Menu ✖

Mode Gelap
Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace InJourney Airports dan SDhI Rampungkan Transisi Pengelolaan Bandara Dhoho Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri Modernisasi PPN Pengambengan, Nelayan Lokal Harap Ada Lapangan Kerja Saat Paceklik El Nino Sangat Kuat, 669 Hotspot Terdeteksi di Fakfak

SENI BUDAYA

Semau Gue, Pameran Seni Rupa 54 Seniman Meriahkan HUT Ke-499 Jakarta

badge-check


 Semau Gue, Pameran Seni Rupa 54 Seniman Meriahkan HUT Ke-499 Jakarta Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Semangat kebebasan berekspresi menjadi napas utama dalam pameran seni rupa bertajuk “Semau Gue” yang digelar di Balai Budaya Jakarta, Jalan Gereja Theresia No. 47, sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Jakarta.

Pameran yang dibuka pada Kamis (25/6/2026) pukul 16.00 WIB ini akan berlangsung hingga 4 Juli 2026. Pembukaan dilakukan oleh Rektor Institut Kesenian Jakarta, Prof. Syamsul Maarif.

Menghadirkan 54 seniman, pameran ini menampilkan beragam karya yang lahir dari kebebasan imajinasi dan eksplorasi artistik tanpa batas. Berbagai medium dimanfaatkan, mulai dari kolase multimedia yang memadukan benda-benda keseharian, fotografi, hingga tulisan tangan, sehingga menghadirkan narasi-narasi baru dengan pendekatan seni kontemporer.

Selain pameran, panitia juga menggelar diskusi bertajuk “Seni Dalam Ruang Publik” yang menghadirkan Hilmar Farid dan Aidil Usman sebagai pembicara, dengan Putra Gara sebagai moderator. Diskusi ini menjadi ruang dialog mengenai peran seni dalam membangun ruang publik yang inklusif dan reflektif.

Koordinator Seniman Peruja, Rindy Atmoko, mengatakan bahwa pameran “Semau Gue” merupakan wadah bagi para perupa untuk menghadirkan gagasan yang berangkat dari pengalaman sehari-hari. Keragaman perspektif tersebut, menurutnya, memperlihatkan kekayaan cara pandang seniman terhadap realitas sosial yang dituangkan melalui karya.

“Perilaku yang menunjukkan frasa bahasa gaul sehari-hari di Jakarta. Akrab di telinga sampai detik ini sering kita mendengarnya, yang berarti sesuka hati,” ujar Rindy Atmoko menjelaskan makna di balik judul pameran.

Melalui puluhan karya yang dipamerkan, “Semau Gue” tidak hanya merekam perkembangan identitas para seniman, tetapi juga memperlihatkan bagaimana seni kontemporer terus berkembang sebagai ruang kebebasan berekspresi sekaligus refleksi terhadap kehidupan masyarakat urban Jakarta.*** (septiadi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Trending di RAGAM