yang pertama kali muncul yang berhubungan dan dilakukan oleh manusia baik secara langsung maupun tidak?

Dalam kisah-kisah awal kehidupan umat manusia, kita mengenal ada tiga dosa yang dikategorikan sebagai yang pertama kali muncul, yang dalam kehidupan selanjutnya banyak dilakukan umat manusia.

Tiga dosa pertama itu adalah sombong (كبر), Sifat ingin memiliki yang bukan haknya (طمع).  dan iri hati (حسد). Ketiga dosa itu masing-masing muncul dalam cerita dan konteks sendiri-sendiri.

1. Pertama, sombong (كبر). Dosa ini muncul pertama kali ketika Allah memerintahkan para malaikat bersujud kepada Adam. Pada saat itu ada satu kelompok sebagian ulama berkeyakinan bahwa kelompok tersebut masih dari kelompok malaikat yang kemudia disebut iblis yang menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Adam.

Iblis menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Adam. Iblis menolak untuk bersujud kepada Adam karena ia merasa derajatnya lebih tinggi dari Adam, yaitu bahwa ia diciptakan dari api sedangkan Adam diciptakan dari tanah.

Bagi iblis yang pantas bersujud itu adalah Adam bukan sebaliknya. Karenanya iblis disebutkan dalam Al-Qur’an telah sombong dan karena itulah ia menjadi kafir.

2. Kedua, (طمع) sifat dan nafsu yang selalu ingin memiliki yang bukan haknya. dosa yang muncul kedua setelah sombong itu dilakukan oleh Adam dan istrinya ketika mereka berdua mendekati dan memakan pohon keabadian (syajarat al-khuldi).

Pada saat itu Adam dan Hawa tinggal di sebuah taman yang seirng juga orang banyak menyebutnya surga.

Segala sesuatu yang ada di taman itu boleh dimakan oleh merka berdua, kecuali satu yang dilarang Allah. Takni buah keabadian. Malangnya, setan terus-menerus menggoda Adam dan istrinya, Hawa agar mereka berdua memakan buah larangan tersebut.
Katanya, yang tergoda pertama kali adalah Hawa. Setelah Hawa berhasrat ingin memperoleh yang bukan haknya itu, Hawa pun merayu pasanagannya (suaminya) agar juga berniat dan melakukan iming-iming setan tersebut.

Tergodalah Adam. Akhirnya mereka berdua mendekati dan memakan buah larangan Allah tersebut. Adam dan Hawa telah memakan sesuatu yang bukan haknya. Dan sejak itulah merka berdua terusir dari taman serba nikmat ke dunia yang randus dan gersang serta serba harus melalui perjuangan sungguh-sungguh.

3. ketiga, iri hati (حسد). Yaitu dosa yang dilakukan oleh putra Adam, Qabil terhadap adiknya, Habil. Pasalnya berawal dari mereka berdua mengadakan upacara qurban kepada Allah.

Qurbannya Habil diterima Allah, sedangkan Qabil ditolak. Qurban Qabil ditolak Allah karena ternyata Qabil tidak Ikhlas melakukan qurbannya. Timbullah rasa dengki dan iri-hati Qabil kepada adiknya itu.

Akhirnya Habil dibunuh Qabil. Peristiwa pembunuhan tersebut dikategorikan sebagai dosa ketiga yang pertama kali muncul, yang diakibatkan oleh rasa dengki dan iri hati.

Dengan demikian, ketiga dosa yang dilakukan oleh iblis. Adam dan istrinya, dan Qabil terhadap adiknya itu, termasuk kategori tiga pendosa pertama.

Karena itu tidak heran bila Al-qur’an dan sabda sabda nabi Muhammad secara berulang-ulang menegaskan kepada keadaan tiga dosa di atas. Kita banyak menemukan ilustrasi tentang bahayanya orang yang melakukan tiga dosa pertama itu.

Di sana tampak bahwa dosa makhluk yang pertama ialah kesombongan. Yaitu, kesombongan iblis ketika menolak mengakui superioritas atau keunggulan Adam.

Sombong iblis itu dalam bahasa kita sekarang adalah sombong rasialisme, yaitu sombong dalam bentuk perasaan lebih tinggi hanya  karena faktor perbedaan asal (dalam hal ini, faktor perbedaan dari “bahan” apa yang mereka diciptakan).

Dalam agama Islam disebutkan bahwa makhluk-makhluk seperti syaiton, malaikat, dan sebagainya, diciptakan dari substansi sekitar api. Setan dari api, malaikat dari Cahaya.

Api dan Cahaya itu sebetulnya satu kelanjutan saja. Karena itu dalam bahasa arab api disebut nar yang juga mempunyai pengertian nereka dan Cahaya disebut nur.

Dialah satu alasan Iblis menolak sujud kepada Adam ialah karena ia mereasa lebih tinggi ia diciptakan dari api sedangkan Adam dari tanah.

Jadi dosa pertama makhluk, yang meliputi manusia sendiri dan makhluk gaib seperti malaikat adalah kesombongan.

Karena itulah masalah ini menjadi topik yang sangat banyak dalam pembahasan-pembahasan kesufian, yaitu ilmu olah ruhani dalam islam.

Sebab kesombongan merupakan penghalang yang paling besar bagi seseorang untuk mengalami promosi atau peningkatan keruhaniannya.

Keserakahan masih bersangkutan dengan kesombongan karena cenderung menisbikan batas. Artinya, batas itu sudah ada tetapi dilanggar juga.

Perbuatan melanggar batas dalam Al-qur’an disebut dengan istilah thagha, orangnya disebut thagut. Al-Qur’an mengulang-ulang cerita mengenai Fir’aun, karena dia memang mewakili thagut atau representasi yang paling besar dari thagut.

Karena itu Fir’aun dianggap sebagai lambang dari kezaliman tiranik. (omy)

Baca Lainnya

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Putra Aceh Dipercaya Duduki Kursi BPK RI, Khaidir Abdurrahman Siap Emban Amanah

6 Oktober 2026 - 06:21 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan

5 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Sepuluh Tahun Menanti, Masjid Giok Jadi Saksi Perjalanan Luhay Ahmad Memeluk Islam

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Komunitas Ruang Baca Rayakan HUT ke-9 Lewat Galeri Esai di Warung Kopi

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Trending di RAGAM