Menu

Mode Gelap
Giat ‘Jaga Jakarta on The Spot’,  Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Ajak Masyarakat Bersinergi Menjaga Kamtibmas Alwashliyah Gandeng ATR/BPN Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, MoU Disiapkan di Muktamar XXIII IPCC Terus Melaju, Pergantian Pimpinan Perkuat Sinergi Ekosistem Kepelabuhanan Nasional Iran Tawarkan Transfer Teknologi ke Indonesia di Tengah Ketegangan Timur Tengah Kemenhub Siapkan Formula Baru Tarif Tiket Pesawat, Berlaku Saat Harga Avtur Stabil Tarif Listrik di ASEAN Dinilai Kurang Kompetitif, Stabilitas Dijaga tetapi Bebani Fiskal

SENI BUDAYA

Semau Gue, Pameran Seni Rupa 54 Seniman Meriahkan HUT Ke-499 Jakarta

badge-check


 Semau Gue, Pameran Seni Rupa 54 Seniman Meriahkan HUT Ke-499 Jakarta Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Semangat kebebasan berekspresi menjadi napas utama dalam pameran seni rupa bertajuk “Semau Gue” yang digelar di Balai Budaya Jakarta, Jalan Gereja Theresia No. 47, sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Jakarta.

Pameran yang dibuka pada Kamis (25/6/2026) pukul 16.00 WIB ini akan berlangsung hingga 4 Juli 2026. Pembukaan dilakukan oleh Rektor Institut Kesenian Jakarta, Prof. Syamsul Maarif.

Menghadirkan 54 seniman, pameran ini menampilkan beragam karya yang lahir dari kebebasan imajinasi dan eksplorasi artistik tanpa batas. Berbagai medium dimanfaatkan, mulai dari kolase multimedia yang memadukan benda-benda keseharian, fotografi, hingga tulisan tangan, sehingga menghadirkan narasi-narasi baru dengan pendekatan seni kontemporer.

Selain pameran, panitia juga menggelar diskusi bertajuk “Seni Dalam Ruang Publik” yang menghadirkan Hilmar Farid dan Aidil Usman sebagai pembicara, dengan Putra Gara sebagai moderator. Diskusi ini menjadi ruang dialog mengenai peran seni dalam membangun ruang publik yang inklusif dan reflektif.

Koordinator Seniman Peruja, Rindy Atmoko, mengatakan bahwa pameran “Semau Gue” merupakan wadah bagi para perupa untuk menghadirkan gagasan yang berangkat dari pengalaman sehari-hari. Keragaman perspektif tersebut, menurutnya, memperlihatkan kekayaan cara pandang seniman terhadap realitas sosial yang dituangkan melalui karya.

“Perilaku yang menunjukkan frasa bahasa gaul sehari-hari di Jakarta. Akrab di telinga sampai detik ini sering kita mendengarnya, yang berarti sesuka hati,” ujar Rindy Atmoko menjelaskan makna di balik judul pameran.

Melalui puluhan karya yang dipamerkan, “Semau Gue” tidak hanya merekam perkembangan identitas para seniman, tetapi juga memperlihatkan bagaimana seni kontemporer terus berkembang sebagai ruang kebebasan berekspresi sekaligus refleksi terhadap kehidupan masyarakat urban Jakarta.*** (septiadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Puisi Tak Lagi Sekadar Dibaca, PPN XIV Aceh Dorong Sastra Menembus Musik dan Teknologi

26 Juni 2026 - 19:14 WIB

DKA Dukung Penuh PPN XIV Aceh, Tengku Afifuddin: Ini Diplomasi Budaya yang Mengangkat Nama Daerah

26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Tengku Afifuddin: Sastra Klasik Aceh Adalah Rekaman Peradaban yang Tak Tergantikan AI

26 Juni 2026 - 17:44 WIB

Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri Baca Puisi di PPN XIV Aceh, Rayakan Ulang Tahun ke-85 dengan Iringan Musik “Selamat Ulang Tahun”

26 Juni 2026 - 17:36 WIB

Parade Baca Puisi PPN XIV Berlangsung Seharian, Ditutup di Galeri Kopi Aceh Tengah

24 Juni 2026 - 21:21 WIB

Puisi Mengalun di Temas River Park, Peserta PPN XIV Nikmati Sastra di Tengah Alam Takengon

24 Juni 2026 - 18:16 WIB

ISU ISI 2026 Dorong Kolaborasi Seni dan Kewirausahaan di ISI Padangpanjang

24 Juni 2026 - 16:19 WIB

Catatan Putra Gara dari PPN XIV Aceh: Bur Telege Menjadi Panggung Sastra dan Budaya

24 Juni 2026 - 11:44 WIB

Catatan Pilo Poly: PPN XIV Menemukan Rumahnya di Aceh

23 Juni 2026 - 22:56 WIB

Pameran Fotografi Menelusuri Identitas dalam Lintas Waktu

23 Juni 2026 - 18:16 WIB

Trending di SENI BUDAYA