Wartatranscom, JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi, keselamatan, dan kesejahteraan pelaut sebagai fondasi utama dalam mewujudkan industri pelayaran nasional yang aman dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PELNI, Budi Setyawan Wijaya, saat menghadiri Strategic Maritime Forum dalam rangka peringatan Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) 2026 di Jakarta, Kamis (25/6).

Forum tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Senior Director Transportation Danantara Asset Management Wamildan Tsani Panjaitan, Kepala Badan Kebijakan Transportasi Irjen Pol. Dr. Capt. Hermanto, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor maritim.
Dalam sambutannya, Budi menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia di sektor pelayaran untuk menjaga konektivitas nasional.
“Saat ini PELNI memiliki 3.580 awak kapal dengan mayoritas berusia di bawah 40 tahun. Ini menunjukkan regenerasi SDM maritim berjalan baik. Kami terus membuka peluang karier bagi generasi muda, baik laki-laki maupun perempuan, untuk menjadi bagian dari industri pelayaran,” ujarnya.
Menurut Budi, terdapat tiga fondasi utama yang harus terus diperkuat untuk menciptakan industri pelayaran yang aman dan berkelanjutan, yakni kompetensi pelaut, kelayakan kapal, serta kepatuhan terhadap standar dan regulasi yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama perusahaan. PELNI secara konsisten memperkuat kualitas SDM, memastikan kelaikan armada, serta meningkatkan kesiapan peralatan keselamatan melalui pelatihan rutin, pemenuhan standar keselamatan, dan pengawasan operasional yang ketat.
Selain itu, PELNI juga terus mendorong transformasi digital guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan armada. Berbagai platform digital telah diterapkan baik di kapal maupun kantor pusat untuk mendukung administrasi kapal, pemeliharaan armada, komunikasi, hingga pemantauan operasional secara real time. Kapal-kapal penumpang PELNI kini juga dilengkapi sistem komunikasi modern dan puluhan kamera pengawas (CCTV) yang memungkinkan monitoring operasional dilakukan secara terintegrasi.
Di sisi lain, kesejahteraan pelaut juga menjadi perhatian perusahaan. PELNI memastikan sistem remunerasi, berbagai manfaat kerja, perlindungan ketenagakerjaan, serta program kesehatan fisik dan mental bagi awak kapal berjalan sesuai ketentuan.
“Dengan pelaut yang sejahtera, kami optimistis dapat terus menghadirkan layanan pelayaran yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,” kata Budi.
Melalui momentum Hari Pelaut Sedunia 2026, PELNI berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik meniti karier di sektor maritim sebagai bagian dari upaya mendukung Indonesia sebagai negara kepulauan yang maju.
Saat ini, PELNI mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dengan singgah di 75 pelabuhan di seluruh Indonesia. Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan 30 trayek kapal perintis yang melayani 229 pelabuhan di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP), 17 kapal rede, serta delapan trayek Tol Laut dan satu trayek khusus kapal ternak untuk mendukung distribusi logistik nasional.*** (Omy)





























