Menu

Mode Gelap
Mualeem Buka Suara: Rotasi Sekda Disebut sebagai Langkah Penyegaran Pemerintahan Aceh Dipimpin Wahyoe Winarto, DPC Partai Demokrat Semarang Sukses Adakan Lomba Kerakyatan FIFGROUP Salurkan 1.200 Paket Sembako bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT Semarak Kemerdekaan di Duta Mekar Asri, Warga RW 18 Cileungsi Tunjukkan Kekompakan Lewat Senam dan Karnaval Dalam Rangka Memperingati Perayaan 17 Agustus, KEMALA Jabodetabek Ziarah ke Makam Tjut Nyak Dien M. Nasir Berakhir di Kursi Sekda Aceh, Keppres Prabowo Membuka Babak Baru Pemerintahan Aceh

SUMBER DAYA

Mengaku Terima Dana dari Oknum Polisi, Ketua BEM FH UBK Jadi Sasaran Pengeroyokan Massa Mahasiswa

badge-check


 Mengaku Terima Dana dari Oknum Polisi, Ketua BEM FH UBK Jadi Sasaran Pengeroyokan Massa Mahasiswa Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Situasi memanas mewarnai dinamika pergerakan mahasiswa di Jakarta. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) dilaporkan menjadi sasaran pengeroyokan oleh massa mahasiswa setelah muncul dugaan dirinya menerima sejumlah uang dari oknum aparat kepolisian.

Berdasarkan informasi yang beredar, insiden tersebut terjadi setelah yang bersangkutan mengakui telah menerima dana yang diduga bertujuan memengaruhi arah aksi demonstrasi mahasiswa. Pengakuan itu memicu kemarahan massa hingga berujung pada aksi kekerasan terhadap Ketua BEM FH UBK.

Dugaan tersebut mencuat setelah pertemuan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan sejumlah perwakilan mahasiswa pada Senin, 15 Juni 2026. Pertemuan itu menjadi sorotan karena sejumlah pihak mempertanyakan absennya perwakilan Universitas Indonesia yang sebelumnya disebut-sebut sebagai salah satu penggerak utama aksi mahasiswa.

Menurut informasi yang beredar di media sosial, pada malam hari setelah pertemuan tersebut, beberapa mahasiswa yang hadir dalam agenda bersama Wakil Presiden disebut mengakui telah menerima dana untuk mengubah arah dukungan dalam gerakan mahasiswa. Pengakuan yang belum dapat diverifikasi secara independen itu kemudian memicu amarah mahasiswa lainnya.

Peristiwa tersebut dengan cepat menjadi viral di berbagai platform media sosial. Sejumlah warganet menyampaikan kritik keras terhadap dugaan praktik yang dinilai mencederai independensi gerakan mahasiswa.

Salah satu unggahan di platform X menyebut, “Kalau suara mahasiswa dibeli agar diam, itu berarti ada ketakutan terhadap kritik, bukan kesiapan menghadapi kritik. Demokrasi tidak boleh berubah jadi transaksi.”

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, pihak kampus, maupun pihak yang disebut dalam informasi tersebut terkait dugaan aliran dana maupun insiden pengeroyokan. Selain itu, belum terdapat bukti yang dapat memverifikasi secara independen kebenaran pengakuan yang beredar di media sosial.

Publik kini menunggu penjelasan resmi dari seluruh pihak terkait guna mengungkap fakta di balik dugaan penyuapan dan insiden kekerasan yang terjadi di tengah pergerakan mahasiswa.*** (Daus)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

IPCC Layani Sepenuh Hati, Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

22 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Dukung Keandalan dan Keselamatan Perjalanan KA, KAI Logistik Lakukan Pengeceran Balas Secara Bertahap

21 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Pelindo–Pelni Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

21 Agustus 2026 - 21:13 WIB

Mulai Rp215 Ribu, DAMRI Buka Layanan Kalianda–Jakarta via Lintas Sumatera

21 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Posko Bersama Dibuka, Kemenhub-Pelindo-PELNI Perkuat Respons Kemanusiaan untuk NTT

21 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Peduli Kesehatan Masyarakat, Pelindo dan IHC Gelar Pemeriksaan Gratis bagi Balita dan Lansia

21 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Kemenhub Gelar Pelatihan ICAO GSI Angkatan KE-2 Bagi 16 Inspektur Penerbangan 6 Negara

21 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Cek PG4N bagi 100 Pegawai, BKKP dan KSOP Banten Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih Narkoba

21 Agustus 2026 - 08:04 WIB

Terminal Teluk Lamong Bekali Warga Ring 1 dengan Kompetensi dan Sertifikasi Gada Pratama

20 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Di Tengah Dampak Gempa, Pelindo Hadir Bantu Masyarakat Flores

20 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Trending di ANJUNGAN