Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

RAGAM

Musim Kering Periode Agustus – September Mengancam 74 % Wilayah Indonesia

badge-check


 Musim Kering Periode Agustus – September Mengancam 74 % Wilayah Indonesia Perbesar

Wartatrans.com, JATENG — Selasa (4/8/2026) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa saat ini hampir setengah wilayah Indonesia resmi memasuki fase paling krisis dari musim kemarau panjang yang dimulai sejak April 2026 .

Memasuki pekan pertama Agustus 2026, kekeringan ekstrem akan melanda berbagai wilayah Indonesia. Di Jawa Tengah melanda kawasan Pantura (Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Kudus, Pati, hingga Rembang) dan Solo Raya.

Lembaga pemantau cuaca nasional mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan penuh. Ancaman penurunan secara drastis ketersediaan air bersih harus menjadi perhatian utama.

Laporan terkini BMKG menunjukkan bahwa bulan Agustus hingga September akan menjadi puncak kering terparah di tahun 2026. Diprediksi lebih dari 74 % wilayah Indonesia mengalami penurunan intensitas hujan secara drastis. Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga sebagian Sumatra mencatat angka hari tanpa hujan (HTH) yang sangat panjang. Wilayah perkotaan hingga pedesaan akan merasakan dampak langsung minimnya curah hujan bulanan. Ini bisa dirasakan lewat hawa panas diatas 26 derajat yang setiap hari melanda.

Proyeksi resmi BMKG menyebutkan bahwa lonjakan suhu permukaan laut serta dinamika iklim lokal menjadi pemicu utamanya. Fenomena atmosferik ini menyedot kelembapan udara sehingga pembentukan awan hujan terhambat total. Curah hujan periode ini berada jauh di bawah ambang batas normal. Kondisi geografis Indonesia yang luas membuat sebaran dampak kekeringan terasa sangat merata dari barat sampai timur.

Salah satu dampak penurunan pasokan air sudah pasti terjadi di sektor pertanian sentra pangan. Ribuan hektar sawah terancam gagal panen akibat keringnya irigasi dari bendungan juga sungai penampung. Sektor peternakan mengalami bencana serupa akibat terbatasnya stok pakan hijau serta sumber air minum.

Atas hal di atas, BMKG meminta masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi secara berkala. BMKG dan instansi terkait akan melakukan modifikasi cuaca dalam waktu dekat. Masyarakat dihimbau memanen air hujan pada masa transisi serta menghemat penggunaan air bersih. Musim kering diprediksi berakhir secara bertahap saat memasuki pertengahan November 2026.***  (Aditiya Widodo Putra)

Baca Lainnya

AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Yanuar Cecar Eks Kalapas Cibinong: Sofa hingga AC Hilang, Siapa yang Perintah?

30 September 2026 - 12:34 WIB

Dari 10 Jamaah Menjadi 651, Majelis Taklim Ar Rahmah Rangkul Jemaah Syiar Islam Bersama

30 September 2026 - 12:19 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Trending di ANJUNGAN