Wartatrans.com, JAKARTA – Semangat kebebasan berekspresi menjadi napas utama dalam pameran seni rupa bertajuk “Semau Gue” yang digelar di Balai Budaya Jakarta, Jalan Gereja Theresia No. 47, sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Jakarta.
Pameran yang dibuka pada Kamis (25/6/2026) pukul 16.00 WIB ini akan berlangsung hingga 4 Juli 2026. Pembukaan dilakukan oleh Rektor Institut Kesenian Jakarta, Prof. Syamsul Maarif.

Menghadirkan 54 seniman, pameran ini menampilkan beragam karya yang lahir dari kebebasan imajinasi dan eksplorasi artistik tanpa batas. Berbagai medium dimanfaatkan, mulai dari kolase multimedia yang memadukan benda-benda keseharian, fotografi, hingga tulisan tangan, sehingga menghadirkan narasi-narasi baru dengan pendekatan seni kontemporer.
Selain pameran, panitia juga menggelar diskusi bertajuk “Seni Dalam Ruang Publik” yang menghadirkan Hilmar Farid dan Aidil Usman sebagai pembicara, dengan Putra Gara sebagai moderator. Diskusi ini menjadi ruang dialog mengenai peran seni dalam membangun ruang publik yang inklusif dan reflektif.
Koordinator Seniman Peruja, Rindy Atmoko, mengatakan bahwa pameran “Semau Gue” merupakan wadah bagi para perupa untuk menghadirkan gagasan yang berangkat dari pengalaman sehari-hari. Keragaman perspektif tersebut, menurutnya, memperlihatkan kekayaan cara pandang seniman terhadap realitas sosial yang dituangkan melalui karya.
“Perilaku yang menunjukkan frasa bahasa gaul sehari-hari di Jakarta. Akrab di telinga sampai detik ini sering kita mendengarnya, yang berarti sesuka hati,” ujar Rindy Atmoko menjelaskan makna di balik judul pameran.
Melalui puluhan karya yang dipamerkan, “Semau Gue” tidak hanya merekam perkembangan identitas para seniman, tetapi juga memperlihatkan bagaimana seni kontemporer terus berkembang sebagai ruang kebebasan berekspresi sekaligus refleksi terhadap kehidupan masyarakat urban Jakarta.*** (septiadi)






























