Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027 Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

ANJUNGAN

PELNI Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut Tahun 2026 dari Surabaya

badge-check


 Pelepasan perdana Tol Laut dari Pelabuhan Surabaya Perbesar

Pelepasan perdana Tol Laut dari Pelabuhan Surabaya

Wartatrans.com, SURABAYA – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) melepas pelayaran perdana program Tol Laut tahun 2026 KM Logistik Nusantara 3 dari Kade Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (10/1/2026).

Pelepasan pelayaran perdana ini dihadiri oleh Direktur Utama PELNI Tri Andayani Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Kokok Susanto, Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Kementerian Perhubungan Ciptadi Diah Prihandoyono dan jajaran serta stakeholder kepelabuhanan.

Direktur Utama PELNI Tri Andayani yang akrab disapa Anda menyampaikan bahwa pelayaran perdana KM Logistik Nusantara 3 ini menandai komitmen berkelanjutan PELNI dalam program Tol Laut.

“Tidak hanya mendistribusikan barang kebutuhan pokok secara rutin, tetapi Tol Laut juga membantu mengurangi disparitas harga di wilayah 3TP hingga 20-40 persen,” ungkap Anda.

Pada pelayaran perdana ini, kapal mengangkut 78 TEUs terdiri dari 74 TEUs muatan kering dan 4 TEUs muatan beku. Muatan tersebut didominasi barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) seperti beras, minyak goreng, air mineral, serta ayam beku.

“Melalui pelayaran perdana ini, kami memastikan distribusi bapokting ke wilayah 3TP dapat berjalan tepat waktu dan berkelanjutan. Dengan jadwal tetap dan koordinasi lintas pemangku kepentingan, kami berkomitmen mendukung konektivitas dan pemerataan logistik nasional,” terang Anda.

Anda menyampaikan, kinerja Tol Laut PELNI pada tahun 2025 mencatat total peti kemas sebanyak 13.142 TEUs atau mengalami kenaikan 6 persen dari tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2025, kami mencatat muatan berangkat 9.103 TEUs didominasi bapokting dan muatan balik 4.039 TEUs berupa komoditas daerah seperti ikan, kopra dan rumput laut. Untuk 2026, kami menargetkan volume muatan minimal setara, bahkan lebih tinggi dari capaian tersebut,” terang Anda.

Pada tahun 2026, KM Logistik Nusantara 3 ditugaskan untuk melayani Trayek T-9 dengan rute Tanjung Perak – Wanci – Namrole – Tanjung Perak. Trayek ini merupakan penyesuaian dari tahun sebelumnya yang melayani Trayek T-6 yaitu Tanjung Perak – Tidore – Jailolo – Tanjung Perak.

Penyesuaian trayek ini dilakukan untuk mengoptimalkan jangkauan layanan Tol Laut sesuai dengan kebutuhan distribusi logistik di wilayah tujuan.

Dengan demikian, kehadiran kapal diharapkan dapat semakin memperkuat konektivitas antarpulau serta menjamin kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok dan penting ke wilayah 3TP.

Di tahun 2026, PELNI kembali dipercaya untuk melayani 8 trayek seperti tahun sebelumnya. Jumlah tersebut mengambil porsi hampir 20 persen dari total trayek tol laut secara nasional.

“Kami juga mengajak pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan muatan balik melalui optimalisasi potensi komoditas unggulan daerah agar distribusi logistik dapat berjalan lebih seimbang dan berkelanjutan,” tutur Anda.

Sementara itu, Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah menyampaikan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran program Tol Laut.

Pada tahun 2026, PELNI mengoperasikan empat trayek kapal Tol Laut yang diberangkatkan dari Surabaya untuk melayani distribusi logistik ke berbagai wilayah 3TP.

“Sepanjang tahun 2025, total muatan Tol Laut yang diberangkatkan dari Surabaya mencapai 5.697 TEUs. Jumlah tersebut berkontribusi sebesar 43 persen dari total produksi muatan berangkat di 2025. Capain ini mencerminkan peran Surabaya sebagai hub logistik nasional serta komitmen PELNI dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan bapokting bagi wilayah 3TP,” kata Roni. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

1 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

1 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

BNI Apresiasi Pembinaan PBSI, Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali di Asian Games 2026

30 September 2026 - 10:44 WIB

Wow, 6.082 Truk Menyeberang dalam 3 Hari di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

30 September 2026 - 10:34 WIB

53 PPNS Ditjen Perhubungan Laut Dilantik

30 September 2026 - 07:41 WIB

Koperasi Syariah Indonesia Dibawa ke Forum Internasional IICF 2026

30 September 2026 - 07:31 WIB

Trending di EKOBIS