Menu

Mode Gelap
KAI Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Livery Merah Putih di Kereta Api 1.286 Telur Penyu Diamankan di Sambas, KKP Lakukan Penanganan dan Identifikasi KAI Sampaikan Permohonan Maaf atas Gangguan Access by KAI, Pemulihan Sistem Terus Dilakukan GrabAcademy Diluncurkan, Grab Buka Peluang Mitra untuk Naik Kelas Sambut HUT ke-81 RI, Grab Buka “Peluang Tanpa Batas” bagi Mitra lewat Peluncuran GrabAcademy Garuda Indonesia Sediakan 170.845 Kursi Penerbangan Domestik Gratis bagi Wisman, InJourney Respon Positif

SUMBER DAYA

KKP Perkuat SDM Karbon Biru, Jaga Kredibilitas Proyek Mitigasi Perubahan Iklim

badge-check


 KKP Perkuat SDM Karbon Biru, Jaga Kredibilitas Proyek Mitigasi Perubahan Iklim Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat tata kelola ekosistem karbon biru guna memastikan proyek mitigasi perubahan iklim di Indonesia memiliki kredibilitas dan diakui di tingkat internasional.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan validasi dan verifikasi proyek karbon biru.

Pelatihan tersebut diselenggarakan KKP bersama Climateworks Centre–Monash University dan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University di Bogor pada 17–19 Juni 2026. Kegiatan ini membekali peserta dengan kemampuan teknis dalam proses validasi dan verifikasi proyek mitigasi perubahan iklim berbasis ekosistem pesisir.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Miftahul Huda, mengatakan validasi dan verifikasi menjadi elemen penting untuk menjaga integritas lingkungan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap kredit karbon yang dihasilkan Indonesia.

“Proses validasi dan verifikasi yang independen, jujur, dan transparan merupakan prasyarat untuk menjaga integritas lingkungan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap kredit karbon yang dihasilkan. Dengan dukungan Sistem Registri Nasional, potensi karbon biru Indonesia akan semakin diakui di tingkat global,” ujar Huda dalam keterangan resminya, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, peserta pelatihan berasal dari berbagai kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta kalangan akademisi yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan dasar pelaporan gas rumah kaca dari ekosistem karbon biru.

Melalui pelatihan ini, para peserta juga dibekali kompetensi dalam penerapan Monitoring, Reporting, and Verification (MRV), termasuk melakukan penilaian terhadap Project Design Document (PDD) dan Dokumen Rencana Aksi Mitigasi (DRAM).

Selain penguasaan aspek teknis, KKP menilai keberhasilan proyek karbon biru juga sangat bergantung pada tata kelola yang baik dan keterlibatan aktif masyarakat pesisir sebagai penjaga ekosistem.

Country Lead Climateworks Centre Indonesia, Jannata Giwangkara, menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak tenaga profesional yang mampu mengawal proyek karbon biru sesuai standar internasional.

“Kita membutuhkan lebih banyak tenaga profesional yang mampu menyusun, menilai, memverifikasi, dan mengawasi proyek-proyek karbon biru yang berkualitas tinggi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan lebih banyak tenaga ahli yang mampu mendukung pengembangan proyek karbon biru berkualitas.

“Karena itu, seluruh proses pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, berbasis sains, dan memenuhi standar internasional agar manfaat ekologis dan ekonomi dapat dirasakan secara optimal, termasuk oleh masyarakat pesisir,” ujar Koswara.

Menurutnya, besarnya potensi ekosistem karbon biru yang dimiliki Indonesia merupakan salah satu keunggulan nasional dalam mendukung agenda penanganan perubahan iklim dunia.

Program penguatan kapasitas ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menjadikan ekonomi biru sebagai arah utama pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional.

Melalui pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan, tata kelola berbasis sains, serta peningkatan kualitas SDM, KKP berharap sektor kelautan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pencapaian target iklim nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Penantian Panjang Keadilan, PN Merauke Putuskan Dakwaan Vidi Batal Demi Hukum

10 Agustus 2026 - 17:44 WIB

946 Calon Taruna BPSDMP Jalani Madatukar

10 Agustus 2026 - 07:28 WIB

KSR PMI Unit 08 UIN Sultanah Nahrasiyah dan BFLF Lhokseumawe Tunjukkan Peran Kemanusiaan di Lilawangsa Run 2026

9 Agustus 2026 - 12:08 WIB

281 TPQ Desak Perwali Literasi Al-Qur’an Makassar Segera Terbit

9 Agustus 2026 - 06:28 WIB

Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir, TTL Raih Penghargaan Gold Program TJSL & CSR Award 2026

8 Agustus 2026 - 08:38 WIB

GEMBIRA dan KUAT Jadi Bukti Komitmen IPCC, Raih Penghargaan TJSL 2026

7 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Komitmen Perkuat Tata Kelola dan Kepatuhan Hukum, IPCM Teken Kerja Sama dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara

7 Agustus 2026 - 23:08 WIB

Kemenhub Perkuat SDM Keselamatan Transportasi Jalan, Lantik 205 Lulusan PKTJ

7 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Haji Fikri: Putusan MK Harus Jadi Momentum Memperkuat Pendidikan dan Menjamin Anak Indonedia Mendapatkan Akses Makanan Bergizi

7 Agustus 2026 - 10:16 WIB

Poltekpel Barombong Perkuat Standar Pelayanan Publik

7 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Trending di SUMBER DAYA