Menu

Mode Gelap
PELNI Tegaskan Komitmen Tingkatkan Keselamatan dan Kesejahteraan Pelaut pada Hari Pelaut Sedunia 2026 Kemenhub Luncurkan Aplikasi SUMBA untuk Dukung Target Zero ODOL 2027 Kemenhub Pastikan Program PPN DTP Turunkan Harga Tiket Pesawat Selama Libur Sekolah Pramono Siapkan Kantong Parkir Ojol, Penataan Trotoar Jakarta Masih Hadapi Tantangan Semau Gue, Pameran Seni Rupa 54 Seniman Meriahkan HUT Ke-499 Jakarta Mengaku Terima Dana dari Oknum Polisi, Ketua BEM FH UBK Jadi Sasaran Pengeroyokan Massa Mahasiswa

SUMBER DAYA

Mengaku Terima Dana dari Oknum Polisi, Ketua BEM FH UBK Jadi Sasaran Pengeroyokan Massa Mahasiswa

badge-check


 Mengaku Terima Dana dari Oknum Polisi, Ketua BEM FH UBK Jadi Sasaran Pengeroyokan Massa Mahasiswa Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Situasi memanas mewarnai dinamika pergerakan mahasiswa di Jakarta. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) dilaporkan menjadi sasaran pengeroyokan oleh massa mahasiswa setelah muncul dugaan dirinya menerima sejumlah uang dari oknum aparat kepolisian.

Berdasarkan informasi yang beredar, insiden tersebut terjadi setelah yang bersangkutan mengakui telah menerima dana yang diduga bertujuan memengaruhi arah aksi demonstrasi mahasiswa. Pengakuan itu memicu kemarahan massa hingga berujung pada aksi kekerasan terhadap Ketua BEM FH UBK.

Dugaan tersebut mencuat setelah pertemuan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan sejumlah perwakilan mahasiswa pada Senin, 15 Juni 2026. Pertemuan itu menjadi sorotan karena sejumlah pihak mempertanyakan absennya perwakilan Universitas Indonesia yang sebelumnya disebut-sebut sebagai salah satu penggerak utama aksi mahasiswa.

Menurut informasi yang beredar di media sosial, pada malam hari setelah pertemuan tersebut, beberapa mahasiswa yang hadir dalam agenda bersama Wakil Presiden disebut mengakui telah menerima dana untuk mengubah arah dukungan dalam gerakan mahasiswa. Pengakuan yang belum dapat diverifikasi secara independen itu kemudian memicu amarah mahasiswa lainnya.

Peristiwa tersebut dengan cepat menjadi viral di berbagai platform media sosial. Sejumlah warganet menyampaikan kritik keras terhadap dugaan praktik yang dinilai mencederai independensi gerakan mahasiswa.

Salah satu unggahan di platform X menyebut, “Kalau suara mahasiswa dibeli agar diam, itu berarti ada ketakutan terhadap kritik, bukan kesiapan menghadapi kritik. Demokrasi tidak boleh berubah jadi transaksi.”

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, pihak kampus, maupun pihak yang disebut dalam informasi tersebut terkait dugaan aliran dana maupun insiden pengeroyokan. Selain itu, belum terdapat bukti yang dapat memverifikasi secara independen kebenaran pengakuan yang beredar di media sosial.

Publik kini menunggu penjelasan resmi dari seluruh pihak terkait guna mengungkap fakta di balik dugaan penyuapan dan insiden kekerasan yang terjadi di tengah pergerakan mahasiswa.*** (Daus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KKP Perkuat SDM Karbon Biru, Jaga Kredibilitas Proyek Mitigasi Perubahan Iklim

26 Juni 2026 - 05:49 WIB

Ekspor Lampung Bergeliat, Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Tembus 50 Ribu TEUs

25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa Perkuat Program Kampung Iklim Lewat Penanaman 250 Bibit Pohon

25 Juni 2026 - 09:56 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Rayakan Hari Pelayanan Publik dengan Komitmen Layanan Cepat, Responsif, dan Humanis

25 Juni 2026 - 09:47 WIB

Pemanfaatan Aset DAMRI Hadirkan Fasilitas Olahraga Baru di Kawasan Wisata Yogyakarta

25 Juni 2026 - 09:11 WIB

Hari Pelaut Indonesia 2026: Pelindo Solusi Digital Perkuat Transformasi Maritim Lewat PTOS-C, PTOS-M, dan Phinnisi

25 Juni 2026 - 09:02 WIB

BPSDMP Lepas 320 Perwira Transportasi Laut Lulusan PIP Semarang

24 Juni 2026 - 21:05 WIB

Cetak Generasi Pelaut Tangguh, Poltekpel Surabaya Perkuat Sinergi Antarlembaga

24 Juni 2026 - 19:55 WIB

ISU ISI 2026 Dorong Kolaborasi Seni dan Kewirausahaan di ISI Padangpanjang

24 Juni 2026 - 16:19 WIB

IPC TPK Gandeng Generasi Muda Jakarta Utara, Perkenalkan Industri Petikemas dan Perkuat Budaya Bersih

23 Juni 2026 - 21:41 WIB

Trending di ANJUNGAN