Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

Uncategorized

PELNI Perkuat Komitmen Lingkungan Lewat Penghijauan dan Daur Ulang Life Jacket

badge-check


 PELNI Perkuat Komitmen Lingkungan Lewat Penghijauan dan Daur Ulang Life Jacket Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan memperkuat program keberlanjutan melalui penghijauan dan pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas operasional dan pelestarian lingkungan.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PELNI menanam lebih dari 200 bibit pohon di sejumlah wilayah operasional perusahaan, antara lain Ternate, Sampit, Parepare, dan Bima. Program penghijauan itu ditujukan untuk mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan ruang terbuka hijau di sekitar kawasan operasional perusahaan.

Selain penghijauan, perusahaan pelayaran milik negara itu juga mengembangkan program daur ulang jaket pelampung atau life jacket yang telah habis masa pakainya menjadi produk tas dan sepatu ramah lingkungan. Inisiatif tersebut merupakan penerapan prinsip ekonomi sirkular yang bertujuan mengurangi limbah sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PELNI, Anik Hidayati, mengatakan perusahaan berupaya memastikan setiap program keberlanjutan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

“Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor transportasi laut, PELNI menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan operasional dan pelestarian lingkungan. Karena itu, kami terus mendorong berbagai inisiatif keberlanjutan, mulai dari penghijauan hingga pengelolaan limbah yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menciptakan nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” kata Anik dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 Juni 2026.

Menurut PELNI, sekitar 71 persen material pada produk hasil daur ulang berasal dari limbah life jacket. Untuk satu pasang sepatu, misalnya, dapat memanfaatkan 227 gram material bekas, mengurangi emisi karbon hingga 5,244 kilogram CO2-eq, serta menghemat penggunaan air sekitar 755,56 liter dibandingkan proses produksi konvensional.

Program tersebut juga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat. Sebanyak 44 persen pengrajin yang terlibat merupakan perempuan, termasuk ibu rumah tangga dan anggota PKK. Keterlibatan mereka membuka peluang tambahan pendapatan dari proses pengolahan limbah menjadi produk bernilai jual.

Dalam pelaksanaan program penghijauan, PELNI bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di masing-masing daerah. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan sekitar.

Anik mengatakan keberlanjutan merupakan tanggung jawab jangka panjang yang harus dijalankan bersama berbagai pemangku kepentingan. “Keberlanjutan bukan hanya menjadi komitmen perusahaan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kami kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Melalui berbagai program tersebut, PELNI berharap dapat mengurangi dampak limbah operasional, meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar wilayah kerja perusahaan, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Saat ini PELNI mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan di Indonesia. Selain itu, perusahaan juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP), serta mengoperasikan layanan tol laut dan kapal ternak untuk mendukung konektivitas nasional.*** (Omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops

16 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

16 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Trending di RAGAM