Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

SENI BUDAYA

Semau Gue, Pameran Seni Rupa 54 Seniman Meriahkan HUT Ke-499 Jakarta

badge-check


 Semau Gue, Pameran Seni Rupa 54 Seniman Meriahkan HUT Ke-499 Jakarta Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Semangat kebebasan berekspresi menjadi napas utama dalam pameran seni rupa bertajuk “Semau Gue” yang digelar di Balai Budaya Jakarta, Jalan Gereja Theresia No. 47, sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Jakarta.

Pameran yang dibuka pada Kamis (25/6/2026) pukul 16.00 WIB ini akan berlangsung hingga 4 Juli 2026. Pembukaan dilakukan oleh Rektor Institut Kesenian Jakarta, Prof. Syamsul Maarif.

Menghadirkan 54 seniman, pameran ini menampilkan beragam karya yang lahir dari kebebasan imajinasi dan eksplorasi artistik tanpa batas. Berbagai medium dimanfaatkan, mulai dari kolase multimedia yang memadukan benda-benda keseharian, fotografi, hingga tulisan tangan, sehingga menghadirkan narasi-narasi baru dengan pendekatan seni kontemporer.

Selain pameran, panitia juga menggelar diskusi bertajuk “Seni Dalam Ruang Publik” yang menghadirkan Hilmar Farid dan Aidil Usman sebagai pembicara, dengan Putra Gara sebagai moderator. Diskusi ini menjadi ruang dialog mengenai peran seni dalam membangun ruang publik yang inklusif dan reflektif.

Koordinator Seniman Peruja, Rindy Atmoko, mengatakan bahwa pameran “Semau Gue” merupakan wadah bagi para perupa untuk menghadirkan gagasan yang berangkat dari pengalaman sehari-hari. Keragaman perspektif tersebut, menurutnya, memperlihatkan kekayaan cara pandang seniman terhadap realitas sosial yang dituangkan melalui karya.

“Perilaku yang menunjukkan frasa bahasa gaul sehari-hari di Jakarta. Akrab di telinga sampai detik ini sering kita mendengarnya, yang berarti sesuka hati,” ujar Rindy Atmoko menjelaskan makna di balik judul pameran.

Melalui puluhan karya yang dipamerkan, “Semau Gue” tidak hanya merekam perkembangan identitas para seniman, tetapi juga memperlihatkan bagaimana seni kontemporer terus berkembang sebagai ruang kebebasan berekspresi sekaligus refleksi terhadap kehidupan masyarakat urban Jakarta.*** (septiadi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

14 Agustus 2026 - 21:53 WIB

SCTV Siapkan Pesta Musik dan Hiburan Spektakuler di HUT ke-36

14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Mural Masuk Sekolah Mengokohkan SMPN 2 Semarang Tiada Hari Tanpa Prestasi 

14 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Patricia Gouw Turun Langsung, Peserta Main Drama Casting Diuji Bangun Chemistry

14 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Lima Tahun Vakum, Olivia Zalianty Kembali ke Panggung Teater

14 Agustus 2026 - 17:52 WIB

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

“Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada”

13 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Trending di PERISTIWA