Wartatrans.com, SURABAYA – Cetak generasi pelaut yang tangguh dan mampu bersaing di kancah internasional, Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya menggelar kuliah umum strategis di Gedung Arctic Auditorium Selasa (23/6/2026).
Acara bertajuk “Sinergi Regulator, Industri dan Diplomasi Maritim Dalam Mewujudkan Pelayaran yang Aman, Berkelanjutan dan Berdaya Saing Global” ini menjadi momentum penting, karena berhasil mengkolaborasikan tiga institusi pendidikan maritim besar di Surabaya, yakni Poltekpel Surabaya, Akademi Angkatan Laut (AAL), dan Universitas Hang Tuah (UHT).

Kehadiran ratusan taruna dan dosen dari berbagai institusi tersebut disambut hangat Direktur Poltekpel Surabaya, Moejiono.
Dia menegaskan, sinergi antarlembaga ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat ekosistem pendidikan maritim di Jawa Timur.
Menurutnya, tanggung jawab menyiapkan generasi maritim yang unggul, berkarakter, disiplin, dan adaptif tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, sehingga ruang belajar bersama seperti ini menjadi sangat krusial bagi masa depan bangsa.
Para peserta disuguhkan wawasan mendalam dari tiga sudut pandang yang berbeda.
Pertama, Subagiyo, selaku Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Keselamatan Transportasi, membuka sesi dengan menekankan pentingnya budaya keselamatan kerja dan mitigasi risiko demi mewujudkan target zero accident di laut.
Selanjutnya, Agustinus Terry Letsoin selaku General Manager May Maritime Services SDN BHD, yang membeberkan ekspektasi industri pelayaran modern serta penerapan praktis standar keselamatan armada tanker bagi calon pelaut, dimana ini merupakan gambaran dunia kerja riil saat ini.
Sementara itu, dimensi perlindungan dan karier internasional dipaparkan Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur Sindu Rahayu, yang membuka mata para taruna mengenai regulasi ketenagakerjaan bilateral dan jaminan keselamatan selama mereka bekerja di luar negeri.
Tidak sekadar menjadi wadah bertukar pikiran, acara ini juga melahirkan komitmen nyata lewat penandatanganan kerja sama (MoU) antara Poltekpel Surabaya dan May Maritime Services SDN BHD.
Kerja sama internasional ini diproyeksikan mampu membuka gerbang yang lebih luas bagi para taruna untuk magang dan menembus pasar kerja global.
Pada akhir kegiatan, Poltekpel Surabaya juga memberikan beasiswa kepada empat taruna berprestasi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan potensi mereka.
Melalui rangkaian sinergi lintas sektor yang berjalan sukses ini, Poltekpel Surabaya kembali mempertegas komitmennya dalam mengawal lahirnya sumber daya manusia maritim Indonesia yang profesional, berintegritas, dan siap mewarnai industri pelayaran dunia. (omy)































